Sabtu, 24 Agustus 2019

Genmuda – Pertandingan penuh kesumat Manchester United kontra Manchester City di Stadion Old Trafford, Senin dini hari (10/12) berakhir 1-2 buat tim tandang. “The Citizen tegasin posisinya di puncak klasemen Liga Primer dengan 46 poin, terpaut 11 poin dari “Setan Merah” di peringkat dua.

Anak-anak asuh Pep Guardiola tampil dominan dengan penguasaan 65 persen permainan. Sebanyak 14 tendangan melesat dan tujuh di antaranya tepat sasaran. Sementara itu, skuad asuhan Jose Mourinho harus puas menguasai 35 persen pertandingan dan nembak delapan kali.

Dari awal, City tampil dominan dan didominasi sama-sama main cepat. Bola bergulir pendek-jauh dan datar-lambung secara bergantian. Drama di lapangan pun berlanjut ke ruang ganti. Buat merangkum, ini ceritanya.

Lukaku yang tinggalkan luka

via telegraph.co.uk
Gol pertama City dari Silva. (Sumber: telegraph.co.uk)

Romelu Lukaku sebenernya pemain bagus. Di Belgia, dia tulang punggung lini penyerangan. Di MU pun demikian. Namun, pemain seharga 75 juta poundsterling itu rentan salah, gak kayak M Salah yang gak pernah salah. Begitu.

Pada menit-menit 43, kotak penalti tuan rumah dihujam umpan lambung. Lukaku berusaha nyundul bola ke atas tiang gawang. Namun, bola mengenai sisi kepala yang salah sehingga melambung ke posisi strategis David Silva.

Tanpa banyak bingung, salah satu pemain senior Manchester City itu menendang voli bolanya melewati halauan tangan dan kaki kiper de Gea. Kesalahan kedua Lukaku di menit 54 juga mirip yang pertama.

via telegraph.co.uk
Gol kedua Manchester City dari kaki Otamendi. (Sumber: Istimewa)

Manchester City lagi-lagi diancam umpan lambung. Kali ini dari tendangan bebas. Bola mendarat ke arah Lukaku yang berusaha menendang lambung keluar kotak penalti. Namun, bola kena ke tulang kering kaki kanan, bukan kaki dominannya.

Bola itu malah mendarat dengan nyaman ke arah Otamendi. Dengan tendangan voli sambil sleding bukan kayak Kak Seto, bola disabet hingga mengoyak gawang Manchester United kedua kalinya. Gol tunggal Marcus Rashford pada menit 45+2 pun sia-sia.

Diving Ander Herrera

via telegraph.co.uk
Wasit Michael Oliver kukuh pendirian mengganjar Ander Herrera dengan kartu kuning karena diving. (Sumber: telegraph.co.uk)

Berusaha raih angka dengan cara apapun, Ander Herrera sampe rela menghilangkan keseimbangannya saat dijegal Otamendi di kotak penalti tim tandang. Dia tersungkur dan wasit meniup pluit panjang.

Bukan dihadiahi penalti, dia malah diganjar kartu kuning karena diving. Kaki Otamendi menghadang tepat di depan Herrera. Meski Mourinho ngomel kayak apapun, keputusan Wasit Michael Oliver gak bisa ditarik.

Omelan Mourinho

via dailymail.co.uk
(Sumber: dailymail.co.uk)

Beberapa kekesalan yang Mourinho ungkapin ke media, di antaranya soal gol City. “Kita semua mengharap City lakukan gol indah, tapi dapat dua gol sampah,” kata Mourinho dikutip Telegraph.co.uk.

Lalu, dia juga menyesali keputusan wasit soal diving Herrera. “Saya merasa iba dengan Michael Oliver karena dia bekerja dengan baik, tapi melakukan satu kesalahan fatal,” tutur Mourinho.

Terakhir, dia bilang bahwan kemenangan City kali ini hanya merupakan keberuntungan belaka. “Mereka tim bagus dan dilindungi banyak keberuntungan,” ujar Mourinho sambil bersungut-sungut.

Terlalu bising di ruang ganti

via telegraph.co.uk
Kiper Manchester City, Ederson rayain kemenangan di ruang ganti. (Sumber: Telegraph.co.uk).

Kemenangan di stadion tandang itu jelas kabar baik bagi Pep Guardiola yang cuma bilang “Kami lebih baik” ketika dimintai komentar soal pernyataan Mourinho. Anak-anak City pun rayain kemenangan dengan nyetel lagu volume tinggi di kamar ganti.

Kebisingan itu menerobos hingga area ruang ganti tuan rumah. Jose Mourinho kemudian dateng ruang ganti City. Dia meminta mereka nunjukin rasa hormat pada Manchester United yang sedang murung.

Kesambet botol air

via bbc.co.uk
Polisi berjaga di Old Trafford biar gak rusuh. (Sumber: bbc.co.uk)

Dengan gaya dan pembawaan Mourinho, kita bisa tau lah kalo permintaan itu diungkap sambil ngedumel dan ngomel. Kiper Ederson pun kepancing emosi sehingga meladeni Mourinho.

Keduanya adu bacot dengan Bahasa Portugis. Keadaan makin panas, sampai terjadi aksi lempar-lempar botol. Salah satunya terlempar ke arah Mourinho. Staf keamanan stadion sampai turun tangan untuk melerai kemelut itu. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.