Selasa, 6 Desember 2022

Genmuda – Kalo ngomongin Java Jazz Festival, pasti isi kepala kita mikirnya orang manggung pake jas rapih, tiup-tiup terompet, dan suara vokal yang merdu-merdu sendu. Iya engga sih?Pokoknya penyanyinya tuh menghayati banget sambil joget-joget elegan.

Lain cerita kalo kamu nonton penampilan Naif dan Barasuara di Java Jazz Festival kemarin, Jumat, 4 Maret 2016. Kenapa tuh Genmuda? Ya, semua yang ada di isi kepala kita itu kayaknya diputar balik. Putaran penuh 360 derajat.

Naif misalnya, mereka mulai masuk ke panggung D2 sekitar pukul 19.45 WIB. Seperti biasa, David mengenakan pakaian casual dengan rambut ala rockabilly. Jarwo, Pepeng, dan Emil menyusul dengan tampilan yang dibilang ala rockstar klasik tepatnya.

Jurus ane nih, "Potong Bebek Angsa!" (Foto: David Naif / BBB Genmuda 2016)
Jurus ane nih, “Potong Bebek Angsa!” (Foto: David Naif / BBB Genmuda 2016)

“Woy! Pada ngapain sih nonton Naif. Kan band bule di sebelah banyak,” ucap David sambil bercanda. “Yaudah deh kalo gitu, nih gue bawain I Hate to Love You (benci untuk mencinta).”

Sontak gemericik teriakan penonton langsung menyambar saat David menyanyikan lagu ‘Benci Untuk Mencinta’. Lambaian tangan ratusan manusia mengiringi semangat Naif buat menghibur telinga dan mata mereka. Musik jazz bukan, Davidnya ngelucu terus, penonton juga bales ketawa. Ekspetasi berputar 360 derajat.

Buat performa panggung, band yang udah berkecimpung di dunia musik selama 20 tahun ini emang engga bisa diraguin lagi. David cs. selalu ngasih penonton oleh-oleh buat dibawa pulang. Antara senyum karena guyonan tingkah mereka, atau muka cemberut karena lagu-lagu sedih yang emang menyayat hati banget. Apalagi suaranya David kalo udah di nada tinggi. Beh, asoy geboy!

“Naif pertama kali main di sini, kalian semua awesome! Lagu terakhir dari kita, are you ready to asoy geboy (mobil balap) with us?,” tanya David ke penonton yang bikin mereka berteriak ‘Ready!’, sekaligus menutup penampilan.

Kedua nih, Barasuara. Band rock yang baru aja ngerilis album pertamanya berjudul ‘Taifun’ pada Oktober 2015 kemarin, lebih gila lagi ngasih pertunjukan ke para penonton di panggung Ministry Environment and Forestry Stage. Engga ada jazz-jazz nya, Kawan Muda. Full distorsi! Eh, ada deh yang santai dikit, lagu berjudul ‘Tarintih’ .

Barasuara (Foto: BBB/Genmuda 2016)
Barasuara (Foto: BBB/Genmuda 2016)

Mata penonton tuh rada engga percaya ngeliat yang ada di depan. Keren men. Tata panggung outdoor dengan cahaya panggung yang kinclong sana-sini dan fogging yang keluar terus bikin panggung jadi kayak film misteri. Barasuara-nya sendiri? Dua jempol di atas kepala. Keren dan rock abis.

Ditanya tentang kesiapannya tampil pertama kali di ajang tahunan ini, sang vokalis menjawab, “Gue sama anak-anak tetep main dengan cara Barasuara. Gak lantas karena gue main di festival jazz jadi agak-agak jazzy atau apa gitu. Gak kok, tetep di jalurnya,” ujar Iga Massardi, punggawa Barasuara.

“Gue ngerasa bersyukur diundang main ke Java Jazz, karena Java Jazz merupakan salah satu festival jazz terbesar di dunia. Kalo gue sama anak-anak pastinya matengin lagi, dari segi visual dan teknis,” tutupnya.

Barasuara juga ngasih bocoran nih kemarin, Kawan Muda. Mereka lagi siap-siap buat ngejalanin tur pulau Jawa mulai bulan Mei mendatang. Terus, album pertama mereka ‘Taifun’ diproduksi kembali dan bisa kalian dapatkan di Demajors, atau lewat situs mereka di Demajors.com. Total ada 9 lagu dari Barasuara yang bisa ngaduk-ngaduk perasaan kamu, tentunya sambil goyang ya. (sds) 

Comments

comments

Bobi Brilyan Bastenjar
Valar Morghulis