Jum'at, 23 Oktober 2020

Genmuda – Film “Thor: Ragnarok” lebih terasa sebagai film komedi satir bikinan sutradara Taika Waititi daripada film action fantasi ala Marvel. Gaya penyampaian sutradara itu beda banget dari dua film Thor sebelumnya.

Film Thor pertama diwarnai keseriusan yang dibumbui sedikit lawak dan komentar nyinyir si cantik Kat Dennings. Thor kedua dipenuhi kegelapan yang justru menjerumuskan rating film. Sementara itu, film ketiga ini seolah berisi lawak yang dibumbui plot menarik.

Wajar banget kalo penggemar Marvel bilang, seharusnya seperti inilah film Thor dibuat dari awal. Hanya aja, lawakan itu gak dimengerti semua penonton yang kemudian bikin perasaan awkward sendiri.

Menindaklanjuti firasat buruk

via Istimewa
Ki-ka: Thor v Surthur. (Sumber: Istimewa)

Filmnya dimulai dengan menarik banget. Thor (Chris Hemsworth) nyeritain kondisinya seolah menyapa penonton layaknya Deadpool. Tapi, penonton ketipu. Thor ternyata ngomong sama mayat yang lagi dikurung bersamanya.

Strategi pura-pura ditangkap itu bertujuan membawa Thor langsung ke hadapan Surthur (Clancy Brown). Dengan kekuatan petir dan Palu Mjolnir, Thor mengalahkan iblis api yang tercipta untuk Ragnarok, — perang besar penghancur Asgard, kampung halaman Thor itu.

Sesampainya Thor di Asgard membawa mahkota iblis api, ternyata Odin (Anthony Hopkins) sedang absen dari takhta. Raja yang merupakan ayah kandung Thor itu mengasingkan diri ke Norwegia. Bersama Loki (Tom Hiddleston), –saudara angkatnya, Thor mengunjungi Odin.

via Istimewa
Ki-ka: Loki v Valkyrie. (Sumber: Istimewa)

Reuni keluarga kerajaan itu sayangnya gak berlangsung lama. Sang dewi kematian Hela (Cate Blanchett) tiba-tiba terbebas dari kurungan dan datang menghampiri dengan satu ambisi. Yaitu, merebut takhta Asgard dan menguasai semua dunia di galaksi.

Thor-Loki langsung menyerang Hela tanpa basa-basi. Akan tetapi, Hela terlalu kuat bahkan bagi Dewa Petir dan Dewa Usil. Kalah telak, Palu Mjolnir hancur berkeping-keping dan dua bersaudara itu terdampar di Planet Sakaar. Sejak itu, dimulailah petualangan untuk menghentikan Hela.

Selamat hari kebalikan

via Istimewa
Heimdall merana sendirian. (Sumber: Istimewa)

Apabila Spongebob nonton film ini, maka dia akan dengan lantang berteriak “SELAMAT HARI KEBALIKAN!” Karena apa? Karena, semua tokoh lama film ini nunjukin karakter yang berkebalikan dari film sebelumnya.

Thor yang selalu tampak kuat dan jujur kini tampil serba galau tanpa Mjolnir dan agak-agak cerdik cenderung licik. Sebaliknya, Loki yang biasanya licik demi kesenangan sendiri malah tampil licik demi kebaikan bersama.

Odin yang dulu bijak dan tegas kini keliatan bengis sekaligus rapuh. Lalu, Heimdall (Idris Elba) yang teliti dengan kemampuannya ngeliat seisi galaksi malah tampil ceroboh di akhir.

Bruce Banner/Hulk (Mark Ruffalo) yang biasanya pemurung dan pemarah kini lebih keliatan periang dan suka becanda. Penggemar Hulk mungkin akan ngerasa dikhianati.

Scoring yang gokil

via Istimewa
Adegan ini paling keren. (Sumber: Istimewa)

Taika Waititi dan tim scoring gak nunggu lama untuk masukin lagu “Immigrant Song” karya Led Zeppelin yang muncul di berbagai trailer ke dalam adegan film. Dengan menyesuaikan gerakan pada tempo lagu rock itu, adegannya seru banget.

Seenggaknya, lagu theme song itu muncul dua kali. Pertama, pada pertarungan besar Thor v Surthur. Kedua, pada pertarungan Thor v Hela. Di antara kedua itu, pertarungan terakhir yang paling pas, paling keren, dan paling sesuai tema dengan lagunya.

Tim casting tiada duanya

via Istimewa
Hela sedang bermonolog. (Sumber: Istimewa)

Tim casting Marvel kembali nunjukin ketepatan pilihannya. Cate Blanchett yang biasanya tampil sebagai peri atau perempuan bijak ternyata pas banget jadi dewi kematian tak berperasaan. Keanggunan bawaannya ditambah akting begis bener-bener ngidupin sosok Hela.

Dalam beberapa kesempatan, kedutan bibir, seringai sekilas, dan keseluruhan ekspresi kecil (microexpression) aktris itu justru berdampak besar pada aktingnya. Sah banget disimpulin kalo Cate Blanchett terlahir untuk peranin sosok antagonis tersebut.

Pendapat pribadi penulis, Cate Blanchett, bisa seimbangin antara serius dan becandanya film ini. Tanpa kehadirannya, ‘Thor: Ragnarok’ mungkin cuma jadi film yang jualan soundtrack keren dan lawak. Gak ada bedanya sama “Guardians of the Galaxy.”

Valkyrie (Tessa Thompson) juga karakter yang terbilang seru diperhatiin. Meski pemabuk, galak, dan masabodo, pejuang elit itu tetep keliatan seksi. Makin galak makin cantik.

Kurang detil

via Istimewa
Skurge pada akhirnya ninggalin senjata tradisional dan beralih ke M16 dari Texas. (Sumber: Istimewa)

Tokoh Skurge (Karl Urban) yang baru muncul di film ini sebagai penjaga Bifrost, gerbang penghubung Asgard dengan planet lain, terlihat lebih suka pake senapan M16 daripada senjata jarak dekat pasukan Asgard.

Adegannya yang berbaju besi bertempur dengan tangan kanan-kiri memegang senapan karbin itu seru banget ditonton. Tapi, sayang sangat mengabaikan detil persenjataan.

M16 yang Skurge pake tempur itu menggunakan magazin berisi 30 peluru. Karena dia bawa dua senjata, total pelurunya ada 60. Lucunya, peluru itu seolah gak habis-habis karena Skurge gak pernah isi ulang. Sekalinya habis justru di saat-saat genting.

Karena ini bukan film tembak-tembakan, jadi sah-sah aja hal seperti itu menjadi kurang mendapat perhatian. Film ini mulai tayang di Indonesia, Rabu, 25 Oktober 2017. Nih, tonton aja dulu trailernya.

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.