Senin, 30 November 2020
Ngulik

Dari Sekeping DVD Bajakan Sampai ke Makelar Proyek Pemerintah, Lika-liku Ibu Kota Ala Joko Anwar di ‘A Copy of My Mind’

(Sumber: instagram.com/tarabasro)

Genmuda – Nama Joko Anwar tentu udah engga asing lagi di industri perfilman Tanah Air. Setiap film yang digarapnya selalu punya daya tarik tersendiri yang engga terduga, engga terkecuali film terbarunya yang berjudul ‘A Copy of My Mind’.

‘A Copy of My Mind’ merupakan film kelima Joko Anwar, menyusul ‘Janji Joni’ (2005), ‘Kala’ (2007), ‘Pintu Terlarang’ (2008), dan ‘Modus Anomali’ (2012). Dibintangi oleh Tara Basro, Chicco Jerikho, Ario Bayu, Maera Panigoro, dan Paul Agusta, film ini pun kembali jadi ajang eksperimen Joko Anwar.

(Sumber: Dok. 'A Copy of My Mind')
(Sumber: Dok. ‘A Copy of My Mind’)

‘A Copy of My Mind’ berkisah tentang seorang cewek bernama Sari (Tara) yang sehari-harinya kerja sebagai pegawai salon buat nyambung hidup di Ibu Kota. Abis kerja, doi biasanya bakal ke toko DVD bajakan buat nyari film monster favoritnya dan langsung pulang ke kosannya buat nonton film tersebut.

Suatu kali, Sari terpaksa balik lagi ke toko DVD bajakan langganannya buat komplain masalah alih bahasa yang ngaco. Pas minta tuker DVD baru ke si pemilik toko, doi malah disuruh ngomong sama Alek (Chicco), si pembuat alih bahasa. Doi pun langsung protes ke Alex soal kerjaannya yang engga becus.

Nah, berawal dari pertemuan mereka di toko DVD bajakan tersebut, Sari dan Alex mulai ngerasain adanya ketertarikan satu sama lain dan akhirnya lanjut ngejalin hubungan. Hingga kemudian, hubungan mereka itu harus terancam saat Sari nyuri sekeping DVD dari salah seorang kliennya yang bernama Ibu Mirna (Maera), yang merupakan tahanan di penjara eksklusif.

(Sumber: Dok. 'A Copy of My Mind')
(Sumber: Dok. ‘A Copy of My Mind’)

Awalnya, Sari nekat buat ngambil DVD Ibu Mirna karena doi ngira kalau DVD tersebut merupakan DVD film monster. Siapa sangka, DVD tersebut ternyata berisikan bukti rekaman transaksi korupsi yang ngelibatin calon presiden yang lagi kampanye. Dilema dan konflik pun ngelanda Sari dan Alek.

Di bagian awal, ‘A Copy of My Mind’ cenderung terasa lambat. Tapi, hal itu sebenarnya engga jadi masalah karena di situ Joko Anwar lagi berusaha buat nonjolin karakter dan chemistry yang kuat di antara Sari dan Alek. Lewat kedua tokoh utama yang diperanin dengan sangat apik tersebut, kamu bakal diajak buat ngelihat kehidupan Ibu Kota yang engga selamanya gemerlap.

(Sumber: Dok. 'A Copy of My Mind')
(Sumber: Dok. ‘A Copy of My Mind’)

Lebih lanjut, ‘A Copy of My Mind’ berhasil ngehadirin dialog dan set yang terkesan natural banget. Saking dekatnya film ini dengan kehidupan sehari-hari, kamu mungkin bakal ngerasa kayak lagi engga nonton film, tapi kayak lagi ngelihat langsung kisah orang-orang yang memang ada di sekitar kamu.

Bukan cuma itu, pembangunan konflik di ‘A Copy of My Mind’ juga terbilang halus. Cuma dari sekeping DVD bajakan, banyak masalah bisa digali dan tampilin Joko Anwar dalam durasi 116 menit, termasuk masalah sosial dan politik kayak kasus korupsi makelar proyek pemerintah. Walau bagian akhirnya ngegantung, justru di situlah penonton dikasih kesempatan buat narik kesimpulan sendiri.

Yang lebih menariknya lagi, ‘A Copy of My Mind’ pun engga melulu soal konflik atau sesuatu yang kelam. Ada kalanya sejumlah sindiran satir di film ini juga bakal bikin kamu senyum-senyum sendiri. Ibaratnya, Joko Anwar bisa banget nyentil kamu dengan sesuatu yang memang ada dan nyata di kehidupan kamu.

(Sumber: Dok. 'A Copy of My Mind')
(Sumber: Dok. ‘A Copy of My Mind’)

So, Joko Anwar lagi-lagi udah sukses ngehasilin suatu masterpiece lewat ‘A Copy of My Mind’. Jujur, relalistis, asli, sungguh-sungguh, engga dibuat-buat atau ngada-ngada, semua bisa kamu temuin di film ini. Engga heran juga kalau film ini udah mondar-mandir ke sejumlah festival film bergengsi kayak Venice Film Festival, Toronto International Film Festival, Busan Film Festival, dan Rotterdam International Film Festival serta menang 3 dari 7 nominasi Piala Citra di Festival Film Indonesia (FFI) 2015.

‘A Copy of My Mind’ bakal mulai tayang di bioskop Tanah Air pada hari Kamis (11/2) besok. Well, iya sih hari ini memang ada pula film superhero Hollywood yang baru tayang. Meski begitu, engga ada salahnya ‘kan kamu ngedahuluin nonton film karya sineas dalam negeri sebelum nonton film asing? Happy watching!

(sds)

Comments

comments

Gabrielle Claresta
Eccentric daydreamer