Jum'at, 23 Oktober 2020

Genmuda – Media sosial kadang emang suka disalahgunain sama beberapa orang. Bukannya dipake buat nyebarin hal yang positif dan menebar kebaikan, eh beberapa orang di luar sana malah memilih media sosial sebagai tempat buat melakukan sarkasme dan menyindir beberapa pihak.

Hal ini dilakukan juga sama pejabat kita yang terhormat, di DPR. Gak merujuk ke satu orang sih, tapi hal ini emang merujuk langsung ke DPR-nya, karena jelas banget di akun instagramnya @dpr_ri. Di akun itu, DPR jelas banget menyindir kinerjanya KPK, yang katanya tukang nguping, dan gak mau mengusut kasus mega korupsi. Nah, kayak gimana ya sindirannya?

Gini katanya akun @dpr_ri gengs

via: Instagram
(Sumber: Instagram)

Akun Instagram DPR yang udah punya follower sebanyak 96.800 orang ini langsung diserang sama rakyatnya sendiri di postingannya 1 hari yang lalu. Di 2 postingan yang berlatar belakang warna biru dan ungu itu DPR dinilai menyindir kinerja KPK, yang katanya justru gak ada kerjanya. Apa iya gak ada kerjanya?

Di postingan ini, wakil rakyat kita menyindir KPK yang katanya gak mengusut kasus korupsi yang besar. Dengan kalimat pembuka caption “MEGA KORUPSI KPK DIAM SAJA” ini udah cukup bikin netizen kesel, dan malah balik menghujat mereka di kolom komentarnya, begini nih kira-kira suara,

“@elisawidz: Akun ini mirip kayak lambe turah khusus KPK. Nyinyir mulu, kerja kagak.

@andy_anzi: Akun resmi dpr ri gak punya malu amat dah posting kek beginian, nyindir2 lewat medsos macam abg aja.

@diah_ndud: Bukannya diam pak dpr tp buktinya lom komplit. Huznudzon dulu deh… satu2 ya. Biar e-ktp jalan dulu. KPK terancam tuh pak penyidiknya. Lindungi jg donk pak penyidik KPK. Tenang. Nanti akan ada waktunya korupsi pelindo dibuka.”

Eits, gak cuma dengan satu postingan aja nih DPR kita nyindir dan sarkas ke KPK. Ada nih 1 lagi, bahkan di postingan ini, DPR bilang KPK itu tukang nguping. Hm, kalo KPK kerjanya tukang nguping, DPR kerjanya tukang ngapin ya gengs kira-kira? Hehehe.

via: Instagram
(Sumber: Instagram)

Mau tau komen-komen kritis tapi nyinyir para netijen? Nih, coba baca aja di bawah:

“@dark.iyus: BPK gak selalu bener pak, kmrn aja anggotanya ada yg tercyduk.

@andrewpratama: @dpr_ri min lo yang bener lah buat post. Ketua lo aja jadi tersangka.

@pijarmatahari21: Akun badut badut senayan mencoba mencari kambing hitam. Maling teriak maling. Akun para koruptor. @dpr_ri sarang nya pencuri uang rakyat. #SAVEKPK.”

Duh, wakil rakyat kok kayak akun gosip ya. Emang gak bisa kalo gak sarkas?

via: giphy

FYI, sarkasme atau tindakan menyindir ini termasuk ke dalam salah satu verbal abusive. DPR sebagai wakil rakyat gak seharusnya melakukan hal itu. Tapi, tau gak sih kamu kenapa orang melemparkan sindiran dan apa akibat buruk dari sarkasme dan nyindir ini?

Sindiran dan sarkasme ini bisa terjadi karena 3 hal, yang pertama karena insecurity, yang kedua karena kemarahan yang tersembunyi dan terakhir adalah karena social awkwardness. Terus buat akibatnya, ada beberapa hal yang bisa dialami sama kamu yang abis melakukan sarkasme dan menyindir itu, antara lain kedua pihak jadi saling curiga antar satu sama lain.

Selain itu, kamu juga bakal dicap pengecut karena cuma bisa ngomong di medsos aja. Nyindir dan sarkas sama orang lain juga gak menyelesaikan masalah kamu, tapi justru malah memperparah. Kamu juga malah bakal bisa diserang balik karena tindakan kamu itu. Jadi, jangan coba-coba ngikutin apa yang dilakukan sama admin akun Instagram DPR ini ya!

Terus DPR nya sendiri gimana menyikapi hal ini?

Image result for setya novanto tersangka
(Sumber: CNN Indonesia)

Disengaja atau gak, yang jelas akun DPR tetep diserang sama netizen. Akun tersebut kayaknya juga udah punya kuping tebel sebelum nekad memposting kedua gambar nyinyir tersebut. Setelah Genmuda.com kroscek ke salah satu relawan Wiki DPR tentang gimana tanggapan anggota DPR soal itu, doi bilang anggota DPR itu gak membela diri juga terkait hal itu, cuma emang mereka tetep kekeuh kalo Pansus KPK untuk Hak Angket itu udah bener. Duh… Kok jadi saling tuduh dan menyelidiki gini ya? (sds)

Comments

comments

Fiany Intan Vandini
The youngest reporter on the 2nd floor of Gen Muda Office.