Jum'at, 23 Oktober 2020

Genmuda – Setelah minggu Genmuda.com udah kasih tau kamu review dari PES 2017, sekarang giliran FIFA17 yang bakalan kita kupas dalam ngulik tengah pekan ini. Meski dirilis pada 26 September 2016 atau 10 hari setelah PES 2017, namun FIFA17 berhasil mencuri perhatian para gamer loh. Kenapa ya?

Oke, salah satu alasan kenapa FIFA17 banyak ditunggu-tunggu para gamer adalah pengembangan grafis dari mesin Frostbite yang biasa dipakai oleh Electronic Arts (EA) buat game-game berat modelan ‘Battlefield’ dan ‘Need for Speed’. Ditambah lagi hadirnya fitur ‘The Journey’ siap memberikan pengalaman kamu sebagai seorang gamer.

Terus selain itu ada hal apa lagi sih yang keren dari FIFA17? Daripada penasaran langsung aja kamu simak review lengkapnya di bawah ini. Sikat gaes!

Fitur dan pengalaman baru dalam The Journey

via: EA Sports
(Sumber: EA Sports)

Kalo ngebahas segi grafis EA emang sedikit telat dibandingkan Konami, –yang udah lebih dulu nerapin FOX Engine di PES 2016. Dan sebagaimana yang udah dijelasin sebelumnya, Frostbite jadi salah satu solusi yang ditawarkan oleh EA di tahun ini.

Dibantu dengan animasi dan gerak dari sujumlah pemain aslinya, FIFA17 terbukti naik level dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dari segi gerak dan ekspresi pemain semua terasa sangat jauh lebih berkembang.

Namun demikian, kalo kamu udah pernah coba PES 2017 rasanya FIFA17 masih terasa kurang halus dan tajam dalam segi detail wajah dan ekspresi pemain. Belum lagi saat Genmuda.com jajal game ini di PS4 generasi kedua, performa mesin konsol terbilang ‘kerja keras’ saat menjalankan FIFA17.

Terlepas dari problem minor tersebut penulis tetap ngerasa kalo FIFA17 punya lebih banyak fitur yang jauh lebih menarik. Melalui tagline ‘Football has change’ EA emang berhasil mengajak para gamer buat merasakan langsung apa yang dirasakan oleh pemain bola sungguhan dalam fitur ‘The Journey’.

via: Amazon
(Sumber: Istimewa)

Secara sederhana di sini kamu akan memainkan sosok pemain muda bernama Alex Hunter menjadi seorang pemain sepakbola profesional (Kalo di PES kayak become of legend). Menariknya saat memainkan sosok Hunter kamulah yang harus menentukan apa yang harus diambil oleh sang pemain.

Tentunya segala macam keputusan yang kamu pilih bakal mempengaruhi penilaian pelatih, teman satu tim, tim lawan, sponsor, hingga suporter. Balutan cerita drama dan problem pemain muda bisa langsung kamu rasain selama bermain. Jadi wajar rasanya kalo ‘The Journey’ tetap bisa menyetuh hati para gamers.

Gameplay

via: EA Sports
(Sumber: EA Sports)

Kawan Muda termasuk orang yang engga mau ribet sama ‘pencetan’ atau strategi bermain bola? Jika iya sebaiknya kalian memilih PES 2017. JYSK, FIFA emang dikenal dengan gameplay yang santai (namun ribet dalam segi tombol krusor), tapi lebih realistis dalam segi gerak ketimbang PES.

Di tahun ini EA bahkan menawarkan beberapa gameplay baru yang rasanya membutuhkan penyesuaian bagi para gamer. Mulai dari sepakan bola mati seperti pinalti, tendangan bebas, dan tendangan pojok semuanya dibuat dengan tampilan baru sekaligus krusor kontroler yang lebih ribet dari tahun-tahun sebelumnya.

Namun jangan lantas kamu langsung kecewa ya guys. Sebaliknya AI FIFA17 terbilang cukup pintar dalam membaca gerakan lawan. Gokilnya lagi, demi memberikan pengalaman tersebut kepada pemain EA turut berkonsultasi dengan empat brand ambassador mereka sehingga gerakan dan skema taktik dapat berjalan lebih realistis.

Beragam inovasi tersebut udah didukung sama lisensi resmi. Walau lisensi FIFA emang bukan sesuatu yang baru, tapi tetap aja atmoster permainan yang ditawarkan bisa bikin kamu serasa jadi pemain bola sungguhan. Engga heran kalo FIFA akhirnya tetap mampu memberikan pengalaman bermain lebih asik ketimbang PES, –yang lisensinya itu-itu aja.

Terus buat main online gimana? Kalo Kawan Muda suka main FUT (Football Ultimate Team) nampak perubahannya engga terlalu signifikan. Kalo pun ada mungkin adalah pada rating sejumlah pemain, kit, dan beberapa FUT pemain legenda. Sedangkan dalam tournament dan master league kurang lebih memiliki kesamaan dari FIFA17.

Wrap-Up

Pros:
– Lisensi lengkap
– Fitur The Journey
– Gameplay lebih realistis ketimbang PES 2017
– AI lebih pintar dalam pengaplikasian taktik

Cons:
– Kontrol lebih rumit
– The Journey hanya berlaku di Liga Inggris

Singkatnya FIFA17 berhasil memberikan pengalaman baru pada sebuah game sepakbola lewat fitur ‘The Journey’. Dengan gameplay yang ditawarkan para pemain seolah turut bisa merasakan tempo permainan dinamis atau bahkan mendekati gerak pemain bola sungguhan. Jika penulis membandingkan FIFA17 dengan PES 2017, bisa dibilang FIFA17 punya nilai lebih worth it di tahun ini. Tapi semua tetap balik kepada selera kamu ya. Dan kalo kamu masih penasaran, langsung aja coba mainin dua-duanya.

Comments

comments

Saliki Dwi Saputra
Penulis dan tukang gambar.