Selasa, 18 Januari 2022

Genmuda – Mentang-mentang mayoritas pemimpin dunia sepakat mengurangi global warming salah satunya dengan daur ulang, developer game jadi latah ikut-ikutan. Sejumlah judul lama dibuat kembali supaya bisa dimainin di konsol modern.

Sebagian fans menganggap itu sebagai upaya nostalgia yang mengurangi rasa rindu. Ada juga yang beranggapan berbagai studio game mulai kehabisan akal membuat judul baru dengan gameplay, jalan cerita, dan tantangan baru.

Dari sisi developer, daur ulang dilakuin buat bagusin kualitas, nambahin fitur, hingga sisipkan jalan cerita serta gameplay yang seharusnya ada di game lama. Makanya, bisa juga disebut sebagai upaya remake.

Di antara berbagai judul, di bawah ini adalah contoh remake game yang paling ambisius. Saking ambisiusnya sampai ada yang berkali-kali didaur ulang kayak gak ada konsep permainan lain yang lebih bagus. Nih, baca aja selengkapnya!

1. Tetris

via cirrisapp.com
(Sumber: cirrisapp.com)

Game buatan Uni Soviet ini rilis dalam gambar bit tanpa warna tahun 1984. Setelah “meledak” di negara asal, diekspor lah ke Amerika Serikat lalu ngehits hingga seluruh dunia.

Kini, game yang grafis awalnya berformat 2D berkali-kali dibuat ulang oleh developer yang berbeda. Salah satunya, Developer Bhushan Jain yang bikin Cirris, Tetris versi 3D untuk iPhone.

2. Mario Bros

via Istimewa
(Sumber: Istimewa)

Game yang populer (banget) di Nintendo ini rilis tahun 1983 bukan pake konsep cerita petualangan menyelamatkan putri dari penculikan. Tapi, game satu level dengan tujuan menghabisi musuh sambil menghindari halang-rintang.

Dua tahun kemudian, rilis “Super Mario Bros” yang merupakan “Mario Bros” versi drama alias ada ceritanya. Sejak itulah Mario bertualang menyelamatkan putri. Setelah masuk ke ponsel tahun 2016, game ini dibuat versi 3D open-world dalam judul “Super Mario Odyssey.”

3. Pokemon

via polygon.com
(Sumber: polygon.com)

Kurang afdhal apabila membahas game daur ulang tanpa cantumin Pokemon.” Game yang rilis di Jepang, 1996 ini ceritain petualangan seorang anak tukang adu pokemon yang pengen jadi ‘raja sabung’ terbaik.

Hingga Pokemon generasi ketujuh tahun 2017 pun cerita game-game “Pokemon” tetep tentang anak yang hobinya sabung monster dan pengen jadi yang terbaik. Cerita gak jauh beda, tapi grafis terus membaik dan jumlah pokemon terus bertambah.

4. Final Fantasy VII

via technobuffalo.com
Remake FF VII dari game RPG jadi game action-RPG. (Sumber: technobuffalo.com)

Sejak kali pertama Cloud Strife muncul di “Final Fantasy VII,” gamer dikenalin pada sosok cool, pantang nyerah, dan bersahabat. Game yang memulai debut tahun 1997 ini pun menyisakan banyak pesan soal perjuangan warga kelas bawah dan pastinya patah hati mendalam.

Saking melekatnya di hati, Square Enix (dulu namanya Squaresoft) sampe merilis judul ini berkali-kali. Misalnya, versi PC, versi PS3, versi PS Vita, versi PS TV, juga versi smartphone. Versi lebih HD game ini juga mau rilis di PS4 dan Xbox One, antara April-Juni 2018.

5. The Elder Scrolls V: Skyrim

punktid.com
(Sumber: punktid.com)

Seperti halnya Square Enix terhadap “FF VII,” Bethesda Softworks terhadap “TESV: Skyrim” pun demikian. Setelah penjualan game rilisan 2011 ini melejit dan meraup hampir semua kategori Game of The Year berbagai kompetisi, Skyrim terus di daur ulang.

Pertama, rilis Legendary Edition pada 2013. Tiga tahun kemudian, rilis lagi “Skyrim Special Edition” untuk PS4 dan Xbox One. Setahun berikutnya, rilis versi Nintendo Switch. Dan pada 2017, rilis Skyrim VR.

Meski keliatan gak bisa move on dari judul game populer, daur ulang juga bisa dipandang sebagai upaya developer menguji coba teknologi gaming yang baru. Berdoa aja supaya uji cobanya berhasil sehingga lahir judul baru dengan konsep yang benar-benar fresh dan next gen.

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.