Kamis, 18 Oktober 2018

Genmuda – Persaingan game sepakbola, Pro Evolution Soccer (PES) 2019 keluaran Konami dengan FIFA 19 keluaran EA Sport kembali terjadi kali ini. Meski tahun lalu EA Sport pernah sesumbar jika mereka bakal absen di tahun ini, nyatanya itu cuma jadi cara marketing bagi mereka untuk memamerkan lisensi Liga Champions yang berhasil mereka rebut dari PES.

Kalo ngebahas perbandingan kedua game sepakbola ini mungkin mirip dengan persaingan Pak Jokowi dan Pak Prabowo atau mungkin Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo (Baca: Engga akan pernah ada habisnya) Namun buat para gamer hal ini layak buat dipikirkan baik-baik mengingat harga baru kedua game tersebut masih berkisar Rp 680 ribuan hingga Rp 1 jutaan tergantung dengan edisinya.

Sebelum pengguna PES pindah haluan ke FIFA atau sebaliknya, kali ini Genmuda.com akan membahas plus minus dari kedua game tersebut sebagai bahan pertimbangan kamu sebelum membeli gamenya. Etapi, kalo kamu horang kaya tulisan ini jelas gak akan berpengaruh banyak, kan kamu bisa borong dua-duanya. SEDAP.

1. Grafis

©EA SPORT
©EA SPORT

PES 2019

Sama dengan dua edisi sebelumnnya Konami masih mengandalkan Fox Engine untuk mengahasilkan detail wajah pemain dan stadion yang berhasil memanjakan mata kamu selama bermain. Sayangnya keunggulan mereka akan grafis seperti gak ada pembaharuan dari yang udah-udah.

Sebagai contoh kasus wajah pemain-pemain dalam PES 2019 tampak jauh berbeda dengan pemain aslinya. Hal yang sama juga berlaku pada penggambaran stadion. PES 2019 menampilkan Camp Nou yang begitu mendetail dengan segala aksi suporternya, sebaliknya kalo kamu main di stadion lain hasilnya terlihat asal-asalan, malah terlihat downgrade. Padahal pemain game ini kan bukan cuma fans Barcelona doang. Yakan!

FIFA 19

Pun halnya EA yang masih pakai mesin Frosbite sejak FIFA 17. Meski dalam tampilan pemain ‘sedikit’ dipoles supaya lebih realitis, FIFA 19 juga meningkatkan detail dan atmosfer stadion dengan beberapa suporter yang mengibarkan bendera di atas tribun dengan komposisi gambar serta kontras yang pas buat ditonton.

Gak cukup sampai di situ doang gengs, FIFA 19 juga menambahkan beberapa aktivitas di luar lapangan kayak pemain yang sedang melakukan pemanasan, hingga kondisi di bangku cadangan. Jika dibandingkan PES 2019 sejumlah pembaharuan inilah yang membuat FIFA 19 lebih unggul dalam urusan grafis.

2. Gameplay

via PES 2019
(Sumber: PES 2019)

PES 2019

Aspek permainan sepakbola secara realistis berhasil dikembangkan sejak PES 2018. Tahun ini pun PES 2019 menambahkan 11 skills baru, di antaranya cross-over turn, no-look pass, controlled chip, dipping shot and rising shot. Pemain juga menunjukkan Visible Fatigue, yang memengaruhi performa dan perilaku mereka di lapangan.

Selain itu, teknik menendang, menentukan pergerakan bola, posisi pemain, dan kemampuan pemain serta gaya menendang dibuat lebih ‘mantul’ buat dimainkan. Kemampuan kiper juga ditingkatkan, sehingga bikin lawan semakin sulit mencetak gol (khususnya dari tendangan sudut). Kemampuan menggiring bola juga semakin responsif dan menyenangkan buat dimainkan sama gamer pemula sekalipun.

FIFA 19

Dalam segi sentuhan, cara umpan, menembak, eksekusi pinalti atau tendangan bebas semua ditingkatkan lebih jauh oleh FIFA 19. Walau terlihat keren, praktiknya game ini menuntut kamu harus punya perasaan dalam menekan tombol. Menekan terlalu sedikit tendangannya pelan, terlalu lama tendangannya meleset.

Segala bentuk adaptasi gameplay tersebut kemudian diupgrade dengan fitur-fitur yang belum ada di PES 2019. Tapi kalo kamu termasuk orang yang gak mau ribet, PES 2019 terbilang lebih asik dan nyaman dalam urusan gameplay.

3. Fitur yang ditawarkan

©EA SPORT
©EA SPORT

PES 2019

Senggaknya ada 8 fitur unggulan dari PES 2019 seperti yang udah pernah Genmuda.com bahas. Sayangnya Konami justru cuma fokus pada urusan gameplay namun gak ada yang fitur baru lagi yang bisa mereka tawarkan ke para gamers.

MyClub dan Master League gak banyak mengalami perubahan, malah terdapat 22 Team Roles yang berbeda, mulai dari Hero sampai Legend, yang akan memengaruhi finansial klub. Saat Genmuda.com coba mainkan menu PES 2019 terbilang cukup sederhana dan terkesan B aja deh.

FIFA 19

FIFA 19 tampaknya berusaha lebih kekinian lewat fitur Survival Mode, setiap tim mencetak gol, satu pemain mereka akan dikeluarkan dari lapangan. House Rules dimana setiap pemain bisa memasukan peraturan khusus dalam suatu pertandingan. Seperti golnya harus dari jarak jauh, lewat sundulan, tendangan voli doang, dan sebagainya.

Belum lagi masih ada lanjutan The Journey dengan pilihan tiga story mode. Simplenya FIFA 19 punya fitur yang lebih bervariasi plus lisensi yang jauh lebih lengkap ketimbang PES 2019.

Kesimpulannya

Terlepas pada penilaian di atas, semuanya tetap kembali pada selera kamu masing-masing, gengs. Kalo butuh yang lebih banyak pilihan dan menantang dapat memilih FIFA 19. Tapi kalo kamu termasuk gamer yang suka main santai dan gak perlu ribet maka PES 2019 rasanya cocok buat kamu. (sds)

Comments

comments

Sari Muda
Tech Enthusiast