Kamis, 29 Oktober 2020

Genmuda – Nikah muda lagi marak nih, Kawan Muda. Meski gak baru-baru banget di telinga kalian, namun nikah muda saat pandemi jadi keuntungan sendiri buat kalian yang pengen ngirit budget karena gak harus resepsi besar-besaran demi nama gengsi.

Akan tetapi permasalahan nikah bukan karena usia atau perihal ngirit semata. Faktanya menikah itu gak sebatas membalikan telapak tangan. Banyak keputusan dalam rumah tangga yang perlu kalian ambil berdua. Maka sebab itu sebelum kalian mantap memutuskan melangkah ke hubungan yang lebih serius, gak ada salahnya untuk mendiskusikan 5 hal ini sama calon pasangan.

1. Keuangan

via Youth Manual
(Sumber: Youth Manual)

Bukan sekedar kasih uang bulanan terus bisa hidup sejahtera hingga akhir masa. Engga gitu dong. Ini realita hidup yang gak ada game shark-nya. Di masa sulit seperti sekarang penting buat mengkomunikasikan kondisi keuangan kalian. Jangan sampai pas menikah baru ketahuan ‘borok kantong’ masing-masing.

Jangan diasumsikan materialistis ya, gengs. Idealnya dengan mengetahui kondisi keuangan kalian, maka saat menikah akan lebih jelas pemasukan dan pengeluaran yang didapatkan. Sehingga antara pengeluaran bulanan, dana darurat, uang tabungan, dan lain sebagainya dapat diatur menyesuaikan pendapatan kalian berdua.

2. Kesehatan

via: Getty Images
(Sumber: Istimewa)

“Udah isi belum?”

Pertanyaan basa-basi busuk kayak gini pasti akan menimpa kalian setelah menikah. Lumrah kok. Namun, ini satu dari sekian permasalahan rumah tangga yang berkaitan sama kesehatan kalian. Sisanya? Masih banyak. Maka demikian kalo kalian emang dari awal serius gak ada salahnya mendiskusikan masalah kesehatan masing-masing kepada pasangan.

Harapan kalian mediskusikan ini jelas supaya gak ada drama di kemudian hari. Dan jika mau kata-kata lebih bijak, mungkin diksusi ini akan berguna untuk saling menjaga satu sama lain. Tsadies!

3. Komitmen

via Istimewa

Dengan memutuskan hidup sebagai pasangan suami istri otomatis kalian terikat janji suci baik dari segi agama hingga hukum yang berlaku di Indonesia. Jadi jangan anggap nikah itu bisa putus nyambung kayak layangan. Gak bisa gitu, gengs.

Kawan Muda harus siap menerima baik-buruk dari pasangan kalian, karena dengan menikah maka kalian harus siap tumbuh bersama. Gak peduli posisi kalian lagi senang atau sedih, yang jelas kalian harus melewati itu berdua. Sanggup? Kalo belum, penulis sarankan kalian buat ngobrol dari hati ke hati.

4. Ilmu rohani yang mempuni

Penulis percaya bahwa pernikahan bukan cuma menyatukan sepasang bucin menjadi suami-istri di dunia, namun juga di akhirat. So, yakinkan dulu sama calon pasangan mengenai pandangan kalian untuk memperdalam ilmu rohani. Yang cewek pengen punya imam yang baik, begitu pula sebaliknya. Perlu digarisbawahi ilmu rohani juga menjadi modal utama kalian sebagai calon orang tua terhadap anak-anak kalian nanti.

5. Tempat tinggal

(Sumber: Istimewa)

Gak lucu dong, habis nikah terus kalian bingung mau tinggal dimana? Mau numpang sama orang tua atau belajar mandiri dengan memiliki rumah sendiri? Maka dari itu penting buat mendiskusikan masalah ini sebelum kalian menikah. Faktanya menurut Badan Pusat Statistik Indonesia, penduduk produktif Indonesia (usia 15-64 tahun) diproyeksikan menjadi 179,1 juta jiwa pada tahun 2020, dan generasi milenial (usia 21-36 tahun) berkontribusi pada sekitar 63,5 juta orang.

Hal ini menjadikan generasi milenial sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cukup signifikan, salah satunya adalah memiliki properti murah dan strategis. Paham dengan kebutuhan tersebut, Graha Raya menawarkan hunian nyaman dan aman dengan harga terjangkau bagi pasangan muda. Dilengkapi berbagai fasilitas untuk mendukung aktifitas sehari-hari, termasuk akses yang mudah dijangkau segitiga emas (Serpong – Jakarta Selatan – Jakarta Barat).

Dikembangkan oleh PT. Jaya Real Property Tbk, Graha Raya memiliki pertumbuhan fasilitas dan aksesibilitas yang pesat. Selain itu, pembenahan dalam menanggulangi permasalahan banjir juga terus dilakukan dengan seksama. “Kami menanggapi permasalahan banjir secara serius, dan mengambil berbagai tindakan yang diperlukan untuk mencegah terjadinya banjir saat curah hujan tinggi, antara lain dengan melakukan pelebaran sungai, mengurangi sedimentasi tanah sungai, serta penanggulangan lainnya yang kami lakukan secara berkala,” ujar Adyuta Danaparamita, Manager Pemasaran Graha Raya.

Gimana? Siap mendiskusikan 5 hal di atas bareng pasangan? Kalo belum cicil aja dulu diskusinya satu persatu sambil menunggu saldo tabungan kalian bertambah berkali-kali lipat. Semangat ya!

Comments

comments