Minggu, 19 September 2021

Genmuda – Lanjutan film ketiga The Conjuring siap tayang di bioskop Indonesia. “The Conjuring: The Devil Made Me Do It” adalah judul yang dipilih dari film yang mengangkat kisah nyata pasangan paranormal Ed dan Lorraine Warren. Yang menjadi menarik kisah kali berhubungan dengan aksi pembunuhan.

Mirip ‘guna-guna’ versi kearifan internasional, keduanya harus membuktikan sebuah kasus pembunuhan yang dilatarbelakangi oleh proses pemujaan iblis. Serem atau engga? Mendingan Kawan Muda simak reviewnya di bawah ini!

Pembunuhan karena pengarus iblis

©WarnerBros/2021

Film garapan Michael Chaves ini dibuka oleh proses pengusiran iblis oleh Ed (Patrick Wilson) dan Lorraine (Vera Farmiga) dari dalam tubuh David (Julian Hillard), anak laki-laki di keluarga Glatzel. Saat prosesi pembersihan berlangsung alot, Arne Johnson (Ruairi O’connor) berusaha menantang iblis yang merasuki tubuh David. Alih-alih berhasil keluar, iblis tersebut malah pindah ke tubuh Arne.

Lima bulan berlalu setelah kejadian tersebut Ed diketahui mengalami serangan jantung. Sedangkan Arne yang sekarang tinggal bersama Debbie Glatzel (Sarah Charine Hook), –yang gak lain adalah kakak dari David, mulai mengalami kejadian aneh dalam hidupnya.

Arne sering mengalami halusinasi dan ketakutan luar biasa. Di sisi lain Ed yang mulai pulih menyadari bahwa iblis yang merasuki David sekarang mengendalikan Arne. Dugaannya pun kian nyata setelah Arne membunuh rekan kerja Debbie dengan puluhan tusukan.

Kasus pembunuhan di siang bolong itu pun lantas menjadi viral. Belum lagi Arne yang divonis hukuman mati berusaha membela diri bahwa hal yang ia lakukan dipengaruhi oleh kekuatan jahat sehingga dirinya tidak sadar. Mampukah Ed dan Lorraine membuktikan kasus ‘di luar nalar’ tersebut di mata hukum?

Lebih asik, meski mudah ditebak

©WarnerBros/2021

Layaknya film di Conjuring-universe, sekuel ketiga ini sejatinya masih rutin menghadirkan jump-scare yang bikin penonton lemes. Namun buat penulis semuanya mungkin terasa biasa. Maklum aja gengs, sejak “The Conjuring” dirilis tahun 2013 formulanya nyaris seragam.

Plusnya adalah, “The Conjuring: The Devil Made Me Do It” berhasil menawarkan cerita cukup segar dari dua film sebelumnya. Lewat cerita kriminal yang dilakukan karena efek kerasukan menjadikan daya tarik lebih bagaimana Ed dan Lorraine Warren menguak misteri tersebut.

Walaupun jalan ceritanya dikemas secara maju mundur dengan membagi fokus pada Ed bersama Lorraine dan Arne bersama Debbie, keduanya menjadi kesatuan cerita yang asik. Penonton diajak untuk menikmati efek sebab-akibat buat menarik benang merah dari kasus yang menimpa Arne. Baik jump scare, scoring, hingga pengambilan gambar, berhasil membangun efek seram di sepanjang film.

Kesimpulan

©WarnerBros/2021

Gak bisa dibohongin jika kasus-kasus yang ditangani Ed dan Lorraine Warren jadi ‘jualan utama’ dari film The Conjuring. Pun halnya pada kasus Arne Johnson pada 24 November 1981 yang menjadi inspirasi “The Conjuring: The Devil Made Me Do It”.

Di atas kertas filmnya masih memberikan banyak teror yang siap bikin Kawan Muda senam jantung saat menonton. Sisanya, kalian akan diajak masuk dalam proses investigasi kasus pembunuhan versi paranormal. Seram atau engga? Kalian bisa tonton sendiri di bioskop mulai hari ini, Rabu 2 Juni 2021.

 

Comments

comments

Saliki Dwi Saputra
Penulis dan tukang gambar.