Minggu, 9 Agustus 2020

Genmuda – Demam Star Wars emang udah berhasil mewabah sebulan belakangan di Indonesia, bahkan di seluruh dunia. Diputar pada tanggal 18 Desember 2015 film sci-fi ini pun digadang-gadang bakal masuk dalam daftar film terlaris sepanjang masa.

Ekspektasi tinggi digantungkan sejumlah fans, sejak Disney resmi kembali menggarap prekuel dari Star Wars sejak dua tahun yang lalu. Selain itu pula nama besar George Lucas dan Star Wars bisa jadi sebagai rujukan film pop-culture sampai sekarang, wajar jadinya kalau banyak orang menanti cerita anyarnya.

Sebelum lebih dalam ngulik soal Star Wars saya percaya, engga semua dari Generasi Muda sekarang benar-benar ngerasain film perdana ‘Star Wars Episode IV: A New Hope’ (1977). Akan tetapi serbuan komik, merchandise, video game, dan segala macam hal yang berhubungan oleh film ini seolah membuat kita ‘dicekokin’ secara engga langsung.

Seorang rekan saya (penulis di Genmuda.com) juga pernah tanya, “Apa sih kerennya film ini?”, saya cuma bilang, “Susah sih dijelasinnya, cuma pas nonton baru deh lo tahu di mana kerennya!” Itu jawaban singkatnya.

Praktis, trilogi awal Star Wars seolah jadi candu buat banyak orang –yang emang udah ngefans, sampai yang baru aja nonton. Karena latar ceritanya luas, film ini pun punya seribu kemungkinan buat dikembangin dalam bentuk prekuel, itu salah satu alasan kenapa lahir Episode I-III.

Hal serupa kini kejadian di ‘Episode VII: The Force Awakens’. Pasca 30 tahun berlalu dari pertempuran terakhir Luke ‘Episode VI: Return of the Jedi’ kisah saga ‘a long time ago in a galaxy far, far away’ kini berlanjut di babak baru.

Lewat tangan J.J. Abrams, Lawrence Kasdan, dan Michael Ardnt, film ini seolah mengajak saya atau bahkan seluruh penonton masuk langsung ke cerita pertempuran galaksi tersebut dari menit awal. Engga butuh waktu lama buat seorang J.J.Abrams meracik formula jalan cerita yang ‘familiar’ banget dari prolog awal khas Star Wars.

Mulai dari munculnya, Poe Dameron (Oscar Isaac) dengan Lor San Tekka (Max Von Sydow)  di scene awal cukup buat perhatian penonton langsung fokus. Keduanya seperti merepresentasikan Han Solo dan Obi-Wan Kenobi. Engga bertele-tele, Abrams langsung menghadirkan Rey (Daisy Ridley) di sebuah planet gersang, bernama Jakku. Di sinilah, kita diajak nostalgi(l)a –karena semua scene seolah dibuat mirip dengan kisah Luke Skywalker muda di Tatooine. (tentunya engga maksa dimirip-miripin ya gaes).

(Sumber: VOX)

Munculnya Finn (John Boyega) sebagai Stormtroopers ‘pembelot’ juga jadi gabaran sisi pemberontak Putri Leia. Pada ‘Episode VII’ kita jadi tahu kalau sekarang pasukan berkostum putih itu menggunakan manusia yang diculik sejak kecil — bukan kloningan seperti sebelum-sebelumnya. Acaman dari Kylo Ren (Adam Driver) menjadi salah satu pesan serius kalau doi Darth Vader wanna be banget, bahkan lebih urakan dan emosi (baca: baperan). So, engga heran jika geng First Order yang dikomandoi oleh Supreme Leader Snoke (Andy Serkis) makin ditakuti. Atau lagi-lagi ngingetin Darth Vader sama Emperor.

Nostalgi(l)a fans Star Wars petjah lewat kehadiran karakter-karakter lawas, seperti Han Solo (Harrison Ford), Luke Skywalker (Mark Hamill), Putri Leia (Carrie Fisher), Chewbacca (Peter Mayhew), dan C-3PO (Anthony Daniels). Meski berbeda lintas generasi (umur), jokes yang ditawarin benar-benar natural dan berhasil ciptain gimmick yang asik antar pemain baru dengan senior. Engga salah jika Rey dan Finn masuk banget dengan humor Han dan Chewie di Millenium Falcon buat poin ini.

Star Wars: The Force Awakens Lucasfilm 2015
Star Wars: The Force Awakens Lucasfilm 2015

Nyinggung soal visual dan sound, Disney pun engga setengah-setengah buat nanganin film sekelas Star Wars. Overall, kualitas keduanya cukup detail dan membuat mata kita ‘nangis’ kagum dan telinga kita ‘luluh’. *asli engga lebay.

Khusus plot cerita, Abrams menjaganya dengan cukup konsisten, engga maksa, dan sangat manusiawi. Perpindahan scene-nya bisa dikatakan mirip dari film terdahulu. Penyesuaian ini pun berhasil membangun inti cerita Star Wars kepada setiap penonton –engga cuma fans setia tapi juga buat orang yang baru pertama kali nonton.

Nyaris engga ada celah di ‘The Force Awakens’, saya pun hanya punya catatan kalau unsur nostalgi(l)a yang dikemas Disney ini emang (sekedar) mirip dengan ‘Episode IV: A New Hope’ dan terkesan main aman. But who cares? Engga penting mau gimana, saya sebagai penontonnya cukup puas dan merasakan lahirnya generasi baru Star Wars.

Engga perlu banyak spoiler sok tahu, karena saya tahu betul itu [spoiler] ‘sakitnya gimana’, dan saya rasa Kawan Muda bisa langsung ngerti ‘Generasi Baru’ yang saya sebut tadi setelah nonton ‘Episode VII: The Force Awakens’. Seperti yang saya bilang, kamu bakalan tahu kerennya Star Wars setelah menontonnya sendiri. Hopefully you enjoy it and may the force be with you!

Comments

comments

Saliki Dwi Saputra
Penulis dan tukang gambar.