Selasa, 1 Desember 2020

Genmuda – Sebenernya, isu buat pengurangan angka 0 di mata uang Rupiah ini udah berhembus dari tahun lalu. Istilah ini dinamakan redenominasi. Belum tau? Oke, jadi redenominasi adalah penyederhanaan nilai mata uang jadi lebih kecil tanpa mengubah nilai tukarnya, misalnya uang yang tadinya Rp 1000, jadi Rp 1.

Itu contohnya aja sih, karena ternyata gak semudah itu semua rupiah bisa lewat proses redenominasi. Dari pihak atasnya aja udah memandang kalo hal ini belum jadi prioritas, soalnya rancangan UU nya baru sampai tahap Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2017.

Pihak Bank Indonesia bilang, redenominasi ini bertujuan supaya mata uang Rupiah itu lebih ringkas dan gak kebanyakan angka 0-nya. Jadi gak repot saat penjumlahan atau perkalian dalam jumlah yang besar.

Lebih tepatnya, redenominasi ini bisa ngebantu dalam hal pencatatan di dunia bisnis atau dalam hal penyusunan anggaran negara yang nilainya sampe triliunan, atau yang angka 0-nya ada 12 digit. Dengan redenominasi, semua perhitungan bisa jadi lebih gampang karena 3 angka 0 terakhirnya dihilangkan.

Butuh berapa lama Rupiah bisa redenominasi?

Kebijakan redenominasi Rupiah disarankan oleh Gubernur Bank Indonesia, yaitu Agus Martowardojo. Dilansir dari bisniskeuangan.kompas.com, Agus mengaku kalo proses redenominasi ini gak bisa instan, dan butuh waktu yang cukup lama.

“Kami merekomendasikan, karena redenominasi ini baik untuk reputasi ekonomi Indonesia dan juga efisiensi dan akuntabilitas. Jadi ini bisa jadi suatu yang bisa dipertimbangkan untuk dibahas, saya ingatkan lagi, redenominasi butuh transisi 7-8 tahun”, kata Pak Agus.

Lebih lanjut, implementasi dari redenominasi juga tergantung sama waktu dan kondisi di Indonesia sendiri. Tapi yang pasti sih mesti didukung sama kestabilan ekonomi juga.

“Implementasi tergantung waktu dan kondisi. Jadi kalau sudah tenang politik dan ekonominya stabil, sosialisasi dengan baik baru dijalankan.” ujar Deputi Gubernur BI, Ronald Waas.

Alasan lain dari redenominasi apa?

via giphy.com

Semakin kecil mata uang di negara tersebut, akan makin bagus ya. Karena alasan tadi, supaya makin praktis dan ringkas. FYI, mata uang kita yang Rp 100.000 adalah mata uang kedua terbesar di dunia setelah Vietnam yang mencetak 500.000 dong Vietnam.

Kalo ditelisik lagi, mata uang kita itu terlalu tinggi buat di kurs-kan dengan mata uang lain. Misalnya, 1 dolar Amerika seharga Rp 15.000, dan 1 poundsterling kira-kira Rp 17.000. Coba kalo redenominasi ini berjalan, maka makin praktis lah kita ketika 1 dollar Amerika jadi cuma Rp 15, dan 1 poundsterling cuma seharga Rp 17.

Ada gak negara yang berhasil melakukan redenominasi?

via: Pop Sugar

Ada kok, beberapa negara yang berhasil meredenominasi adalah Rumania, Polandia, Ukraina dan Turki. Buat contoh, kita ambil negara Turki ya. Sejak 2005, Turki meredenominasi mata uang lira secara bertahap selama tujuh tahun. Sejak itu, semua uang yang lama Turki (Turki Lira/ TL) dikonversi jadi Lira yang baru (YTL, Y berarti yeni atau baru).

Kurs konversi adalah YTL 1 untuk 1.000.000 (menghilangkan enam angka nol). Di tahap awal, mata uang TL dan YTL beredar secara bersamaan selama setahun. Terus, mata uang lama yaitu TL ditarik secara bertahap dan digantikan sama YTL.

Di tahap selanjutnya, sebutan yeni pada mata uang baru dihilangkan sehingga mata uang YTL kembali menjadi TL dengan nilai baru. Selama tahapan redenominasi, inflasi Turki tetap stabil di kisaran 8-9 persen.

Terus, apa kendala besar proses redenominasi?

Cash Money.gif

Selain kendala dari RUU di pihak pemerintah, kendala lain juga pasti dirasain sama BI karena mesti menyiapkan anggaran lagi, setelah beberapa bulan lalu telah mencetak uang dengan desain baru. Bahkan, desain lama pun belum semua ketarik di pasaran.

Namun kasus di atas sebenernya gak bisa disebut kendala sih, karena ketika pihak BI yang mengajukan ini pasti udah didasari sama perhitungan dan pertimbangan yang matang. Sekarang tinggal masyarakat Indonesia aja yang mesti diedukasi ketika uang pecahan baru beneran baru. Jangan malah dikira uang dengan pecahan baru itu adalah uang palsu karena digit 0-nya berkurang ya. (sds)

Comments

comments

Fiany Intan Vandini
The youngest reporter on the 2nd floor of Gen Muda Office.