Sabtu, 28 Maret 2020

Genmuda – Beware, gaes. Berbagai studi nyimpulin kalo keseringan bergaul sama teman satu geng bisa bikin otak manusia engga berkembang. Oleh sebab itu sejumlah ahli menganjurkan supaya seseorang mampu berkomunikasi di luar dari zona nyaman bersama geng mereka.

Walaupun kamu ngerasa agak kikuk atau susah bergaul sama orang baru di luar teman-teman kamu, ternyata semua itu banyak manfaatnya loh. Kesimpulan itu ditulis profesor Jurusan Menejemen Columbia University Katherine W Phillips di situs Scientific American, tahun 2014.

Penelitiannya engga main-main gaes, Phillips dan rekan-rekannya udah melakukan riset sejak tahun 1992. Kamu pasti masih imut-imutnya kan? Atau belum lahir? He-he. Terus detailnya emang apa aja sih? Yuk cek di bawah ini!

1. Memicu kreativitas

via tumblr.com

Phillips menjelaskan kalo hidup di tempat dengan keberagaman bikin orang makin kreatif. Itu disebabkan karena seseorang bisa dengan mudah mendapatkan sudut pandang, pemahaman, dan cara baru dalam menyikapi sebuah masalah. Mereka jadi berpikir lebih terbuka saat mengatasi masalah.

2. Bikin orang makin bijak

via: Google
(Sumber: Istimewa)

Banyaknya informasi baru yang didapat dari lingkungan baru juga bisa bikin seseorang makin bijak. Soalnya, doi makin punya banyak bahan pertimbangan dalam ngambil sebuah keputusan. “Bahkan melihat pergulan orang-orang yang beragam latar belakang pun bisa memicu terbukanya pikiran,” kata Phillips.

3. Bisa menghasilkan sesuatu yang berkualitas

via mashable.com

Sesuai filosofi manusia sebagai makhluk sosial, perbedaan justru bisa membuat seseorang saling mengisi. Kalo dalam dunia profesional, perbedaan itu pula yang bikin sebuah tim bisa menghasilkan produk terbaik. Misalnya aja kayak di pabrik mobil. Engga mungkin kan pabriknya bisa bikin mobil kalo cuma ada pegawai administrasi doang tanpa mekanik.

4. Melatih komunikasi

(Sumber: Istimewa)
(Sumber: Istimewa)

Orang yang punya banyak teman bisa dibilang punya kemampuan komunikasinya yang bagus. Karena secara engga  langsung doi udah ngelatih kemampuan mengekspresikan maksud dan pikirannya dengan tepat kepada orang yang berbeda latar belakang. “Kalau berkomunikasinya kepada anggota kelompok, usahanya tidak perlu ekstra karena masing-masing sudah merasa saling memahami,” kata Phillips. Hal sebaliknya justru rentan dialami oleh mereka yang cuma nyaman bergaul dengan gengnya.

5. Memicu orang kerja lebih keras

via giphy.com

Perbedaan latar belakang terkadang juga dipandang sebagai sebuah persaingan. Menurut Phillips hal ini baik karena bisa memicu seseorang bekerja lebih keras. Dalam hal pendidikan, Phillips juga bilang kalo kelompok mahasiswa yang diisi anak-anak muda dengan berbagai latar belakang bisa menghasilkan tugas yang jauh lebih berkualitas daripada yang kelompok yang diisi mahasiswa ‘itu-itu aja’.

6. Punya banyak networking

bahasa yang menguntungkan
Presiden Jokowi lagi foto bareng mahasiswa Indonesia yang kuliah di Belanda waktu kunjungannya, April 2016 lalu. (Sumber: kompas.com)

Networking yang luas bermanfaat banget kalo udah masuk dunia kerja. Situs AmazingBusiness.com bilang, luasnya jaringan pertemanan bisa membantu seseorang menyelesaikan tugas kantornya hingga bahkan memicu munculnya lapangan kerja baru. Kesimpulannya, manusia butuh banget keberagaman bukannya keseragaman. “Bukan hanya di kehidupan sekolah, kampus, atau tempat kerja, tapi di masyarakat pada umumnya,” pungkas Phillips.

Jadi kalo Kawan Muda keseringan nongkrong sama temen satu geng. Sekali-sekali nongkrong, cari teman baru, kalo perlu bikin geng baru. Kalo kata anak-anak parkour, PUSH THE LIMIT!(sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.