Jum'at, 10 Juli 2020
Ngulik

7 Koboi Kembali Unjuk Gigi, Aksi Baku Tembak ala ‘The Magnificent Seven’

via MGMVincent D'Onofrio, Martin Sensmeier, Manuel Garcia-Rulfo, Ethan Hawke, Denzel Washington, Chris Pratt, dan Lee Byung Hun (Sumber: Istimewa)

Genmuda – Satu lagi film remake udah dirilis di bioskop Tanah Air, yaitu ‘The Magnificent Seven’. Walau judul dan inspirasinya mungkin belum bisa ngegambarin maksud filmnya secara keseluruhan, cerita klasik tujuh koboi di film ini tetap aja bakal sayang buat kamu lewatin gitu aja, Kawan Muda.

‘The Magnificent Seven’ merupakan film Western action Amerika hasil remake dari film berjudul sama di tahun 1960, yang juga merupakan remake dari film Jepang ‘Seven Samurai’ di tahun 1954. Film garapan sutradara Antoine Fuqua ini dibintangi oleh sederet aktor dan aktris berbakat, mulai dari Denzel Washington, Chris Pratt, Ethan Hawke, Vincent D’Onofrio, Lee Byung-hun, Manuel Garcia-Rulfo,Martin Sensmeier, Haley Bennett, sampai Peter Sarsgaard.

Berlatar di tahun 1870-an engga lama setelah Perang Saudara, ‘The Magnificent Seven’ secara garis besar berkisah tentang penduduk Rose Creek yang diancam oleh seorang industrialis korup bernama Bartholomew Bogue (Peter Sarsgaard). Engga ingin tunduk begitu aja pada Bogue, mereka akhirnya minta bantuan pada Sam Chisolm (Denzel Washington).

Belum usai sampai di situ, Chisolm yang tau bahwa dirinya engga bisa ngelawan Bogue sendirian lantas ngumpulin enam orang andal lainnya. Mereka adalah Josh Faraday (Chris Pratt), Goodnight Robicheaux (Ethan Hawke), Billy Rocks (Lee Byung Hun), Jack Horne (Vincent D’Onofrio), Vasquez (Manuel Garcia-Rulfo), dan Red Harvest (Martin Sensmeier). Saat benar-benar bertemu dengan para penduduk Rose Creek, mereka pun akhirnya sadar bahwa mereka bertarung bukan cuma sekedar buat uang.

Aksi epik di waktu yang kurang sesuai

via MGM
Luke Grimes, Haley Bennett, dan Denzel Washington (Sumber: Istimewa)

Namanya juga film remake, dibandingin dengan versi terdahulunya tentu udah jadi risiko. Demikian pula halnya dengan ‘The Magnificent Seven’. Secara konsep cerita, film ini bisa dibilang terkesan engga orisinil. Hal tersebut berkaitan pula dengan fakta bahwa genre film Western saat ini masih belum mampu buat narik perhatian penonton yang lebih luas, apalagi buat generasi milenia.

Dengan kata lain, masalahnya di sini sebetulnya engga murni terletak pada karya Antoine Fuqua, melainkan pada perubahan jaman. Versi ‘The Magnificent Seven’ di tahun 1960 masih dianggap orisinil, karena konsep cerita yang ditawarin masih baru, segar, dan cenderung keren pada masanya. Sebaliknya, ‘The Magnificent Seven’ yang sekarang ini justru hadir saat orang-orang lagi tergila-gila sama film superhero, sci-fi, thriller, dan horor.

Singkatnya, ‘The Magnificent Seven’ mungkin masih belum se-magnificent judulnya atau versi klasiknya. Terlepas dari itu, bukan berarti film ini bakal gagal total. Justru, film ini masih bisa ngasih ketegangan tersendiri lewat adegan baku tembaknya yang begitu intens, yang turut didukung oleh musiknya yang membahana.

Kumpulan pemain hebat dari beragam latar belakang

via MGM
Denzel Washington (Sumber: Istimewa)

Kalo ada satu hal yang benar-benar sukses nyuri perhatian di ‘The Magnificent Seven’, maka itu adalah aksi dan keberagaman dari para pemainnya. Mulai dari kehadiran aktor Afrika-Amerika, Korea, dan Meksiko sampai seorang perempuan di tengah kumpulan cowok-cowok petarung, mereka semua berhasil nutupin kekurangan pada konsep cerita.

Secara khusus, aktor yang paling sukses bikin merinding engga lain dan engga bukan adalah Denzel Washington. Dengan berbalut busana serba hitam, doi engga cuma mampu nimbulin kesan licik dan misterius, tapi juga badass. Kalopun ada aktor lain yang engga kalah menonjol, maka itu adalah Chris Pratt, yang kayaknya emang udah terlahir jadi seorang ‘goodbad boy dari sananya.

Dengan demikian, ‘The Magnificent Seven’ emang masih jauh dari kata sempurna. Akan tetapi, berkat para pemainnya, kamu engga harus suka sama genre Western dulu supaya kamu bisa nikmatin filmnya. Walau mungkin belum mampu jadi film yang bakal dikenang buat jangka waktu yang lama, seengganya film ini masih layak buat kamu tonton bareng keluarga, teman, pacar, atau gebetan kamu. Selamat nonton, Kawan Muda!

(sds)

Comments

comments

Gabrielle Claresta
Eccentric daydreamer