Sabtu, 22 Juni 2024

Genmuda – Rabu, 14 Februari 2024, Indonesia akan kembali menggelar pemilu serentak. Kawan Muda termasuk pemilih baru atau udah pernah dateng ke TPS, nih? Nah, terlepas dari hiruk pikuk panggung politik, nyatanya ada hal-hal unik yang cuma ada saat pemilu.

Salah satu yang gak pernah absen adalah menyelupkan salah satu jari habis melakukan pencoblosan. Sebenarnya memang engga ada kewajiban harus jari kelingking, soalnya kamu bebas menyelupkan jari mana aja ke dalam tinta.

Etapi, mayoritas pemilih pasti lebih sering menggunakan jari kelingking mereka untuk dicelupkan. Emang kenapa sih? Berikut jawabannya.

Ukurannya

via: giphy

Jari kelingking punya ukuran paling kecil dibandingkan empat jari lainnya. Gak peduli kurus atau chubby, yang jelas ukuran jari kelingking paling ideal buat masuk ke dalam bibir botol tinta. Kalo pun mau masukin jempol, dikhawatirkan malah kejepit dan susah keluar. Kan engga lucu kalau nanti jadi viral.

Fungsinya

Jujur ya, karena ukurannya mungil jari kelingking sering dipakai untuk masuk ke area yang sulit dijangkau dan butuh sentuhan kecil. Misalnya kamu ngupil atau korek-korek kuping, pasti lebih terasa pakai jari kelingking dong. Jarang kan lihat orang pakai jempol buat ngupil? (Kecuali lobang hidungnya emang besar).

Estetikanya

via: Giphy

Genmuda.com kasih tahu dulu ya filosofi jari berdasarkan kepercayaan tim redaksi. Ibu jari diibaratkan sebagai ibu dari keempat jari lainnya (iyalah), jari telunjuk sebagai pemimpin, jari tengah sebagai pemberontak (coba aja acungin jari tengah ke orang lain), jari manis sebagai pengikat, dan jari kelingking sebagai pemenang. Kenapa gitu? Coba adu jari kelingking sama ibu jari pasti yang menang kelingking.

Terlepas dari pendapat tadi, kelingking sering dianggap sebagai simbol kecantikan. Saat minum dan pegang gelas misalnya, kamu akan terlihat (makin) cantik kalo kelingkingnya ikutan ngetril, bahkan buat cowok sekalipun. Jadi biar makin cantik, sah-sah aja dong kalo dikasih sentuhan tinta pemilu.

Promonya

Faktanya banyak banget promo selama pemilu. Dan salah satu syaratnya adalah menunjukkan bukti kalau kamu udah nyoblos.
Coba kalo nyoblosnya pakai jempol, pasti disangka oke. Kalo pakai telunjuk nanti dikira dukung paslon tertentu. Mau jari tengah, kamu bisa diajak adu jotos. Pakai jari manis, dikira mau dilamar. Nah, jadi buat dapetin promo, tunjukin aja jari kelingking kamu. Simple kan.

Terus apa boleh nyelupin lebih dari satu jari?

via: Blogspot
(Sumber: Istimewa)

Ya, kalo kamu simpatisan nomor tertentu pastinya 5 alasan di atas gak akan ada faedahnya. Tapi karena judulnya kan nyoblos, bukan ambil ijazah. Emangnya perlu cap tiga jari? Jadi jangan sampai engga nyoblos ya. Satu suara kamu sangat berpengaruh loh buat masa depan bangsa Indonesia. (sds)

Comments

comments