Minggu, 25 Februari 2024

Genmuda – Ratusan judul game yang rilis tahun ini akhirnya tersaring hingga menghasilkan 14 game terbaik menurut juri The Game Awards (TGA) 2016. Acaranya belangsung 1 Desember lalu di Microsoft Theater, Amerika Serikat dan disiarin secara live di situsnya.

Dari 14 judul game terbaik, cuma 4 judul yang merupakan karya original sementara sisanya adalah sequel dan reboot. Ada kekhawatiran sama selera dan kreativitas developer game di masa sekarang kalo ngeliat daftar pemenang tersebut.

Secara engga langsung, kreativitas developer game lagi rendah-rendahnya atau selera publik belum bisa move on dari game jaman dulu. Yaudah deh ya, daripada bahas selera, sekarang Kawan Muda liat 14 game terbaik tahun ini:

1. Overwatch

via engadget.com
(Sumber: engadget.com)

Blizzard Entertainment ngeluncurin ‘Overwatch’ pertama kali 24 Mei 2016. Sejak saat itu, game first person shooter yang cara bermainnya mirip banget ‘Team Fortress 2’ itu langsung laris manis. Turnamennya juga dibikin di mana-mana.

Sebelum memulai ronde, tiap pemain perlu memilih satu dari sekian banyak karakter yang ada. Masing-masing punya senjata, jurus khas, dan strategi bermain yang unik. Pemenangnya ditentuin berdasarkan tim yang mampu ngebunuh lawan lebih banyak.

Dalam The Game Awards, ‘Overwatch’ menang piala Game of the Year, Best Multiplayer, dan ESports Game of the Year. Developernya pun menangin piala Best Game Direction.

2. Uncharted 4: A Thief’s End

via techtimes.com
(Sumber: techtimes.com)

Lanjutin petualangannya Nathan Drake dalam game yang udah rilis dari jaman PS3, Naughty Dog ngerilis ‘Uncharted 4: A Thief’s End,’ 10 Mei 2016. Judul gamenya cuma rilis eksklusif di PlayStation 4 dan turut ngedongkrak penjual konsol tersebut di tahun ini.

Dikisahkan, Nathan Drake comeback mencari harta terpendam setelah mutusin pensiun karena pengen nyelametin kakaknya, Sam Drake yang diancam sebuah gembong mafia kalo engga nemuin harta terpendam Captain Henry Avery.

Lazimnya cerita Naughty Dog, ada plot twist yang mind-blowing di tengah game. Praktis, ‘Uncharted 4’ menangin piala Best Narrative TGA 2016. Nolan North yang mengisi suara Nathan Drake juga raih piala Best Performance.

3. Pokemon Go

via indianexpress.com
(Sumber: indianexpress.com)

Saham Nintendo melonjak berkali-kali lipat setelah ngerilis ‘Pokémon GO,’ 6 Juli 2016, nandain kalo perusahaan game berusia gaek itu masih diminati gamers masa kini. Bahkan game itu sempet jadi tren yang bikin netizen menggila.

Gabungin unsur augmented reality dan game klasik Pokémon, pemainnya diajak jalan-jalan buat menemukan Pokémon yang tersebar di seluk-beluk peta dunia. Beberapa kritikus bilang kalo ‘Pokémon GO’ bikin gamer yang biasa duduk doang jadi giat jalan-jalan. Bagus buat kesehatan.

Karena itulah, game yang dibuat Nintendo bareng Niantic itu ngeraih piala Best Mobile/Handheld Game dan Best Family Game. Selamat, ya!

4. Inside

via frictionalgames.blogspot.com
(Sumber: frictionalgames.blogspot.com)

‘INSIDE’ dibuat oleh sebuah developer indie, Playdead untuk konsol Xbox (29 Juni 2016), PC (7 Juli 2016), dan PS4 (23 Agustus 2016). Seperti sebelumnya, developer itu selalu ngerilis game yang bikin mikir.

