Kamis, 28 Mei 2020

Genmuda – Harley Quinn kembali beraksi di Gotham. Setelah tampil menonjol dalam film “Suicide Squad” (2016) kini pasangan Joker itu mencoba peruntungan dalam film solo bertajuk “Birds of Prey” dan menampilkan sejumlah karakter di komik Batman.

Digarap oleh sutradara film “Dead Pigs” (2018), Cathy Yan, film ini berusaha menampilkan sisi emansipasi wanita dalam banyak aspek. Tampil lebih awal dua hari di Indonesia ketimbang di Amerika Serikat pada 7 Februari 2020, berikut Genmuda.com kasih ke Kawan Muda ulasan lengkapnya. Cekidot!

Barisan wanita sakit hati

©Warner Bros./2020

Cerita dibuka oleh animasi pendek dari kelanjutan kisah cinta Harley Quinn (Margot Robbie) dengan Joker yang kandas di tengah jalan. Lama menjadi pacar penjahat nomor satu di Gotham kehadiran Quinn jelas disegani oleh banyak orang. Seolah gak ada orang yang percaya kalo dirinya udah beneran putus, Quinn lantas meledakan laboratorium tempat ia jadian sama Joker di film sebelumnya.

Alih-alih pengen move on dari label ‘ceweknya Joker’ Quinn sering berulah dan memancing banyak musuh lamanya. Satu demi satu kesialan yang menimpa dirinya seakan gak pernah ada habisnya setelah putus dari Joker. Salah satu musuh yang paling ingin membunuhnya adalah Black Mask (Ewan McGregor).

Seiring berjalannya waktu kesialan dari nasib buruk Quinn turut mempertemukannya dengan cewek-cewek yang senasib sepenanggungan. Mereka adalah Helena Bertinelli (Mary Elizabeth Winstead), Black Canary (Jurnee Smolett-Bell) dan Renee Montoya (Rosie Perez).

Konflik kepentingan keempat antihero ini lantas memiliki benang merah, yakni mendapatkan keadilan atas kerja keras mereka selama ini. Ngerasa punya tujuan yang sama mereka sepakat berkomplot dan menuntut keadilan versi mereka sendiri di kota Gotham.

Plot rapih walau humornya banyak yang ‘miss and run’

©Warner Bros./2020

Narasi yang dibawa oleh Quinn dari awal hingga akhir terbilang cukup menghibur dalam ranah DCEU. Ia berusaha menggiring penonton buat mengikuti alur maju-mundur dari naskah karangan Christina Hodson.

Berusaha tampil beda dan fresh sejumlah humor turut dihadirkan dalam film “Birds of Prey”. Sayang aja dari sekian banyak humor yang ditawarkan gak sedikit yang miss buat penonton.

Tema feminisme mungkin gak baru-baru banget dalam film adaptasi komik. Inilah yang bikin pengembangan konflik di film terasa biasa banget. Klise emang, tapi apa sih yang bisa lo harapkan lebih dari film sekuel turunan “Suicide Squad”?

Kesimpulan

©Warner Bros./2020

Saving the best for the last, “Birds of Prey” boleh dibilang sebagai antitesis dari flop-nya beberapa film DCEU. Ia tampil sebagai antiheronya DC layaknya Deadpool di Marvel.

Gak mengecewakan tapi cukup menghibur di beberapa bagian. Image Harley Quinn yang nempel banget sama Margot Robbie juga berhasil dieksplor dengan baik oleh aktris sekaligus produser film ini. Absurd tapi berhubungan dengan masalah hidup banyak orang seperti patah hati, jadi bucin, diragukan banyak orang, dan masih banyak lagi.

FYI, Motorcycles juga ikut mendukung film Birds of Prey (and the Fantabulous Emancipation of One Harley Quinn) di seluruh dealernya di seluruh dunia di lebih dari 650 lokasi.

Kawan Muda masih penasaran? Simak trailernya aja di bawah sebelum ke bioskop.

Comments

comments

Saliki Dwi Saputra
Penulis dan tukang gambar.