Kamis, 18 Oktober 2018

Genmuda – Demo game Pro Evolution Soccer (PES) 2019 meluncur 8 Agustus mendatang. Tersedia versi PC, PS4, dan Xbox One; versi demo game sepakbola pesaing FIFA 19 itu bisa dijajal gratis. Seneng deh lo!

Versi demo menyediakan fitur standar macam exhibition match, quick match, dan offline co-op mode. Ada 10 tim yang bisa dimainin pada versi demo, di antaranya Liverpool FC, Barcelona, Inter Milan, serta timnas Argentina dan Prancis pasca Piala Dunia 2018.

Sementara itu, versi penuhnya bakal meluncur di konsol pada 28 Agustus di Amerika Serikat. Versi PC bakal meluncur 30 Agustus barengan sama peluncuran game di semua konsol seluruh dunia. Buat versi penuh, tentu lo harus bayar, bro!

Pihak Konami selaku developer PES 2019 optimis game mereka bakal diminati dan mampu menyikut FIFA 19. Soalnya, mereka siapin banyak fitur baru yang bikin permainan makin seru. Misalnya, kayak di bawah ini.

1. Ball physics

Pengen permainan berlangsung lebih realistis, Konami memperbaiki setingan fisika bola (ball physics). Tendangan, pantulan, dan arah layang bola bakalan terasa kayak di dunia nyata. Terus, setingan fisika di satu bola bakal beda dengan bola lain.

2. Realistic transfer di Master League (negosiasi)

Daya tarik PES 2019 berasal dari mode permainan Master League, fitur yang menguji ketajaman para gamer mengelola klub. Pada mode permainan itu, Konami masukin fitur negosiasi pemain.

Sebelum beli atau jual pemain, bakalan ada tahap tawar-menawar harga kayak kondisi asli di bursa transfer pemain.

3. High Performance Players

Fitur ini akan memberikan pengaruh besar pada keseluruhan tim, baik secara moral ataupun permainan. Itu mirip banget kayak di dunia nyata. Misalnya, macam kehadiran Mo Salah di Liverpool atau keberadaan Cavani di Uruguay.

4. Greater player individuality

Konami juga perkenalkan 11 skill baru yang bisa tiap pemain lakuin. Misalnya, operan tanpa melihat, pindah sisi lapangan, tendangan chip yang terkontrol, dipping shot, hingga rising shot.

Satu skill bakal gampang banget dipakai di satu pemain, tapi TIDAK di pemain lain. Contoh, Neymar pasti gampang banget melakukan skill diving sementara Lukaku belum tentu.

5. Improved player positioning

Meski menambah skill individu, bukan berarti para developer lupa bahwa sepakbola adalah permainan tim. Konami udah siapin AI yang lebih cerdas kok sehingga para anggota tim bisa memposisikan diri lebih baik di lapangan.

6. Visible player fatigue

Meteran stamina para pemain juga bisa dimunculin di layar. Sehingga, gamer tau mana pemain yang harus diganti dan mana yang bisa dipaksa main lebih lama. Itu termasuk fitur anyar dari PES 2019.

7. Quick Substitue

via Istimewa
(Sumber: Istimewa)

Mengadopsi fitur quick subs FIFA, Konami bikin fitur itu lebih gampang dipakai pada PES 2019. Tiap kali ada bola mati (misalnya out atau pelanggaran), pemain tinggal menekan tombol untuk membuka menu pergantian pemain. Setelah ditentuin pemain yang mau diganti dan penggantinya, pertandingan jalan lagi.

Kalo di FIFA, kan, pergantian pemain pada fitur quick sub itu dilakuin berdasarkan rekomendasi game. Setingan rekomendasinya bisa diubah sebelum pertandingan berlangsung. Agak ribet aja gitu.

8. System requirements

Para pengguna PC silakan harap-harap cemas karena system requirements PES 2019 naik ketimbang seri sebelumnya. Lebih detil, kayak gini setingan PC yang harus lo punya supaya bisa menginstall dan memainkan game dengan basis FOX Engine itu:

Minimum

  • Windows 7 64-bit
  • Intel Core i5-3470 3.2 Ghz / AMD FX-4350 4.2 GHz
  • 8 GB RAM
  • 2 GB VGA jenis GeForce GTX 670 / Radeon HD 7870
  • 30 GB sisa storage Hard Drive
  • Punya software DirectX 11

Rekomendasi

  • Windows 10 64-bit
  • Intel Core i5-3770 3.4 GHz / AMD FX-8350 4.0 GHz
  • 8 GB RAM
  • 4 GB VGA jenis GeForce GTX 760 / AMD Radeon R9 270X
  • 30 GB sisa storage Hard Drive
  • Punya software DirectX 11

Sedih gak tuh kalo setingan laptop atau komputer lo di bawah standar minimum. Mau maksain? Coba aja. Paling bakalan nge-lag parah. Beruntunglah yang punya PS4 dan Xbox One karena tinggal install lalu main. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.