Selasa, 20 Oktober 2020

Genmuda – Hiruk-pikuk para pemburu diskon ramein pameran teknologi Indocomtech 2017 di Jakarta Convention Center Senayan, Rabu (1/11). Sebagian besar pengunjung dateng demi gadget murah di area depan, padahal masih terhampar ratusan teknologi hingga ke samping dan belakang.

Keriuhan area depan makin menjadi karena ada clearance sale. Sejumlah brand ponsel memangkas harga produk hingga 80 persen. Harga yang tadinya jutaan rupiah kini turun drastis hingga ratusan ribu rupiah tanpa banyak basa-basi.

Belum lagi, ada atraksi teriak-teriakan para penjual berwajah ganteng/cantik manggil calon pembeli layaknya para pedagang ITC atau sentra penjualan lainnya. Daya tarik itu yang akhirnya bikin antrean memanjang dari lantai atas hingga lantai bawah JCC.

Beli buat koleksi, tapi juga bisa dijual lagi

©Genmuda.com/2017 TIM
©Genmuda.com/2017 TIM

“Saya memang ke sini untuk nyari ponsel diskon. Ini dapat Lenovo K15 Plus dengan harga 800 ribu dan Samsung Galaxy S4 Mini dengan harga 700 ribu rupiah,” tutur Abdu (32) yang udah antre selama dua jam tapi masih senyum.

Dia bilang, kedua ponsel itu dibeli buat koleksi. Padahal, untungnya lumayan kalo dijual lagi. Lenovo K15 Plus baru kan masih laku dengan harga sekitar 1,8 juta hingga 2 juta rupiah, sementara Galaxy S4 Mini masih laris dengan banderol 1 jutaan rupiah.

Kunjungan kali ini merupakan kunjungan keempatnya di Indocomtech. Meski antre selama dua jam dan masih belum tiba di depan kasir, dia merasa relatif lebih lengang daripada acara sebelumnya. “Acara tetep meriah dan banyak pilihan gadget,” tutur Abdu.

Gak semua barang didiskon gila

©Genmuda.com/2017 TIM
©Genmuda.com/2017 TIM

Hanya aja, gak semua barang masuk ke dalam daftar diskon atau clearance sale. Harga ponsel Apple iPhone 6 sama sekali gak dimiringin dari toko biasa. Akibatnya, Dini (20) gagal belanja karena bete duluan.

“Aku ke sini pengen nyari iPhone 6. Tapi, gak jadi beli karena harganya gak jauh beda dari toko di luar,” tutur cewek yang berharap bisa nego ponsel idamannya itu di counter-counter luar pameran.

Saat ditanya alasannya gak beli ponsel lain yang sama bagusnya, Dini bilang gak ada ponsel lain yang lebih bagus dari iPhone. “Lagipula, aku ke sini untuk beli iPhone. Kalau beli yang lain, takut menyesal nantinya,” tuturnya.

Pengunjung yang dateng buat kebutuhan hi-tech juga ada

©Genmuda.com/2017 TIM
©Genmuda.com/2017 TIM

Meski kebanyakan pengunjung Indocomtech 2017, Rabu merupakan konsumen gadget kayak Abdu dan Dini, ada juga kok mereka yang memandang kemajuan teknologi sebagai peluang lebih produktif.

Contohnya, Lupita (23). Cewek yang kerja di salah satu perusahaan penyedia teknologi finansial itu dateng buat liat-liat hosting, alias jasa penyedia sekaligus pembuatan website.

“Aku tertarik sama salah satu perusahaan hosting yang buka stand di sini. Tadi habis bertanya-tanya,” kata dia. Genmuda.com doain Lupita dan penyedia hosting itu berjodoh, sehingga bisa sama-sama nyari untung lebih besar lagi.

Area bisnis relatif lebih sepi. Itu biasa

©Genmuda.com/2017 TIM
©Genmuda.com/2017 TIM

Berdasarkan pengamatan singkat dari opening hingga sore, “area bisnis” di Indocomtech cenderung lebih sepi pengunjung daripada “area konsumen.” Ketua Yayasan Apkomindo Indonesia Hidayat Tjokrodjojo bilang, itu hal biasa.

“Di manapun, sebagian besar orang dateng ke sebuah pameran untuk mencari diskon. Mereka memang suka suasana yang riuh. Lain dari pebisnis. Mereka datang dengan tenang, berdiskusi, tandatangan nota pembayaran, lalu beli barang dua kontainer,” cerita pak Hidayat dari pengalaman.

Beliau berharap, pengunjung pada akhirnya bukan cuma hadir untuk belanja, tapi juga belajar tentang perkembangan teknologi. Sepanjang acara kan ada seminar dari para pelaku teknologi. Jadi, pasti bermanfaat banget infonya. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.