Sabtu, 22 September 2018
Ngulik

Bertransformasi dan Nyari Jati Diri Bareng Rihanna di Album ‘Anti'(-mainstream)

Rihanna - 'Anti' (Sumber: Christopher Polk/Getty Images for WESTBURY ROAD ENTERTAINMENT LLC)

Genmuda – Buat kamu para penggemar Rihanna, tahun ini pasti udah jadi tahun yang kamu tunggu-tunggu banget. Gimana engga, Kawan Muda? Setelah lebih dari tiga tahun engga ngerilis album baru, idola kamu itu akhirnya kembali dengan sesuatu yang berbeda di album ‘Anti’.

‘Anti’ merupakan album studio ke-8 Rihanna, menyusul album ‘Unapologetic’ di tahun 2012. Album yang dirilis lewat Westbury Road dan Roc Nation ini udah tersedia buat pengunduhan digital gratis di Tidal pada 28 Januari dan bisa dibeli di sejumlah took music online sehari kemudian. Album ini juga udah diluncurin secara fisik pada hari Jumat (5/2) kemarin.

FYI, engga kayak ‘Unapologetic’ yang ngegabungin unsur pop dan R&B dengan elemen dubstep dan musik elektronik lainnya, ‘Anti’ justru jauh lebih didominasi sama nuansa R&B dan dancehall, yang menurut RiRi lebih “soulful” dan “agresif”. Lirik-liriknya pun makin banyak ngebahas soal hubungan, seks, hasrat, maupun obat-obatan, tapi intinya engga jauh-jauh dari soal jujur ke diri sendiri.

(Sumber: Ace Showbiz)

Bukan cuma itu, jangan harap di ‘Anti’ kamu bakal nemuin lagu yang bisa bikin kamu jejingkrakan banget, soalnya sebagian besar treknya merupakan lagu-lagu mid dan down-tempo. Kamu juga pasti bakal kesulitan buat nentuin lagu mana yang bakal jadi hits, mengingat di album ini RiRi cenderung lebih fokus buat nunjukin dirinya yang sesungguhnya ketimbang buat kejar target.

Dengan kata lain, ‘Anti’ pada dasarnya merupakan suatu upaya RiRi buat jadi anti-mainstream dengan maduin beragam unsur musik. Hal tersebut bahkan udah doi umumin di bagian awal album lewat single ‘Consideration’. Di lagu kolaborasinya bareng SZA itu, doi bilang, “I got to do things my own way, darling.”

Meski begitu, hampir semua trek yang ada di ‘Anti’ nyatanya merupakan trek-trek easy listening yang berpotensi besar buat jadi lagu favorit banyak orang, baik penggemar RiRi atau bukan. Coba aja kamu dengerin ‘Kiss It Better’. Chorus balada pop dan R&B yang terinspirasi dari musik tahun 80 dan 90-an itu pasti bakal dengan mudah terngiang-ngiang di kepala kamu.

‘Kiss It Better’ pun belum seberapa kalau dibandingin sama ‘Work’, yang turut nampilin vokal Drake. Walau aslinya berkisah soal hubungan dan seks, hook yang catchy dari lagu reggae-pop itu bisa juga loh jadi nyanyian penyemangat pas kamu mulai tergoda buat malas-malasan di kantor.

Sementara itu, beralih ke lagu lain yang engga kalah keren, ada pula ‘Desperado’ dan ‘Needed Me’. Kalau ‘Desperado’ cenderung mid-tempo dan nampilin vokal RiRi yang dalam, ‘Needed Me’ justru down-tempo dan kedengaran lebih lepas. Diselingi sama ‘Woo’, kamu pun bakal makin ngerasa hanyut di ‘Anti’.

Tapi, ternyata ada lagi loh beberapa trek lainnya di ‘Anti’ yang benar-benar nunjukin kekuatan vokal Rihanna, yaitu ‘Love on the Brain’ dan ‘Higher’. Di kedua balada yang musiknya engga jauh beda itu, RiRi justru lebih banyak ngejangkau nada-nada tinggi yang sebelumnya mungkin jarang banget doi lakuin.

(Sumber: Female First UK)

So, bisa dibilang selama ini RiRi sama aja kayak Sia di ‘This is Acting’, di mana doi ngerasa udah ngebawain lagu-lagu yang menurutnya bukan dirinya banget. Engga heran, doi akhirnya lebih banyak terlibat di dalam proses pembuatan ‘Anti’ buat nunjukin kalau doi bukan sekedar penyanyi lagu-lagu hits, tapi juga penyanyi yang punya kebebasan buat berkreasi.

Langkah berani yang RiRi ambil lewat ‘Anti’ pun sebenarnya engga jauh beda kayak langkah Taylor Swift di album ‘1989’. Sama kayak Taylor, doi nyoba buat ngelakuin rebranding dan transformasi dengan ngeeksplorasi hal-hal baru pas udah berada di puncak karir. Walau risiko yang harus dihadapi memang besar — khususnya risiko hasil yang anti-klimaks, hasil yang diperoleh engga kalah sepadan.

(sds)

Comments

comments

Gabrielle Claresta
Eccentric daydreamer