Jum'at, 22 Februari 2019

Genmuda – Film “Alita – Battle Angel” dipastikan tayang lebih dulu di Indonesia ketimbang Amerika Serikat, yakni tanggal 5 Februari 2019. Menawarkan konsep cerita di masa depan situs Rotten Tomatoes mencatat 95 persen keinginan orang untuk menonton film garapan Robert Rodriguez tersebut.

Anyway, sambil nunggu perilisannya di bioskop, sekarang Genmuda.com bakal ngasih tau kamu 5 fakta di balik pembuatan film “Alita: Battle Angel”. Yuk, selengkapnya ada di bawah:

1. Adaptasi manga

©20th Century Fox
©20th Century Fox

Barang kali kamu belum tau, Alita merupakan adaptasi dari manga buatan Yukito Kishiro yang dirilis dari tahun 1991-1995. Ternyata manga visioner dengan tokoh utama cyborg perempuan itu udah diincar lama oleh sutradara “Avatar”, James Cameron, yang merangkap sebagai produser dan penulis naskah untuk film ini.

Cameron dan Jon Landau, rekan produser film Titanic, sengaja pergi ke Jepang untuk minta izin dan restu dari Kishiro. Landau mengatakan bahwa Kishiro juga ikut terlibat dalam pengerjaan proyek ini, bahkan mangaka itu sampai datang melihat proses syutingnya.

Untuk tetap menjaga ruh manga di filmnya, Cameron sengaja memasukan beberapa adegan ikonik dalam manga seperti penggambaran sosok Alita, hingga Motorball (kostum Alita) yang diset sedemikian rupa.

2. Sempat tertunda karena film “Avatar”

©20th Century Fox
©20th Century Fox

Om Cameron udah memulai proyek Alita sejak lebih dari 15 tahun lalu namun menundanya untuk proyek master piece “Avatar”. Proyek ini mulai dikejarkan pada tahun 2017 dan berhasil rampung pada tahun 2018.

Durasi 125 menit yang bakal kita tonton pun udah melalui proses pemotongan cerita. Kepada Deadline, Cameron mengaku jika skenario aslinya lebih dari 180 halaman dengan 600 halaman catatan dalam proses syuting. Untungnya Rodriguez mampu memangkasnya menjadi 125 menit dan tetap mengambil adegan penting dari skenario yang ditulis Cameron.

3. Pemilihan Rosa Salazar

©20th Century Fox
(Sumber: IMBD)

Dengan mengutamakan teknologi motion capture proyek Alita sebenarnya udah bisa dimulai sejak era film “Avatar” atau “Planet of the Apes” dirilis. Namun permasalahannya bukan karena di teknologi, melainkan aktris yang tepat memerankan Alita.

Peran wanita utama ini kemudian jatuh pada Rosa Salazar yang tampil cukup oke sebagai Brenda di film “Maze Runner: The Death Cure”. Selain banyak menghabiskan waktu syuting di dalam studio, Salazar juga harus terbiasa syuting dengan mengimajinasikan efek yang bakal digunakan para animator.

“Pada awalnya, semuanya terasa asing: jas, baterai, tali menempel di tubuh Anda, helm dengan boom [mic] yang keluar … yang membuat beberapa adegan ciuman sedikit menantang. Tetapi itu meningkatkan kinerja karena Anda sedang memerankan orang lain,” kata Salazar.

4. Mata “Alita” dianggap aneh

©20th Century Fox
©20th Century Fox

Sejak trailernya dilempar ke publik, banyak netizen yang menganggap tampilan mata Alita terlihat kegedean. Tapi Cameron punya alibi bahwa mata tersebut terinspirasi dari versi manga yang pertama kali dibuat oleh Kishiro.

Sutradara senior itu pun bilang jika mata besar bukanlah sesuatu yang harus dipusingkan mengingat formula tersebut justru berhasil dia terapkan dalam film “Avatar”.

5. Kurangi tembak-tembakan, perbanyak baku hantam

Menurut Cameron, dia sengaja menampilkan banyak adegan aksi tangan kosong dan penggunaan pedang ketimbang senjata api. Terlebih lagi, hampir seluruh anggota tubuh Alita bisa dijadikan senjata tajam. (sds)

Comments

comments

Fiany Intan Vandini
The youngest reporter on the 2nd floor of Gen Muda Office.