Senin, 17 Januari 2022

Genmuda – Suskes memulai debut di tahun 2013 lewat album ‘The Bones of What You Believe’, Chvrches (baca: Churches) tancap gas di tahun ini lewat album terbaru ‘Every Open Eye’. Sebagai new-comers, Lauren Mayberry (vokal, additional synthesysers), Iain Cook ( synthesisers, gitar, bass), dan Martin Doherty (synthesisers, vokal) berhasil membuktikan jika musik mereka layak diperhitungkan.

Dirilis pada 25 September 2015, album kedua mereka memiliki cover yang cukup kalem, simpel, dan cukup dewasa. Berisikan 11 lagu, Kawan Muda bakal langsung disuguhkan oleh nuansa beat yang cukup kuat dengan lirik yang engga kalah keren dari lagu-lagu sebelumnya seperti ‘The Mother We Share’ atau ‘We Sink’. Dua tahun berselang para pengamat dan fans mereka pun dibuat penasaran, bakal seperti apa ya album keduanya ini.

Cover album kedua Chvrches ‘Every Open Eye’ (foto: Theverge)

Harus diakui kalau debut mereka di tahun 2013 cukup menyita perhatian publik. Mulai dari respon positif sampai kritik sinis. Salah satu yang mungkin Kawan Muda ingat adalah cibiran dari salah satu pentolan Linkin Park, Mike Shinoda. Doi pernah bilang kalau musik Chvrches terdengar seperti musik-musik di film anak-anak Disney. Engga sampai di situ doang, ternyata sang vokalis juga sering dijadikan bahan ejekan ‘misogyny’ –kebencian kepada wanita.

Berdasarkan sejumlah pengalaman tersebut Iain juga mengakui kalau album ini ‘cukup emosional’. Hal itu terbukti lewat tiga single awal, ‘Never Ending Circles’, ‘Leave a Trace’, dan ‘Keep You On My Side’ yang terbukti punya ambiance kuat dan berani. Bukan tanpa alasan kan jika ‘Leave a Trace’ dipercayai sebagai comeback-nya Chvrches.

Pembuktian musisi Glasgow ini pun dapat kamu rasakan lewat single ‘Make Them Gold’ dan ‘Clearest Blue’. Praktis kedua lagu tersebut menjawab kritikan publik kepada Lauren. Vokalis sekaligus mantan wartawan ini pun melemparkan kritik pedas lewat lagu ‘Clearest Blue’. Sedangkan ‘Make Them Gold’ dirasa cukup sebagai bentuk terima kasih atas dukungan para fans kepada Chvrches.

Buat menurunkan tempo di album ini, kamu bakal disuguhin lagu ‘High Enough to Carry You Over’. Kalau di album pertama Doherty ambil bagian di lagu ‘Under The Tide’, maka kali ini kamu bisa mendengarkannya di lagu ‘High Enough to Carry You Over’. Entah karena saya yang suka gimmick doi di ‘Under The Tide’, tapi kali ini lagu yang dinyanyikannya terasa kurang begitu greget aja buat didengerin di tengah lagu. (Mungkin karena beatnya terlalu datar).

Penilaian tersebut engga lantas menjadikan album ‘Every Open Eye’ terasa garing buat didengerin. Faktanya dari 11 lagu yang ada semuanya mampu menggambarkan musik Chvrches yang lebih dewasa, kritis, dan berani. Jika dibandingkan dari album pertamanya tentunya masih sedikit berbeda, terutama dalam perpaduan musik yang cendrung ‘pop’ banget. Tapi bicara soal musik dan liriknya, album ini jelas melampaui debut ‘The Bones of What You Believe’.

Kalau sebelumnya mereka sering dianggap cocok mengisi soundtrack games atau film-film Disney, kayaknya ketiganya telah berhasil membuktikan siapa mereka di album ini. “Good Jobs Chvrches!”

Comments

comments

Saliki Dwi Saputra
Penulis dan tukang gambar.