Sabtu, 5 Desember 2020

Genmuda – Sejak hadir di industri musik Tanah Air beberapa tahun yang lalu, bisa dibilang nama Raisa makin hari makin engga ada matinya. Perkembangannya sebagai seorang musisi pun terbukti lewat album terbarunya yang berjudul ‘Handmade’.

‘Handmade’ merupakan album ketiga Raisa setelah album ‘Raisa’ (2011) dan ‘Heart to Heart’ (2013). Berisi 11 trek, album ini resmi diluncurin pada 20 April. Sebelumnya, single ‘Jatuh Hati’ dan ‘Percayalah’ (feat. Afdan) udah lebih dulu dirilis di tahun 2015, disusul single ‘Kali Kedua’ pada akhir Maret yang lalu.

Judul ‘Handmade’ pada dasarnya mengacu pada proses pengerjaan album yang benar-benar dilakuin sendiri sama Raisa dan timnya. Dibanding dua album pertamanya, kali ini doi lebih banyak terlibat dalam setiap detail. Engga heran, doi juga nganggap album ini sebagai albumnya yang paling personal.

Dewasa secara cinta dan jiwa

Raisa di acara konferensi pers showcase peluncuran album 'Handmade' di Ciputra Artpreneur, Rabu (27/4) (Foto: Genmuda.com/2016 Gabby)
Raisa di acara konferensi pers showcase peluncuran album ‘Handmade’ di Ciputra Artpreneur, Rabu (27/4) (Foto: Genmuda.com/2016 Gabby)

Secara tema, ‘Handmade’ sebenarnya masih engga jauh-jauh dari seputar urusan percintaan. Ibaratnya, bukan Raisa namanya kalau engga bisa bikin kamu galau dan bahkan sampai nangis bombay lewat lagu-lagunya yang engga cuma ngiris, tapi juga nancep banget di hati.

Buktinya, dari awal ‘Handmade’ kamu udah dibombardir sama sederetan lagu cinta, salah satunya adalah ‘Kali Kedua’. Lewat single utama ciptaan Dewi ‘Dee’ Lestari itu, kamu bakal diajak buat nelusurin suatu kisah CLBK, di mana rasa cinta justru jadi makin besar setelah ngerasain kehilangan (tsah!).

Namun demikian, Genmuda.com setuju dengan pendapat Rayendra Sunito selaku salah satu produser ‘Handmade’ bahwa Raisa sekarang ngehadirin galau dengan versi yang lebih dewasa. Entah kebetulan atau gimana, hal tersebut persis kayak apa yang terjadi pada Adele dan album ’25’. Pertambahan usia dan berbagai pengalaman hidup pun tentu jadi beberapa faktor pengaruhnya.

Well, iya sih suasana di ‘Handmade’ memang terkesan lebih gelap. Tapi di balik itu, Raisa juga ngasih sesuatu yang lebih dalam secara makna. Doi di sini engga pengen bikin kamu cuma galau yang berkeluh kesah aja, tapi lebih ke galau yang reflektif dan bisa ngehasilin suatu pemikiran yang lebih baik.

Coba aja kamu dengerin ‘Sang Rembulan’, ‘Letting You Go’, ‘Usai Di Sini’, dan ‘Biarkanlah’. Lewat lirik-liriknya yang sederhana dan mudah dipahami, Raisa udah nunjukin sisi dirinya yang lebih bijaksana dalam ngehadapin masalah dan mau belajar buat nerima sesuatu yang engga sesuai harapan.

Tapi, lebih dari pada itu, kedewasaan Raisa di ‘Handmade’ justru lebih terlihat dan terwakili lewat ‘Nyawa dan Harapan’. Di lagu tersebut, doi ngungkapin gimana doi ngelihat keadaan dunia saat ini. Singkatnya, doi mulai nunjukin kedewasaan jiwa lewat pandangannya terhadap masalah sosial. Wajib kamu dengerin banget, Kawan Muda!

Aransemen berbeda yang lebih catchy

(Sumber: Istimewa)
(Sumber: Istimewa)

Selain nunjukin sisi yang lebih dewasa dari diri seorang Raisa, ‘Handmade’ juga ngehadirin sejumlah aransemen yang lebih beragam. Secara musik, ada beberapa lagu yang sound­-nya terdengar lebih kaya daripada lagu-lagu lainnya, sehingga ngebikin album ini engga monoton dan masih tetap penuh warna.

Contohnya adalah ‘Percayalah’ (feat. Afgan). Berbeda dari versi yang udah dirilis di tahun lagu, ‘Percayalah’ di album ini terkesan jauh lebih simpel. Meski begitu, lagu tersebut tetap terdengar sempurna lewat vokal Raisa dan Afgan yang saling ngelengkapin.

Lain halnya dengan ‘Tentang Cinta’. Diiringi isian gitar, lagu tersebut ngasih nuansa yang lebih ceria, sesuai sama kayak gimana seharusnya nuansa cinta itu sendiri. Kata “cinta” yang diulang-ulang di sepanjang lagu pun semacam jadi penegasan akan hal tersebut.

Raisa di acara konferensi pers showcase peluncuran album 'Handmade' di Ciputra Artpreneur, Rabu (27/4) (Foto: Genmuda.com/2016 Gabby)
Raisa di acara konferensi pers showcase peluncuran album ‘Handmade’ di Ciputra Artpreneur, Rabu (27/4) (Foto: Genmuda.com/2016 Gabby)

Sementara itu, engga kalah menarik dari ‘Percayalah’ dan ‘Tentang Cinta’, ada pula ‘Letting You Go’. Walau liriknya ngajak kamu buat mikirin soal keputusan ngelepasin si dia, musiknya justru bakal ngebawa kamu ke suasana yang lebih chillax, jadi lagi-lagi tingkat kegalauan kamu bisa ikut diminimalisir.

Belum usai sampai di situ, musik yang berbeda juga bisa kamu rasain lewat ‘Nyawa dan Harapan’. Keterlibatan paduan suara anak-anak jelas ngasih warna tersendiri, engga cuma buat lagu tersebut, tapi juga buat ‘Handmade’. Versi live-nya bakal ngaduk-ngaduk emosi dan bikin kamu merinding banget deh pokoknya, Kawan Muda.

Finally, secara keseluruhan bisa disimpulin kalau ‘Handmade’ pada dasarnya masih engga jauh beda dari karya-karya Raisa sebelumnya. Namun demikian, di album ini Raisa nunjukin perkembangan yang signifikan dalam hal pendewasaan diri maupun dalam hal bermusik. Engga salah kalau ada yang bilang ini adalah album terbaiknya sejauh ini. Bravo Raisa!

(sds)

Comments

comments

Gabrielle Claresta
Eccentric daydreamer