Minggu, 20 Mei 2018

Genmuda – Kekerasan dalam hubungan ada banyak bentuknya. Selain dengan melukai fisik atau marah besar, itu terjadi dalam bentuk kesunyian. Misalnya, dengan cuekin pacar sampai menganggapnya enggak ada.

Sementara cowok identik melakukan kekerasan dalam bentuk fisik, cuek bebek atau silent treatment itu kekerasan batin yang khas cewek lakukan. Walau gak terlihat, efeknya nyata dirasakan oleh para korban (baca: cowok).

Kamu yang cewek pasti bersikeras menentang pernyataan tersebut. Namun tulisan Richard Zwolinski di psychcentral.com, menegaskan kalo silent treatment adalah bentuk mengontrol, menghukum, menghindari, sekaligus mengecilkan korbannya.

“Itu adalah cara paling membuat frustrasi bahkan bagi orang sabar sekalipun,” kata Zwolinski. Korbannya bisa merasa dirinya gak berguna, gak dianggap, terintimidasi, dikucilkan, bahkan marah-marah.

Kekanak-kanakan dan narsis

via photobucket.com
(Sumber: photobucket.com)

Orang yang kesulitan mengontrol impuls (keinginan mendadak) cenderung melakukan silent treatment saat mengalami masalah dengan orang lain. Zwolinski menjelaskan kalo cara itu menandakan sikap kekanak-kanakan.

“Anak kecil biasa cemberut menahan napas saat keinginannya tak terkabul. Silent treatment–sebagai bentuk penyalahgunaan sikap–merupakan versi orang dewasa dari sikap kekanak-kanakan itu,” jelas Zwolinski.

Ilmuan itu juga menjelaskan kalo orang yang narsis yang ada masalah sama orang lain cenderung lebih sering mendiamkan orang tersebut. “Itu adalah taktik khas para narsis,” tulis Zwolinski.

Bentuk-bentuk silent treatment

via Istimewa
(Sumber: Istimewa)

Pada perkembangannya, silent treatment juga bisa muncul dalam bentuk jutek. “Misalnya, dengan menjawab pertanyaan dalam jawaban pendek dan ketus walau ditanya dengan ramah,” terang Zwolinski.

Bentuk lain dapat berupa pengalihan pembicaraan. Orang yang sedang ngambek menolak menjawab ketika ditanya hal yang membuatnya kesal, kemudian mengalihkan pembicaran ke topik lain seolah tak terjadi apapun.

“Korban akan merasa tak berdaya kemudian terpaksa meminta maaf terhadap kesalahan yang mungkin tidak dia lakukan dengan niat buruk,” ungkap Zwolinski. Kejadian itu bukan cerita baru, kan?

Korbannya bisa menderita secara fisik

via Istimewa
(Sumber: Istimewa)

Pada tulisan lain, dijelasin kalo korban yang didiamkan tanpa diberitahu sebabnya bakalan menderita secara fisik. Situs exploringyourmind.com bilang kalo ada bagian otak yang bereaksi ketika seseorang merasa dicuekin.

Ketika bagian itu aktif, bagian tubuh lain akan meresponsnya. Kepala bisa sakit tak tertahankan bahkan stres berkepanjangan yang berujung susah tidur, depresi, gangguan pencernaah, bahkan mag.

Karena itulah, kedua tulisan itu menyarankan kalo komunikasi adalah solusi yang paling bagus buat menyelesaikan masalah antara kamu dengan pacar, teman kerja, sahabat, atau orangtua.

Lagipula, ini sudah Bulan Ramadhan. Silaturahmi jangan sampai putus, loh! (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.