Minggu, 19 September 2021

Genmuda – Mortal Kombat menjadi film yang dinanti di masa pandemi ini. Tayang mulai Rabu 14 April 2020 di Indonesia, film adaptasi video game ini menampilkan banyak aktor laga lintas negara. Seseru apa filmnya? Berikut ulasan dari Genmuda.com buat Kawan Muda!

Masih lebih baik dari pendahulunya

©WarnerBros/2021

Sama seperti film Mortal Kombat sebelumnya cerita mempertemukan konflik petarung Earthrealm dengan Outworld dalam kompetisi bernama Mortal Kombat. Bedanya di sini sutradara Simon McQuoid mengemasnya dengan lebih kekinian lengkap dengan bumbu drama.

Penonton langsung diajak flashback ke Jepang dimana hidup seorang ninja legendaris sekaligus petarung Earthrealm bernama Hanzo Hasashi (Hiroyuki Sanada). Kedamaian hidup sang ninja lalu terusik oleh teroro dari petarung Outworld bernama Bi-han alias Sub-Zero (Joe Taslim) yang berniat menghabisi Hanzo serta keturunannya.

Cerita kemudian beralih ke sosok Cole Young (Lewis Tan), seorang petarung MMA yang rela menerima banyak pukulan demi uang. Alih-alih mencari penghasilan dari pertarungan di atas ring, Cole tidak menyadari bahwasannya ia mewarisi tanda petarung Mortal Kombat lantaran sama-sama mewarisi darah dari Hanzo Hasashi.

Inilah yang menjadikan Cole diburu oleh para petarung Outworld yang dipimpin oleh Shang Tsung (Chin Han). Sadar keselamatan dirinya dan keluarganya teracam, Cole lantas mendapatkan bantuan dari Sonya Blade (Jessica McNamee) dan Jax (Mehcad Brooks), mantan militer yang diam-diam menyelidiki riwayat dari turnamen Mortal Kombat.

Tampil lebih baik, meski terganggu banyak ‘sensor’

©WarnerBros/2021

Di atas kertas pembangunan cerita film terasa lebih natural dan padat. Drama keluarga yang dihadirkan pada sosok Hanzo dan Cole seolah memberikan sisi humanis yang bikin penonton terasa iba. Hal itu juga didukung oleh akting Joe Taslim sebagai Sub-Zero. Sebagai sosok antagonis, doi berhasil menimbulkan karakter bengis dan gak kenal ampun.

Kehadiran petarung lain dari Earthrealm dan Outworld sejatinya menarik untuk diikuti. Namun kurangnya adalah komposisi yang terasa dipadatkan dan diburu-buru. Secara tampilan efek CGI serta koreografi yang disajikan sejatinya gak ada masalah, tapi semua itu agak terasa terganggung dengan adanya sensor dari LSF.

Kalian yang mengikuti game Mortal Kombat mungkin sedikit kecewa dengan hilangnya adegan-adegan fatality. Efeknya banyak pertarungan yang telah dibangun secara seru jadi harus kehilangan GONG-nya.

Kesimpulan

©WarnerBros/2021

Penulis menilai film “Mortal Kombat” 2021 memiliki banyak nilai positif ketimbang film sebelumnya yang dirilis tahun 1995. Melihat masih banyaknya petarung yang belum muncul di film ini maka menarik untuk ditunggu bagaimana kemungkinan film ini menelurkan sekuel.

Daripada kalian penasaran langsung aja tonton filmnya untuk teman ngabuburut. Eits, jangan lupa untuk selalu patuhi prokes selama menonton di bioskop.

Comments

comments

Saliki Dwi Saputra
Penulis dan tukang gambar.