Selasa, 28 Mei 2024

Genmuda – Shazam! Fury of The Gods jadi film baru yang tayang bulan Maret ini. Masih berlanjut dengan film pertamanya, kisah Shazam kali ini akan menjadi penyambung dari film-film superhero DC terdahulu.

Sebagai pengingat, Shazam! (2019) mendapatkan respons yang cukup baik dari para kritikus film. Meski filmnya cenderung receh, namun karekter superhero DC ini seolah menjadi lawan serius dari film Marvel yang tayang beberapa minggu sebelumnya.

Masih digarap sama David F. Sandberg, yuk simak review Genmuda.com untuk film Shazam! Fury of The Gods berikut ini.

Shazam! vs Putri Dewa Atlas

Shazam! Fury of The Gods ©WarnerBros Pictures/2023

Cerita masih berlanjut dengan kehidupan Billy Batson (Asher Angel) yang memperoleh kekuatan Shazam (Zachary Levi) bersama saudara tirinya. Kali ini mereka bertemu dengan putri-putri Dewa Atlas yang ingin membalaskan dendamnya keapada Champion Shazam yang dianggap mengambil kekuatan para dewa yang menjadi hak mereka.

Mereka kemudian pergi ke bumi untuk mencari tongkat yang menjadi sumber kekuatan ayah yang berada di bumi dan disembunyikan di dalam Rock of Eternity -yang kita kenal sebagai markas Shazam.

Problem lantas muncul saat Freddy Freeman (Jack Dylan Grazer) menunjukan kekuatannya. Hal ini malah memancing para putri Atlas untuk mengambil kekuatan para Champions dari masing-masing keluarga Billy.

Di satu sisi, Billy juga harus bertanggung jawab atas kekacauan di kota Philadelphia. Alih-alih jadi pahlawan, mereka malah dianggap beban oleh warga sekitar. Lantas apa yang akan dilakukan oleh Billy? Bagaimana caranya menyemalatkan kota dari serangan para dewa?

Receh tapi syarat pesan keluarga

Shazam! Fury of The Gods ©WarnerBros Pictures/2023

Shazam! Fury of The Gods mungkin bisa dibilang sebagai salah satu film superhero DC yang menghibur. Banyak celetukan dan referensi budaya pop yang sengaja diselipkan agar membuat film ini semakin jenaka buat para remaja. Bahkan, David F. Sandberg berani menyenggol soal MCU yang menjadi rival berat mereka dalam semesta film-film superhero, atau soal Star Wars, Harry Potter, hingga Fast and Furious.

Soal cerita, film kedua Shazam ini juga terasa lebih ringan tapi tetap syarat dengan pesan keluarga. Di sini Billy menjadi contoh superhero yang berani bertanggung jawab demi keselamatan keluarganya.

Di sisi lain, konflik serupa juga dialami oleh ketiga anak-anak dewa Atlas. Mereka memiliki sudut pandang dan motif tersendiri untuk membalaskan dendam orang tua mereka terhadap umat manusia.

Gak cuma itu doang, gengs! Shazam! Fury of The Gods juga menampilkan sejumlah easter eggs seru yang sayang untuk kalian lewati. Kalo pun ada yang kurang, mungkin cuma ada pada konflik yang cukup sederhana. Namun sekali lagi, itu semua bisa penulis maklumi lantaran proyek Shazam emang menyasar penonton 13 tahun ke atas.

Kesimpulan

Shazam! Fury of The Gods ©WarnerBros Pictures/2023

Perpaduan konflik superhero dengan keluarganya mungkin udah sering banget kita temui. Menariknya, Shazam! Fury of The Gods punya sisi lain yang menarik untuk digali. Film ini seolah menegaskan jika keluarga adalah yang utama, meski kalian tidak memiliki hubungan darah secara langsung.

FYI, Shazam! Fury of The Gods juga menyimpan dua adegan credit yang menjadi bocoran untuk film DCEU selanjutnya. Di Indonesia film ini tayang mulai Rabu (15/3/2023), berikut trailernya!

Our Score

(sds)

Comments

comments