Senin, 26 Oktober 2020

Genmuda – Kemajuan teknologi digital di masa kini terasa banyak manfaatnya, salah satunya adalah dalam bidang film animasi. Yup, jika sebelumnya kita hanya nonton film animasi dalam format dua dimensi, sekarang kamu bisa menonton itu semua secara tiga atau bahkan empat dimensi.

Terlepas dari kecanggihan efek komputer, jalan cerita sebuah film jadi aspek paling penting dari keberhasilan sebuah film animasi. Berbeda dengan film live action, –yang dimainkan sama orang sungguhan, film animasi harus disokong oleh banyak kekuatan cerita. Selanjutnya barulah nama-nama pengisi suara, soundtrack, dan efek yang digunakan menjadi nilai tambahnya.

Nah, sambil menemani waktu libur sekolah/kampus kamu, sekarang Genmuda.com bakalan kasih 7 film animasi yang mampu bikin kamu baper hingga engga kuat buat menahan tangis. Berikut rangkumannya:

1. Finding Dory (2016)

Kawan Muda pasti udah pada nonton dong film yang satu ini? Umumnya kebiasaan Disney dan Pixar, mereka sengaja memperpanjang berbagai film animasi sukses mereka ke dalam sebuah sekuel lanjutan. Inilah yang kemudian terjadi pada ‘Finding Dory’.

Masih menceritakan tiga ikan lucu, Nemo, Marlin, dan Dory, kini fokusnya berada di Dory yang mendadak mengingat masa kecilnya sebelum doi tersesat. Petualangan panjang ini pun turut menghadirkan tokoh-tokoh baru yang sayang buat kamu lewati gitu aja hingga akhir film.

Momen terbaper: Ketika Dory berhasil mengikuti kerang yang disusun oleh orang tuanya. Pertemuan ketiganya menjadi klimaks emosional yang mampu buat mata penonton berkaca-kaca, walaupun tetap berujung pada cerita happy ending.

2. Inside Out (2015)

Masih dari Disney dan Pixar. Sekarang ada film animasi yang sukses meraih nilai positif dari berbagai media pengamat film. Premisnya juga tetap sederhana, yakni kehidupan seorang anak perempuan bernama Riley yang mengalami berbagai guncangan emosional dalam dirinya.

Tentunya engga banyak orang yang kepikiran bahwa perasaan emosional dalam otak manusia mampu dihadirkan dalam bentuk animasi dalam sosok Joy, Sad, Anger, Disgust, dan Fear. Terlepas dari itu semua, pesan keluarga cukup kental dalam film garapan Pete Docter dan Ronnie Del Carmen ini.

Momen terbaper: Ketika emosi Riley meledak, kedua orang tuanya akhirnya sadar jika kebersamaan dan kenangan adalah hal yang paling penting untuk menjadi bahagia.

3. How to Train your Dragon 2 (2014)

Setelah ‘Shrek’ dan ‘Kung Fu Panda’, ‘How to Train your Dragon’ mungkin bisa jadi franchise yang menjajikan bagi Dreamworks Studio. Uniknya, sekuel kedua film ini justru terlihat lebih epik dalam segi jalan ceritanya. Tentunya ini bukan hal mudah bagi sebuah film sekuel, mengingat yang umumnya mereka kejar hanyalah mengembangkan karakter-karakter di film tersebut.

Catatan positif dari film ini tentunya ada pada plot twist antara Toothless, Hiccup, dan Stoick. Belum lagi hadirnya sosok Valka yang secara pas dibawakan oleh Cate Blanchett. Sejenak mungkin kamu bakalan teringat oleh sosok Galadriel di ‘Trilogi The Lord of the Rings’.