Dunia gelap yang tinggal sedikit lagi hadapi kehancuran menyambut begitu permainannya mulai. Seorang bocah berbaju merah perlu kabur dari kejaran petugas keamanan jahat dan orang-orang yang pikirannya dikontrol, –agak mirip zombie.

Di akhir cerita, Playdead juga nyiapin ending tak terduga dan bikin gamenya pantes buat dinobatkan Best Independent Game dan Best Art Direction, sekaligus menjadikannya satu-satunya game indie yang bersaing di antara pemain lama.

5. Rez Infinite

via blog.playstation.com
(Sumber: blog.playstation.com)

Apa jadinya game tembak-menembak digabungin sama game simulasi musik dan permainan VR? ‘Rez Infinite’ jadinya. Sayangnya game yang rilis di PS4, Oktober 2016 tersebut adalah remaster dari game ‘REZ’ yang rilis di PS2 dan Dreamcast, November 2001.

Supaya bisa ‘mainin’ satu lagu full, pemain perlu nembakin target tanpa ada yang meleset. Pemenangnya ditentuin berdasarkan ketepatan menembak targetnya. Game tersebut juga raih skor di atas rata-rata dari berbagai situs kritik.

Dengan lagu ala Jepang dan gambar VR keren, ‘Rez Infinite’ raih piala Best VR Game. Suka main Dance-Dance Revolution atau Guitar Hero? Berarti kamu bakalan suka juga sama game ini.

6. Doom

via digitaltrends.com
(Sumber: digitaltrends.com)

Di seri keempat, tembak-tembakan di game ‘Doom’ tampil jauh lebih cepet dan sadis dari sebelumnya. Citra ‘Doom 3’ sebagai game horor survival berubah jadi action. Garapan id Software dan Bethesda Softworks itu rilis 13 Mei 2016 di PC, PS4, dan Xbox One.

Karakter utama game-nya adalah seorang marinir tanpa nama yang perlu mempertahankan koloni Mars dari serangan iblis dan monster jahat dari neraka. Darah dan organ tubuh putus jadi animasi yang sering keliatan di game.

Sound effectnya juga sangat mendukung, bikin orang kaget, dan ngerasa horor sepanjang bermain. ‘Doom’ dinobatin sebagai Best Action Game dan raih Best Music/Sound Design. 

7. That Dragon, Cancer

via squarespace.com
(Sumber: squarespace.com)

Kisah from zero to hero bisa ditemui di game ‘That Dragon, Cancer.’ Developernya termasuk baru pertama kali bikin game dan lahir dengan bentuk indie, dikepalai oleh Amy Green.

Gamenya nyeritain pengalaman Green membesarkan anak yang divonis kena kanker ganas sejak 12 bulan. Roller coaster mood Green sepanjang melahirkan hingga kehilangan anaknya pada 2014 juga bisa dirasain pemain gamenya.

Dinilai membangkitkan kepedulian terhadap kanker, ‘That Dragon, Cancer’ raih penghargaan Games for Impact. Awas mewek parah kalo mainin gamenya.

8. Dishonored 2

via idigitaltimes.com
(Sumber: idigitaltimes.com)

Padahal rilisnya baru 11 November 2016, tapi ‘Dishonored 2’ udah bikin juri TGA 2016 terkesima dan langsung nobatin game buatan Arkane Studios feat Bethesda Softworks itu sebagai Best Action/Adventure Game of the Year.

Merupakan sequel dari game yang rilis 2012, game itu sejatinya dimainin dengan cara mengendap-endap dari musuh. Tiap misinya bisa juga dirampungin dengan cara go berserk tapi ya, engga asik aja jadinya.

Ceritanya berpusat pada petualangan Emily dan Corvo merebut kekuasaan Kerajaan Isles dari tangan pemberontak. Meski punya kekuatan super, kedua karakter utama itu tetep perlu muter otak supaya engga tewas dikeroyok massa.

