Jum'at, 19 Juli 2019

Genmuda – Diangkat dari novel dengan judul serupa, ‘Sabtu Bersama Bapak’ adalah salah satu film Indonesia yang tayang jelang Lebaran, Rabu (5/7). Film bergenre drama keluarga ini pun kayaknya cocok banget buat ditonton bareng keluarga kamu saat Lebaran nanti. Mau tau kenapa alasannya?

Film ini menceritakan kehidupan keluarga kecil Pak Gunawan (Abimana Aryasatya) dan Ibu Itje (Ira Wibowo) serta kedua anak laki-laki mereka Satya (Arifin Putra) dan Cakra (Deva Mahendra). Kedua putra mereka terpaksa harus menjadi yatim lantaran sang ayah divonis menderita kanker dan hidupnya engga akan bertahan lama.

Karena khawatir engga bisa melihat dan mendidik putranya di masa depan, Pak Gunamawan sengaja merekam semua pesan bagi anak-anaknya dalam sebuah video dan meminta Ibu Itje untuk memutarnya setiap hari Sabtu. Premis sederhana inilah yang kemudian berkembang jadi sesuatu yang layak Kawan Muda ikutin.

Mampu memainkan emosi sejak awal hingga akhir

(Sumber: Falcon Pictures)
(Sumber: Falcon Pictures)

Kawan Muda yang udah baca novel karya Adhitya Mulya ini pasti setuju bahwa jalan cerita ‘Sabtu Bersama Bapak’ cukup rapih dan mampu memainkan emosi pembacanya. Hal senada ternyata juga mampu dikemas oleh Monthy Tiwa sebagai sutradara. Sejak menit awal, dialog antara Pak Gunawan dan Bu Itje terbukti ampuh menyayat hati penonton (saat penulis baru nonton menit-menit awal aja udah banyak mata penonton yang berkaca-kaca).

Lebih lanjut, berawal dari pesan sederhana inilah Satya dan Cakra dididik oleh mendiang ayahnya menjadi seorang anak laki-laki yang siap menjadi seorang ayah kelak. Mereka berdua seolah berlomba-lomba mewujudkan cita-cita dan harapan kedua orang tua mereka. Meski keduanya berusaha seperti ayah mereka, baik Satya dan Cakra, memiliki jalan hidup yang berbeda-beda.

Satya telah menjadi seorang ayah dari pernikahannya dengan Rissa (Acha Septriasa) dan memiliki masalah lebih kompleks sebagai keluarga muda. Kedua pemain terasa mantap mengatur emosi sebagai pasangan muda yang penuh gejolak dan lika-liku keluarga. Sedangkan Cakra masih berusaha mencari pasangan hidupnya sembari menjaga sang ibu yang tinggal di Bandung.

Pengemasan plot yang rapih dan engga monoton

(Sumber: Falcon Pictures)
(Sumber: Falcon Pictures)

Meski ceritanya soal ‘Ayah’, film ini engga cuma fokus pada hubungan antara ayah dan anak-anaknya. Kepedulian Satya dan Cakran terhadap Ibu Itje juga jadi sajian pesan moril yang ‘rasanya’ jarang ada di film-film Indonesia dewasa ini.

Buat mengimbangi emosi, ada pula kisah persabatan kocak antara Cakra dengan rekan kantornya yang diperankan oleh Jeniffer Arnelita, Ernest Prakasa, hingga Adhitya Mulya –sang penulis novel sekaligus skenario di film ini. Belum lagi kisah percintaan Cakra dan Ayu (Sheila Dara Aisha) yang mungkin terasa old school namun mampu menarik tawa disela-sela film drama tersebut.

Singkatnya semua tokoh utama pria di film ‘Sabtu Bersama Bapak’ punya porsi yang pas dan mampu tampil secara maksimal. Abimana mampu menjadi sosok ayah bijaksana meski hanya tampil dalam monolog di depan kamera, Arifin menunjukan sosok ayah yang ambisius dan terencana, sedangkan Deva tampil sebagai anak bungsu yang mandiri namun tetap peduli akan lingkungannya.

(Sumber: Falcon Pictures)
(Sumber: Falcon Pictures)

Bukan berarti melebih-lebihkan, tetapi pengambilan gambar, efek, scoring, dan soundtrack ‘Lagu Cinta’ dari Iwan Fals di film ini seolah jadi satu kesatuan yang saling mendukung satu sama lain. Kamu mungkin bakal langsung masuk dan merasakan atmosfer dari Keluarga Pak Gunawan sejak awal hingga akhir film.

Terlepas dari itu, ‘Sabtu Bersama Bapak’ tetap punya pesan cukup dalam buat semua penonton bahwa keluarga adalah segalanya. Sekalipun kamu belum pernah baca novelnya, hal itu engga bakal mengurangi esensi dan pesan dari film ini. Penasaran kayak gimana? Langsung aja tonton sendiri filmnya, dan siap-siap larut dalam perasaan EMOSINIL. (Jangan lupa bawa tisu ya!)

Comments

comments

Saliki Dwi Saputra
Penulis dan tukang gambar.