Momen terbaper: Ketika Stoick berhasil menemukan istrinya, Valka, dan kembali bersatu menjadi sebuah keluarga. Tak lama berselang, Stoick justru harus tewas terbunuh oleh Toothless yang tengah terpengaruh oleh Drago Bludvist. Dan perasaan Hiccup hancur lebur. (*tsah)

4. Big Hero 6 (2014)

Kesuksesan ‘Frozen’ (2014) dan ‘Wreck It Ralph’ (2012) menjadikan Disney tertarik menggarap proyek ‘Big Hero 6’. Temanya sendiri cukup sederhana yakni hubungan antara robot dan manusia. Namun karakter Baymax seolah menjadi sosok pengganti yang sengaja diciptakan oleh Tadashi buat menjaga sang adik, Hiro.

Walaupun engga terlalu sukses dalam segi pendapatan ‘Frozen’, akan tetapi dengan keuntungan sekitar 222 juta dolar menjadikan film ini layak masuk sebagai film animasi terbaik.

Momen terbaper: Terdapat dua momen epik di film ini, yaitu terungkapnya alasan Tadashi merancang Baymax untuk Hiro. Kedua adalah pengorbanan Baymax saat menyelamatkan Hiro di ending film.

5. Frankenweenie (2012)

Lewat tangan dingin Tim Burton film ‘Frankenweenie’ bisa jadi salah satu film animasi gelap namun menghibur. Menceritakan kehidupan bocah laki-laki, Victor Frankenstein yang bersedih usai kehilangan anjing kesayangannya, Sparky.

Namun berkat kejeniusannya, doi berhasil menghidupkan kembali ajingnya tersebut. Walaupun fisiknya engga 100% sama, Victor berusaha menyembunyikan penemuannya itu kepada orang banyak. Krisis film mencapai klimaks usai Sparky berhasil keluar dan diketahui oleh orang banyak.

Momen terbaper: Penonton akan diajak melihat kesedihan Victor saat pertama kali Sparky meninggal. Selanjutnya hal yang sama, –bahkan lebih mengharukan, kembali terjadi saat anjing zombie ini merelakan nyawanya untuk menyematkan Victor.

6. Toy Story 3 (2010)

Disney dan Pixar membutuhkan waktu 11 tahun sejak ‘Toy Story 2’ dirilis. Meski terbilang lama dibandingkan gap dari ‘Toy Story 1’ (1995) ke ‘Toy Story 2’ (1999), tapi pemilihan tersebut dibayar lunas oleh jalan ceritanya yang epik. Disesuaikan dengan usia penonton di seri pertama, Andy pun kini tengah siap menjalani kehidupan sebagai seorang mahasiswa dan harus berpisah dengan mainannya.

Walaupun terlihat sederhana, namun gap yang cukup panjang inilah mampu dilirik dengan jeli oleh John Lasseter dan Andrew Stanton sebagai penulis naskah. Hasilnya ‘Toy Story 3’ mampu menjadi film animasi terlaris sepanjang masa, sebelum digeser oleh ‘Frozen’ tiga tahun kemudian.

Momen terbaper: Saat Andy menyerahkan mainannya kepada Bonnie dan menjelaskan semua mainan kesayangannya. Klimaksnya sebelum Andy pergi Woody seolah melambaikan tangan ke arahnya.

7. Up (2009)

Masih dari duet Pixar dan Disney, ‘UP’ menceritakan petualangan Carl Fredricksen dengan seorang anak laki-laki bernama Russell. Perjalanan lelaki tua ini pun syarat akan cerita cinta sejati akan mendiang sang istri, Ellie Fredricksen, yang telah tiada.

Di sini Pixar lagi-lagi menyampaikan emosi dalam plot cerita sederhana. Rasa ketidakpedulian Carl kepada lingkungannya pun berubah selama petualangannya untuk mewujudkan impian sang istri semasa hidupnya. Tentunya tema persahabatan dan cinta jadi poin utama dari film arahan Pete Docter dan Bob Peterson ini.

Momen terbaper: Tercatat lebih dari sekali adegan melankolis dihadirkan di film ini, seperti storyboard kisah cinta Carl dan Ellie, hingga saat Ellie mengalami keguguran hingga meninggal. Selanjutnya kamu bakalan diajak merasakan upaya Carl melepas rumah kesayangannya di atas lembah Afrika.

Comments

comments

Saliki Dwi Saputra
Penulis dan tukang gambar.