Selasa, 18 Juni 2019

Genmuda – Tindak terorisme makin hari makin engga kenal rasa perikemanusiaan. Bukan cuma tempat hiburan, bahkan tempat ibadah pun kerap dijadikan sasaran kegiatan teror entah itu dalam bentuk penembakan atau peledakan bom. Terlepas dari isu agama dan kepercayaan tertentu, semua negara di dunia kini sedang waspada menghadapi segala bentuk terorisme.

Kepolisian Arab Saudi misalnya telah menahan 12 warga Pakistan dan 7 warga Saudi yang diduga terkait serangan bom di Arab Saudi berdasarkan berita Harian Kompas 9 Juli lalu. Sementara itu, Kepolisian AS tengah menghadapi sejumlah kasus penembakan di dalam negerinya.

Kepolisian Solo pun masih terus mengusut kasus peledakan Markas Kepolisian Resor Kota Solo yang dilakukan tersangka Nur Rohman beberapa waktu lalu. Tapi terlepas dari itu semua tugas memberantas terorisme bukan cuma jadi kewajiban polisi dan pemerintah semata, Kawan Muda. Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa kamu lakukan buat memberantas benih-benih terorisme.

1. Stop bullying

(Sumber: peewee.com)

Terorisme bukan hanya dilakuin kelompok ekstrim, tapi juga bisa dilakukan siapa aja. Sejumlah kasus penembakan warga di AS bahkan dilakukan sama anak sekolah di sekolahnya waktu pelajaran sekolah. Sejumlah kasus terjadi karena pelaku ingin balas dendam atau melepas stress akibat kerap di-bully teman satu sekolah.

Di Indonesia, korban bullying mungkin engga langsung bereaksi macam itu. Namun, ada dendam membekas dan malah bisa memicu reaksi lebih parah di waktu berikutnya. Amannya, kamu stop mem-bully dan ikut peka sama praktiknya di lingkungan sekitar kamu.

2. Dengerin orang curhat

(Sumber: thebodyisnotanapology.com)

Sepele banget sih, tapi jadi orang yang bisa dijadikan tempat curhat tuh sangat ngebantu menyalurkan emosi dan energi negatif darah-darah muda. Kalo ada temen yang pendiem banget, baiknya kamu ajak berteman juga.

Bukannya malah kamu jauhi. Sama sekali engga menuduh orang pendiem tuh berpotensi jadi teroris sih, tapi orang yang suka memendam emosinya cenderung lebih galak sekalinya meluapkan emosinya bukan? Kalo ternyata problem temen kamu cukup rumit, ada baiknya libatkan Guru Bimbingan Konseling sekolahmu.

3. Jadi orang baik

(Sumber: bisnis.com)

Selain dapet banyak pahala, jadi orang baik pun bisa memberantas terorisme. Kamu bisa melakukan kebaikan dalam berbagai bentuk, mulai dari menyumbang materi, jadi relawan, atau sekadar senyum sama anak jalanan (bukan yang suka kebut-kebutan ya). Sadar atau engga, orang yang merasa kesulitan ekonomi tuh lebih mudah dibujuk ngelakuin apapun dengan iming-iming dapat imbalan hidup sejahtera.

4. Mengakrabkan diri sama tetangga

(Sumber: mytransparantwings.wordpress.com)

Ini merupakan salah satu cara yang direkomendasiin Kepolisian New York, AS. Menurut mereka, kegiatan keakraban tetangga bisa dilakukan untuk menggali kepribadian dan mengenal orang-orang di lingkungan lebih dalam lagi. Dengan mengakrabkan diri pun kamu bisa mengurangi niat jahat orang terhadap kamu.

5. Kuatkan nilai keluarga

(Sumber: dantoadityo.deviantart.com)

Bukan cuma jadi tugas orang tua, kamu pun bertugas menguatkan nilai keluarga di rumahmu. Cara paling gampangnya adalah dengan ngajak ngobrol, meskipun obrolannya sedikit basa-basi.

Orang tua kamu sebenernya seneng kok diajak ngobrol anak-anaknya. Itu bisa mengurangi stress mereka juga loh. Kalo kata Kepolisian NY, nilai keluarga seharusnya jadi penyaring pertama yang memfilter nilai-nilai negatif.

6. Jangan ragu lapor

(Sumber: klikkabar.com)

Kepolisian NY menganjurkan semua orang ngelapor kalo ada indikasi mencurigakan dari orang terdekat. Idealnya sih langsung melapor ke polisi. Kalo ragu, kamu bisa laporkan kecurigaanmu ke guru, atasan, pemuka warga, ketua RT, atau ketua RW.

Soalnya, hanya dengan melaporlah pihak-pihak berwenang bisa mengusut dan membuktikan kecurigaanmu. Kalo kecurigaanmu bener, kamu ngebantu negara memberantas terorisme bukan? Kalo salah, berarti kamu buktiin diri kalo kamu adalah warga negara yang peduli.

Dari 6 cara di atas sama sekali engga susah kan? Kepolisian NY bahkan udah ngebuat booklet berisi anjuran yang bisa dilakukan anak muda buat melawan terorisme. Menurut kamu, apa lagi yang perlu kita lakukan biar benih-benih terorisme di negeri ini terhapuskan? (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.