Selasa, 1 Desember 2020
Hiburan

10 Fakta Penting yang Perlu Kamu Ketahui Sebelum Dateng ke Jazz Gunung Bromo 2017

©Genmuda.com/2017 TIM.Anak-anak Maliq & D'Essentials, Monita (dua dari kanan), dan Dewa Budjana (paling kanan) lagi perhatiin omongan Djaduk Ferianto di konferensi pers Jazz Gunung Bromo di Jakarta, Kamis (20/7). ©Genmuda.com/2017 TIM.

Genmuda – Indahnya jazz dan merdunya gunung kembali berpadu pada Jazz Gunung Bromo 2017. Ampliteater terbuka Jiwa Jawa Resort, Desa Wonotoro, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo udah nunggu kedatangan para musisi, penikmat jazz, dan pecinta gunung pada 18-19 Agustus nanti.

Konferensi pers terakhir Jazz Gunung Bromo 2017 digelar di Jakarta, Kamis (20/7) jadi tanda kesiapan panitia dan para penampil. Monita Tahalea, Dewa Budjana, dan anak-anak Maliq & D’Essentials hadir di acaranya. Ada juga trio founder Jazz Gunung Bromo, Sigit Pramono, Butet Kartaredjasa, dan Djaduk Ferianto.

Pada acara itu, panitia umumin informasi tambahan dan fakta-fakta tambahan supaya para penonton siap nikmatin acara tahun kesembilan itu. Coba deh baca poin-poin pentingnya di bawah ini.

1. Suhu di lokasi sekitar 5 derajat celcius

via giphy.com

Djaduk Ferianto bilang kalo suhu lokasi acara pada ketinggian 2.000 mdpl lagi dingin-dinginnya Agustus nanti. “Di sana, suhunya bisa sampai 5 derajat celcius. Jadi, pakailah baju anti dingin. Karena, tiap tahun selalu saja ada yang salah kostum sehingga akhirnya tidak bisa menikmati Jazz Gunung,” kata Djaduk.

2. Mulai lebih cepat

Atas permintaan para penggila fotografi sepanjang tahun, panitia akhirnya majuin jadwal festival sebanyak satu jam. Tahun lalu, kegiatannya mulai sekitar pukul 16.00 waktu setempat. Tahun ini, acaranya berlangsung pukul 15.00 WIB. “Dengan begitu, penonton masih bisa berfoto dengan pencahayaan cukup,” tutur Djaduk.

3. Penampil hari pertama

©Genmuda.com/2017 TIM.
That moment lo berhasil mengabadikan ekspresi kocak personil Maliq. ©Genmuda.com/2017 TIM.

Walau belum ada rundown detil, panitia udah nentuin line-up harian. Pada hari pertama, Dewa Budjana Zentuary, Surabaya All Star, SonoSeni Ensemble, Monita Tahalea, Paul McCandless with Charged Particles, dan Maliq & Essentials nampil.

4. Penampil hari kedua

Besoknya, SonoSeni Ensemble main lagi disusul Indra Lesmana Keytar Trio, Ring of Fire Project bersama Idang Rasjidi, Sri Hanuraga Trio feat Dira Sugandi, dan pastinya Glenn Fredly. Kata Mas Djaduk, “Ring of Fire Project sedang siapkan kejutan untuk penampilan nanti,” tuturnya.

5. Penghargaan buat Jack Lesmana

via dennysakrie63.files.wordpress.com
Jack Lesmana (RIP) masa muda. (Sumber: dennysakrie63.wordpress.com).

Acara yang targetnya menghadirkan 4.000 pengunjung itu mau ngasih penghargaan kepada seorang musisi jazz yang biasa dipanggil “Bapak” sama musisi lain. Dialah Jack Lesmana yang merupakan orang tua Indra Lesmana.

6. Maliq mau promoin album baru di penampilan perdana mereka

Pada konferensi pers, Angga Maliq bilang doi dan rekan-rekan satu bandnya mau ngenalin lagu-lagu dari album baru. Meski begitu, lagu pilihan di album lama juga pasti dibawain supaya penonton tetep menggeliat.

“Konsernya pasti akan keren banget karena ini pertama kali kami ngejazz di atas gunung. Tantangannya pasti banyak karena udara dingin. Akan tetapi, aku pasti akan ajak temen-temen main golf untuk dateng,” tutur Angga.

7. Monita Tahalea pernah “ketiban kabut”

©Genmuda.com/2017 TIM.
Monita Tahalea. ©Genmuda.com/2017 TIM.

Pada penampilan doi di Jazz Gunung 2014, Monita pernah ‘ketiban kabut’. “Saat bawain lagu kedua atau ketiga, tiba-tiba kabut turun sehingga aku engga bisa liat penontonnya. Saat bernapas pun yang aku hisap bukan udara, melainkan kabutnya. Untung gak panik, jadi bisa terus manggung,” cerita doi.

Nah, doi udah gak sabar ngerasain pengalaman seru apa lagi yang dihadirkan Bromo. Selain itu, Monita juga ngajak para pengunjung untuk jaga kebersihan dan ikut kegiatan bersih-bersih sampah yang bakal disematkan pada acara nanti.

8. Dewa Budjana main sama timnya

Dewa Budjana pun bakal ngasih penampilan terbaik doi bareng anak-anak Zentury. Itu merupakan kali pertama doi manggung dengan grup sendiri di Jazz Gunung Bromo. Tapi, gitaris band Gigi itu udah pernah mengiringi Djaduk Ferianto sama anak-anak Ring of Fire Project di salah satu Jazz Gunung Bromo.

9. Ngomongin nasionalisme

Fungsi acara ini bukan cuma sebagai hiburan dan tempat cuci mata, tapi juga kegiatan yang bikin penonton dari berbagai latar belakang dipersatukan sama musik. Karena itulah, tema kegiatannya adalah “Merdekanya Jazz Meneguhkan Indonesia.”

“Musik jazz bisa melebur dengan banyak aliran musik. Kondisi seperti itu yang kami harapkan dimiliki anak muda untuk menjaga keutuhan Indonesia meski banyak perbedaan di antara warganya,” kata Butet Kartaredjasa.

10. Tiket satu dekade Jazz Gunung Bromo udah bisa dibeli

via tenor.com

Tahun depan, Jazz Gunung genap berusia 10 tahun dan rencananya mau dibuat lebih spesial. Acaranya bakal berlangsung 3 hari dan tiketnya bisa langsung dibeli pada saat pementasan Jazz Gunung 2017 nanti.

Kalo bisa disimpulin, Kawan Muda yang mau nonton acara jazz anti-mainstream ini harus siapin baju anti dingin. Abis itu, browsing-browsing deh tentang Jack Lesmana biar paham kenapa doi patut diberikan penghargaan. Lalu, siapin uang lebih karena tiket tahun depan udah bisa dipesen. Sampai ketemu di Jazz Gunung Bromo, genks! (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.