Senin, 5 Desember 2022

Genmuda – Resident Evil: Welcome to Raccoon City jadi salah satu film yang paling ditunggu di akhir tahun 2021. Gimana engga, dari trailer sepintas penonton dibuat penasaran karena mengambil setting dari dua game Resident Evil (RE) yang hits di era kejayaan PlayStation.

Menariknya film terbaru RE ini juga berisikan wajah-wajah aktor baru yang engga ada kaitannya dari film-film sebelumnya yang punya fokus nyeritain Alice. Penasaran kayak gimana? Simak review tengah pekan Genmuda.com berikut ini.

Tragedi Raccoon City

Resident Evil: Welcome to Raccoon City©SonyPictures/2021

Masih mengambil benang merah dari tragedi yang menimpa Raccoon City, kota tempat Umbrella Corporation mendirikan laboratorium terbesar mereka. Bertahun-tahun melakukan eksperimen kini kota tersebut bagaikan kota mati yang sudah diabaikan.

Penonton lantas diperkenalkan oleh masa kecil kakak adik yatim piatu, Chris dan Claire Redfield. Keduanya tinggal di dalam panti asuhan yang dipimpin oleh dokter William Birkin (Neal McDonough).

Saat itulah Claire mulai menyadari hal yang aneh dari tempat tinggalnya itu. Doi diceritakan melarikan diri dan pergi dari Raccoon City.

Setelah pergi nyaris belasan tahun, Claire (Kaya Scodelario) yang kini telah dewasa lantas kembali ke Raccoon City untuk menemui Chris (Robbie Amell) yang sekarang bekerja sebagai polisi. Namun kembalinya Claire ke kota tersebut ternyata bersamaan dengan rencana pemusnahan masal oleh Umbrella Corporation.

Berpacu dengan waktu, para karakter di film ini pun berusaha untuk keluar dari Raccoon City sebelum kota tersebut dihancurkan oleh Umbrella. Aksi tembak-tembakan dan jump scare para zombie siap disajikan untuk bikin penonton senam jantung di bioskop.

Fresh sih, tapi…

Resident Evil: Welcome to Raccoon City©SonyPictures/2021

FYI, sejak trailernya diluncurin beberapa waktu lalu, Resident Evil: Welcome to Raccoon City emang terlihat fresh dan sesuai dengan video gamenya. Bedanya, di sini Johannes Roberts menggabungkan cerita di Resident Evil 1 dan 2 dalam satu cerita secara bersamaan.

Tentunya Kawan Muda bisa ngelihat karakter game lainnya seperti Jill Valentine (Hannah John-Kamen), Albert Wesker (Tom Hopper), dan Leon S. Kennedy (Avan Jogia) dalam satu timeline secara bersamaan. Sejumlah latar bangunan yang diambil dari gamenya pun turut melahirkan kesan nostalgia dalam film ini.

Mengambil latar tahun 90-an secara keseluruhan kostum, properti, sampe soundtrack yang diputar sepanjang film pun terasa sangat mendukung buat manjain penonton.

Sayangnya, alih-alih terlihat lebih kekinian dan relate dengan cerita di game, film ini justru punya latar konflik yang terbilang tipis banget. Konsekuensinya, pembangunan karakter yang udah cukup bagus di awal jadi terkesan diburu-buru untuk menuntaskan cerita film yang sebenernya masih bisa dikembangkan.

Aspek inilah yang kemudian bikin karakter penting di gamenya terkesan dipaksain muncul dan cuma jadi tempelan untuk ngeramein jalan cerita film.

Kesimpulan

Resident Evil: Welcome to Raccoon City©SonyPictures/2021

Untuk sebuah film remake yang diambil dari cerita orginal Game Resident Evil I dan II film Resident Evil: Welcome to Raccoon City jelas menawarkan cerita yang cukup padat dan lebih menegangkan ketimbang film RE sebelumnya. Penonton yang gak ngikutin game-nya pun gak bakal terlalu pusing buat ngikutin jalan cerita yang ditawarkan.

Meski ada satu dan lain hal membuat jalan ceritanya terlihat diburu-buru, tapi Resident Evil: Welcome to Raccoon City tetap berhasil memberikan tontonan yang sukses membuat jantung kalian copot.

Walau begitu penulis tetap merasa itu semua masih bisa dimaklumin, pasalnya film ini emang berpotensi dibuat sekuelnya di masa depan. Terlepas dari itu semua, film ini cukup menarik ketimbang film Resident Evil terdahulu yang cenderung menganaktirikan karakter asli yang ada di game.

So, kalo Kawan Muda penasaran buktiin aja keseruan Resident Evil: Welcome to Raccoon City. Film ini mulai tayang di Indonesia pada Rabu, 29 Desember 2021. Nih, cuplikan trailernya!

 

Comments

comments

Wisnu
An average joe lives in the value of curiosity/orang biasa tukang kepo.