9. Street Fighter V

via destructoid.com
(Sumber: destructoid.com)

Capcom engga sendirian waktu memproduksi ‘Street Fighter V.’ Developer yang juga bikin Megaman itu dibantu oleh Dimps, sebuah developer asal Osaka, Jepang yang biasa bikin serial ‘Dragon Ball’ sejak 2002.

Jangan heran kalo gameplay ala ‘Dragon Ball Z Budokai’ tiba-tiba muncul juga di game berkarakter Ryu dan Ken tersebut. M Bison tetep jadi antagonis utama franchise ‘Street Fighter,’ tapi ada karakter jahat baru di ‘Street Fighter V.’

Doi adalah Helen dan Charlie Nash yang tujuannya adalah bikin organisasi jahat lebih kuat dari yang dipunyai M Bison. Dengan cerita dan gameplay yang baru, wajar game yang rilis 16 Februari 2016 itu raih piala Best Fighting Game.

10. Civilization VI

via digitaltrends.com
(Sumber: digitaltrends.com)

Ngelanjutin kesuksesan semua game ‘Civilization,’ Firaxis Games feat 2K Games dan Take-Two Interactive ngerilis ‘Civilization 6’ di PC (21 Oktober 2016) dan OS X (24 Oktober 2016). Tema game ini udah pasti strategi perang tapi para developer nambahin fitur negosiasi ke dalamnya.

Dengan begitu, pengalaman ngegamenya jauh lebih banyak. Fitur itu ditambah grafis yang upgraded banget bikin ‘Civilization VI’ jadi Best Strategy Game tahun 2016.

11. Forza Horizon 3

via YouTube.com
(Sumber: YouTube.com)

Gamenya dibuat oleh Playground Games feat Microsoft Studios. Otomatis, ‘Forza 3 Horizon’ jadi eksklusif buat semua konsol buatan Microsoft, yaitu Windows PC dan Xbox One.

Saking realistis balapan dan grafisnya, game tersebut mampu menang penghargaan meski dirilis cuma di dua perangkat. Game ‘Forza Horizon 3′ aman melenggang raih penghargaan Best Sports/Racing Game.

12. The Legend of Zelda: Breath of the Wild

via idigitaltimes.com
(Sumber: idigitaltimes.com)

Engga usah dibahas panjang-panjang. Semua series ‘Legend of Zelda’ selalu ngasih yang terbaik di semua elemen, terutama narasi, grafis, gameplay, dan musik. Sekuel ‘Breath of the Wild’ yang bakalan rilis 2017 pun udah bikin netizen engga sabar, bikin game tersebut raih piala Most Anticipated Game.

13. The Witcher 3: Wild Hunt-Blood and Wine

via: Game Zone
(Sumber: Game Zone)

Kemenangan ‘The Witcher 3: Wild Hunt-Blood and Wine’ tergolong unik. Pertama, karena ‘Blood and Wine’ bukan merupakan game, melainkan DLC alias episode tambahan dari game ‘The Witcher 3: Wild Hunt’ dan engga bisa dimainin tanpa game tersebut. Kedua, game utamanya rilis 19 Mei 2015.

Dengan kata lain, Blood & Wine’ bukan merupakan sebuah game yang berdiri sendiri melainkan expansion pack. Meski begitu, grafis, efek suara, dan gameplaynya tetep mantep sehingga bikin juri memilih episode tambahan produksi CD Projekt itu sebagai Best Role-Playing Game.

14. Enderal: The Shards of Order

via kotaku.com.au
(Sumber: kotaku.com.au)

TGA 2016 juga ngasih penghargaan buat ‘Enderal: The Shards of Order,’ sebuah mods ‘The Elder Scroll V: Skyrim.’ Bukan cuma mengubah grafis, mods tersebut nambahin karakter, pemeran utama, tempat, suara, narasi, bahkan tempat baru.

Dengan kata lain, sebuah game baru dengan basis engine game Skyrim. Genmuda.com engga kaget mods itu meraih penghargaan Best Fan Creation. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.