Rabu, 23 September 2020

Genmuda – Selain handphone, dompet adalah barang yang bisa bikin kamu mati gaya kalo ketinggalan. Karena fungsinya menyimpan barang-barang berharga, mulai dari kartu identitas, kartu ATM, uang tunai, hingga foto pacar (kalo ada) engga heran kalo dompet wajib dibawa saat berpergian.

Sama kayak handphone, dompet umum ditaro di dalam kantong bekalang celana. Selain praktis, kantong belakang ibarat jodohnya dompet. Saat lupa bawa dompet yang dirogoh pasti kantong belakang kamu, bukan kantong belakang orang lain.

Saking PW (baca: posisi Paling Wenak), sepanjang hari posisi dompet engga pernah berubah. Mau kamu lagi nyetir, duduk, jongkok, salto, atau guling-guling (Anggap aja lagi ujian masuk militer), dompet selalu berada di kantong.

Kebiasaan ngantongin dompet di saku belakang masih sering dilakuin sama para cowok. Wajar, karena bentuk dompet cowok cuma itu-itu aja, kotak. Titik. Paling cuma beda sekat, warna, dan harganya aja. Sedangkan dompet cewek bentuknya lebih variatif.

Tapi balik lagi sama kebiasaan ngantongin dompet di kantong belakang. Para pakar kesehatan bilang kalo kebiasaan itu sangat berbahaya bagi kesehatan syaraf dan tulang belakang kamu. Serius lo? Serius banget.

Dapat merusak syaraf dalam jangka panjang

Dalam medis sindrom ngantongin dompet seperti ini disebut ‘hip-pocket syndrome’ atau ‘wallet-neuropathy’. Para ahli menjelaskan jika terjadi lonjakan penderita sakit punggung di bagian bawah, terutama pada cowok-cowok. Setelah dipelajari, ternyata penyebabnya gara-gara salah menaruh dompet.

“Saat ini semakin banyak pasien saya yang datang ke klinik dengan keluhan seperti itu. Kondisi ini dipicu oleh posisi dompet yang menekan saraf di belakang tubuh dan seiring waktu bisa menyebabkan linu panggul,” ujar Julian Forth, seorang fisioterapis di Buckhurst Hill, Essex, dilansir BBC News.

via: stocktonchiropractic.co.uk
Kira-kira kayak gini posisi tulang belakang kamu (Sumber: stocktonchiropractic.co.uk)

Secara sederhana, syarat yang berada sepanjang sumsum tulang belakang akan tertekan dan memberikan rasa nyeri. Semakin tebal isi dompet kamu, semakin besar juga tekanan yang diberikan kepada syaraf di tulang belakang.

Efek yang paling mudah dirasain adalah sering merasa nyeri pada leher, punggung, bahu serta saraf yang ada pada bagian pinggul ke bawah. Tanpa sadar, kondisi seperti ini dapat membuat tulang, otot dan saraf menjadi engga seimbang dan kemudian membuat Kawan Muda cenderung duduk dengan posisi miring, berpusat pada panggulnya untuk menjaga keseimbangan saat duduk. Dan ini pun ditandai dengan posisi bahu yang merosot.

Kalo kamu udah mulai ngerasain gejala kayak gitu, para ahli menyarankan kamu supaya meletakan dompet di tempat alternatif lainnya sebelum duduk. Usahakan pula mencari tempat duduk yang nyaman dengan permukaaaan datar sehingga engga mengganggu syaraf dan struktur tulang belakang kamu.

Nah, daripada di kemudian hari posisi bahu kamu merosot, mulai deh ubah kebiasaan ngantongin dompet di kantong belakang mulai dari sekarang. Kalo engga mau repot kamu bisa kok pakai tas kecil saat bepergian. Selamat mencoba!

Comments

comments

Saliki Dwi Saputra
Penulis dan tukang gambar.