Senin, 13 Juli 2020
StudentKampus

Siapa Bilang Anak Kuliah Cuma Jago Demo? Ini 7 Prestasi Mahasiswa Indonesia dalam Sains dan Seni

via IstimewaPrestasi mahasiswa Indonesia emang engga ada abisnya! (Sumber: Istimewa)

Genmuda – Prestasi Indonesia lagi bergeser, nih. Kalo beberapa saat lalu Merah Putih berkibar tinggi di kompetisi badminton, kali ini kebanggaannya muncul dari bidang ilmu pengetahuan dan seni. Serius! Indonesia tetep punya prestasi, kok.

Lebih membahagiakannya lagi, gengsi tinggi itu diraih oleh generasi muda Indonesia, yaitu para mahasiswa. Iri ya? Bagus, deh. Itu tandanya ada kemauan besar seperti mereka-mereka yang Genmuda.com ceritain di bawah ini.

1. Wahyu-Asri-Prayoga yang temukan alat anti ngantuk

via cnnindonesia.com
Penemu Alakantuk pamerin temuan mereka. (Sumber: cnnindonesia.com)

Wahyu Tasry Naufal, Asri Anjani, dan Prayoga Bintang Primawan dari Universitas Brawijaya (Unibraw) bikin sebuah alat bernama Alas Duduk Anti Kantuk (Alakantuk). Alat yang diletakkan di atas kursi itu bakal ningkatin detak jantung supaya gak ngantuk.

Utamanya, bermanfaat besar bagi para sopir supaya gak tidur sambil berkendara. Tapi, bisa juga dipakai orang-orang kantoran supaya tetep melek meski suasana kerja lagi super duper membosankan. Saat ini, Alakantuk lagi nunggu proses dipatenkan.

2. Romi-Nurul-Sakinah-Alfian temukan alat kurangi polusi minyak di laut lepas

via cnnindonesia.com
Tada~ini dia para penemunya. (Sumber: cnnindonesia.com)

Eceng gondok yang mengganggu pemandangan air diolah jadi sebuah solusi mengurangi pencemaran minyak di laut lepas. Setelah dicampur sekam padi dan bakteri khusus, eceng gondok olahan itu bisa mendegradasi minyak secara alami tanpa nimbulin pencemaran baru.

Temuan itu ada berkat riset dan kerja keras Romi Dwi Nanda, Mauliddiana Nurul Ilyas, Nur Sakinah Junirahma, dan Muhammad Alfian Arifin. Keempat mahasiswa Unibraw itu juga lagi sibuk ngurus hak paten karya mereka yang dinamai Maboa.

3. Dimas-Bagus-Singgih-Casilda-Faidatul temukan peti anti bakteri

via goodnewsfromindonesia.id
Lagi-lagi Unibraw, lagi-lagi Unibraw. (Sumber: goodnewsfromindonesia.id)

Lagi-lagi, anak Unibraw yang temuin alat bermanfaat ini. Apabila karya Dimas Triardianto, Bagus Wisnu, Singgih Mahardika, Casilda Aulia, dan Faidiatul Andika udah paten dan diproduksi massal, para petani buah engga perlu gunakan pestisida dan kerepotan menjaga buah tetep bebas bakteri dan steril.

Cukup simpan buah di dalam peti, maka buah itu tetap steril. Soalnya, peti bernama MAZTER ini mengalirkan gas ozon yang secara otomatis langsung bunuh makhluk-makhluk mikroba, termasuk jamur dan sporanya.

4. Juliani-Hana-Nurfriana-Desyntasari-Diana penemu lem bedah jantung

via goodnewsfromindonesia.id
Ini para penemu lem jantung. (Sumber: goodnewsfromindonesia.id)

Lem jantung temuan para kebanggaan Universitas Airlangga itu berfungsi mencegah kebocoran pada bayi, sebuah penyakit yang ternyata berpotensi terjadi di semua orang. Penelitian Juliana Nurazizah, Hana Zahra, Putri Nurfriana, Putri Desyntasari, dan Diana Fitri ini pun akhirnya didanai Kemenristekdikti.

FYI, lem tersebut terbuat dari bahan dasar yang ditemuin di lendir siput, loh. Gak usah ilfil duluan gitu, dong. Lem yang udah jadi kan udah diolah dengan seksama, sehingga tetep steril dan aman dipakai.

5. Yuli-Nuhnia-Ika-Bagus penemu “Dimipobo”

via goodnewsfromindonesia.com
(Sumber: goodnewsfromindonesia.com)

Disaster Mitigation Pop-Up Book (Dimipobo), atau dalam Bahasa Indonesianya adalah Buku Timbul untuk Mitigasi Bencana tercipta atas ide kecil yang punya solusi bagi masalah besar. Yuli Widiyatmoko, Nuhnia Reny, Ika Vebrianti, dan Bagus Wibowo pengen buku itu jadi panduan anak-anak SD untuk sigap menghadapi bencana.

Arahan di dalam buku ciptaan mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) itu juga dibikin ringan. Semua keterangannya diambil dari kebiasaan suku-suku Baduy menghindari bencana. JSYK, suku Baduy merupakan suku yang memilih hidup dekat dengan alam dan jauh dari kemodernan.

6. Padus Voca Eruditha berprestasi di Spanyol

via goodnewsfromindonesia.id
(Sumber: goodnewsfromindonesia.id)

Anak-anak paduan suara Voca Eruditha Universitas Sebelas Maret raih Fransisco Vallejos Award untuk interpretasi lagu yang luar biasa dalam perlombaan padus di Spanyol, 17-23 Juli lalu. Selain itu, mereka juga bawa pulang Juara III kategori Polyphony (padus banyak suara) dan Habaneras (padus lagu irama Kuba).

7. Padus Unpad jawara di Austria

via unpadchoir.com
(Sumber: unpadchoir.com)

Piala kategori folksong di ajang International Competition of Choral Singing Austria yang terselenggara 7-9 Juli jatuh ke tangan Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Unpad. Gak cuma lomba, mereka juga mewakili Indonesia dalam misi kebudayaan Indonesia Kirana 2017. Tujuan misnya, jelas ngenalin kebolehan seni-budaya Indonesia ke dunia.

Sekarang, mari kita berdoa supaya Indonesia bisa ngasih kesempatan bagi mereka supaya lebih maju. Dengan begitu, gak bakalan ada yang “kabur” karena diambil negara tetangga. Amiin. Nah, Keren-keren banget kan sepak terjang mahasiswa Indonesia. Kawan Muda jangan mau kalah, ya. Tetep semangkaaa! (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.