Jum'at, 7 Agustus 2020

Genmuda – “Life is an endless series of train wrecks with only brief commercial-like breaks of happiness.” Kutipan tadi berasal dari “Deadpool” (2016) tapi cocok banget buat deskripsiin keseluruhan season 4 serial “Sherlock.” Seperti kata kutipan itu, seluruh seasonnya berisi bencana.

Meski udah sempet bahas episode pertamanya, Genmuda.com sampe sekarang belum nulis soal episode 2 yang tayang 8 Januari. Kenapa? Karena ceritanya NYEBELIN. Banyak banget perpecahan internal Team Sherlock dan plot twist yang bikin bingung, bikin filmnya harus diulang berkali-kali biar ngerti.

Bahkan sosok Culverton Smith (Toby Jones) di episode 2 season 4 yang dijanjiin bakal jadi musuh utama, ternyata masih kalah keji dan kebal hukum dari Charles Augustus Magnussen (Lars Mikkelsen) di episode 3 season 3. Ngeliat plot keseluruhan, Smith bukanlah musuh utamanya.

Argh! Pokoknya, season 4 ini isinya plot twist semua. Mungkin Steven Moffat dan Mark Gatiss yang nulis cerita season ini udah terlalu gila dan pengen nularin kegilaan mereka ke semua Sherlockian. Udah lah, baca aja poin di bawah ini biar ngerti maksud Genmuda.com.

1. Musuh dalam selimut

via telegraph.co.uk
Ini dia si “E.” Coba inget-inget mukanya. (Sumber: telegraph.co.uk)

Kemungkinan besar, kamu engga bakal menyangka kalo musuh utama season ini udah muncul dari episode pertama, tapi baru terungkap di episode ketiga. Episodenya tayang perdana di BBC One, Minggu malam (15/1) dan udah bocor ke berbagai situs streaming, hari berikutnya.

FYI, musuh utamanya ternyata kenal deket sama Sherlock (Benedict Cumberbatch), Mycroft (Mark Gatiss), bahkan John Watson (Martin Freeman). Kita sebut saja pelaku utama semua bencana yang terjadi sepanjang season dengan nama “E” (Sian Brooke).

2. Musuh paling kuat

via pbs.org
Ini Culverton Smith. Dia bukan yang paling sulit dikalahin. (Sumber. pbs.org)

Si “E” ini keliatan banget musuh paling kuat. Doi dikurung dalam sebuah penjara yang mirip rumah sakit jiwa berpengamanan tingkat dewa, tapi mampu menguasai tempat itu. “E” dianugerahi otak cemerlang dan kemampuan persuasi tinggi. Yah, mirip banget cerita “The Joker” dan “Arkham Asylum.”

Charles Augustus Magnussen yang bisa nyuruh-nyuruh pejabat tertinggi Inggris dan Jim Moriarty (Andrew Scott) yang menguasai seluruh dunia kriminal jadi keliatan cemen. Akting Sian Brooke juga keren, kok. Saking kerennya, doi cocok dapet penghargaan orang paling freak di dunia.

3. Lagi-lagi Moriarty

via followingthenerd.com
“This is the face you will never forget.” (Sumber: followingthenerd.com)

Meski udah tewas di season 2, kejahatan Moriarty masih aja muncul sampe season 4. Ya. Bayang-bayang doi masih muncul sampe episode terakhir season tersebut. Kawan Muda kalo sebel sama orang jangan kayak Moriarty gitu ya.

4. Jadi trio

via everyeye.it
Ki-ka: Sherlock, John, dan Mycroft lagi mikir satu meja. (Sumber: everyeye.it)

Sepanjang season, duet Sherlock – John keliatan berkembang jadi trio karena Mycroft selalu terlibat di tiap petualangan. Kalo engga ada Mycroft, Sherlock mungkin engga bakal bisa berkutik. Meski begitu, sifat asli tiap karakternya makin keliatan jelas.

Spoiler dikit, di episode 1 kan keliatan tuh kalo John ternyata gampang tergoda cewek. Di episode 2, giliran kelemahan mental Sherlock yang bakal tampak. Sementara kelemahan otak Mycroft baru keliatan di episode 3. Penasaran sama kelemahannya? Makanya nonton!

5. Psikologi banget

via telegraph.co.uk
Sherlock keliatan kusut di episode 2 karena doi lagi galau plus trauma. (Sumber: telegraph.co.uk)

“Sherlock” emang sebuah kisah detektif tapi narasi season 4 erat banget sama “bencana psikologis.” Cerita di episode 1 bikin Sherlock dan John trauma berat di episode 2. Di episode 3, trauma Sherlock bakal makin ditambah karena kemunculan “E.”

Kalo Kawan Muda punya pendapat lain, langsung aja tulis komentar kamu di bawah ini. Biar bahasannya semakin seru. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.