Rabu, 25 November 2020

Genmuda – Ruas jalan Jakarta yang terlarang dilintasi motor bakal manjang gak cuma di Jalan Thamrin doang, tapi sampai Jalan Sudirman. Sosialisasi peraturannya berlangsung 21 Agustus – 11 September dan tahap uji coba dimulai setelahnya. Jadi, jangan naik motor dari/ke Bundaran HI – Bundaran Senayan pada 12 September.

Larangan yang jadwalnya tiap 6 pagi hingga 10 malam itu juga bakalan diperluas hingga Jalan Rasuna Said Kuningan, Jakarta. Tapi, perluasan sampai ke Kuningan baru dalam tahap peninjauan dan bakal berlangsung setelah peraturan di Jalan Sudirman ditetapkan. Wilayah Rasuna Said juga lagi ditinjau supaya jadi area Ganjil-Genap.

Peraturan baru itu dibuat dengan tujuan memancing para pengguna kendaraan pribadi, terutama sepeda motor beralih ke kendaraan umum. Harapannya, macet Jakarta bisa berkurang terutama di saat seperti ini, saat ketika banyak ruas jalan makin sempit akibat pembangunan. Untuk menghadapi peraturannya, siapin hal di bawah ini.

1. Lapak parkir motor

via kotakgame.com
(Sumber: kotakgame.com)

Anggaplah semua orang bakal paham sama tujuan peraturan itu. Maka, mulailah mencari tempat parkir motor yang gak jauh dari tempat-tempat pemberhentian Trans Jakarta, metromini, ataupun bus kota arah Sudirman-Thamrin dan Rasuna Said.

2. Kartu non tunai

via kadungcampur.com
(Sumber: kadungcampur.com)

Karena tiket Bus Trans Jakarta dan Kereta Commuter Jakarta dibayar secara elektronik, siapin deh kartu pembayaran non tunai dari sekarang. Merk kartunya gak perlu sesuai dengan bank yang dimiliki sekarang karena pengisian tiap kartu non-tunai kan bisa dilakuin di loket tiket Trans Jakarta atau loket kereta. Gak cuma di ATM.

3. Latihan jalan jauh

via inovasee.com
(Sumber: inovasee.com)

Pasti ujung-ujungnya harus jalan, deh. Entah itu dari tempat parkir motor ke halte/stasiun terdekat, dari halte/stasiun ke tujuan, atau mungkin dari tempat tinggal ke tujuan. Belum lagi harus naik-turun tangga halte Trans Jakarta atau stasiun.

4. Hafalin jalan tikus

via kumparan.com
(Sumber: kumparan.com)

Kalo masih mau keras kepala, cari aja jalur alternatif. Jangan terlalu berpedoman pada Google Maps karena ada loh jalan sempit atau gang senggol yang sebenernya bisa dilalui tapi lokasinya gak tercatat di peta manapun. Jadi, saatnya telusuri sela-sela Kota Jakarta.

5. Siapin sepeda

via istimewa
Sepeda listrik bentuk mirip motor. (Sumber: Istimewa)

Bersepeda juga bisa jadi cara supaya tetep melintasi Sudirman-Thamrin dan Rasuna Said nantinya. Males genjot? Pakai aja sepeda listrik karena larangan melintas itu berlaku khusus untuk sepeda motor.

6. Temen nebeng

via grab.com
(Sumber: grab.com)

Karena mobil masih boleh melintas area tersebut, cari aja temen nebeng yang punya mobil. Kalo bisa, cari dua tebengan. Satu yang punya mobil berplat genap dan satu lagi berplat ganjil. Meski begitu, bukan berarti ini cara gratis karena pasti kamu harus tetep bayar ongkos nebeng, entah dalam bentuk uang, traktiran, atau jadi temen curhat.

7. Punya dua mobil

via fenibiz.wordpress.com
“Berkat MLM, sekarang saya punya dua mobil. Terima kasih MLM.” (Sumber: fenibiz.wordpress.com)

Anggaplah kamu seseorang yang tajir melintir. Kalo bener-bener mau mencurangi peraturan baru itu, beli aja dua mobil. Satu mobil pastikan berplat ganjil dan satu lagi berplat genap. Kamu bakal senang karena tetep bisa pergi ke jalan protokol dengan nyaman dan negara pun senang karena pajak kendaraan bermotor kamu makin banyak. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.