10 Alasan yang Harus Kamu Pikirin Sebelum Memutuskan Jadi Freelancer | Genmuda.com
Home Serius Lo? 10 Alasan yang Harus Kamu Pikirin Sebelum Memutuskan Jadi Freelancer
10 Alasan yang Harus Kamu Pikirin Sebelum Memutuskan Jadi Freelancer
(Sumber: Istimewa)

10 Alasan yang Harus Kamu Pikirin Sebelum Memutuskan Jadi Freelancer

Genmuda – Khayalan supaya bisa dapet uang dengan ngerjain passion kapanpun di manapun tanpa terikat banyak peraturan rasanya bisa tercapai dengan jadi pekerja freelance. Padahal, pekerja lepas seperti itu juga punya banyak tuntutan, meski bentuknya emang beda dari yang dirasain karyawan kantoran.

Riset yang diolah tirto.id bilang kalo para millenials yang sekarang udah dewasa, para first jobber, dan mereka yang siap menempuh dunia kerja pengen banget jadi freelancer. Sayangnya, gak semua udah paham dan ngerasain ribetnya jadi pekerja lepas dan sayang banget kalo nyesel di tengah jalan.

Jadi, coba pahami beberapa tanggung jawab seperti yang disebut di bawah ini sebelum memilih jadi bos buat diri sendiri. Semuanya merupakan tuntutan freelance seperti yang disebutkan situs kerja lepas dan konsultan karier.

1. Harus rajin “cold-pitch”

via giphy.com

Cold-pitch itu istilah keren yang disebut John Rampton, seorang konsultan start-up, lewat tulisannya di huffingtonpost.com2016, yang artinya sama dengan “jualan.” Buat para freelance mungkin istilah yang lebih tepatnya adalah “jual diri.”

Kenapa harus rajin-rajin mempromosiin jasa freelance ke perusahaan atau calon klien? Supaya dapet pekerjaan dengan pembayaran penuh. Soalnya, situs-situs penyalur pekerja lepas selalu memotong upah para freelancer ketika dapet gaji dan ketika mentransfernya ke bank.

2. Bisa nego dan ngejelasin kerjaan dengan gampang

Faktanya, gak semua klien paham sama berbagai istilah teknis yang dimiliki para pekerja lepas. Misalnya, istilah “coding,” “c+,” “phyton,” atau “css” mungkin cuma dipahami para web developer; sementara istilah “render,” “masking,” atau “flat” dipahaminya sama anak-anak grafis.

Klien sih harapannya cuma punya website yang tampilannya kekinian dan gampang dibuka di berbagai gawai. Tugas para pekerja lepaslah untuk ngejelasin jasa yang ditawarin sekaligus ngeyakinin kalo doi adalah pilihan tepat supaya klien bisa bikin mendapatkan keinginannya tanpa bingung.

3. Bersedia sering dihubungi

via giphy.com

Ada klien yang cuek setelah ngasih tugas, tapi lebih banyak yang banyak minta dan sering menghubungi. Karenanya, kamu harus siap angkat telepon dari nomer yang gak dikenal dan segera balas semua pesan masuk meski dihubungi saat kamu lagi tidur pulas.

4. Harus punya pengalaman banyak

Sah-sah aja menganggap keahlian yang baru di bangku sekolah/kampus sebagai pengalaman dan semua tugas-tugas akademiknya sebagai portofolia. Hanya aja, mayoritas klien kan pengennya merekrut orang yang udah punya pengalaman selain bikin tugas akademik atau jadi freelance rekrutan keluarga sendiri.

5. Rela dibayar murah

via tenor.co

Kalopun ada klien yang mau ngerekrut pekerja lepas gak berpengalaman, nego harganya pasti sadis banget dan jauh lebih rendah daripada harga pasaran. Terima aja dulu itung-itung nambah pengalaman.

6. Bersedia kerja kapanpun

Siapapun yang bilang freelancer bisa kerja kapanpun di manapun emang benar. Baru bangun udah harus kerja. Lagi jalan-jalan tau-tau ada request dari klien ya jelas harus kerja juga. Tanggal merah juga bisa jadi dilakui sambil kerja juga karena ada permintaan baru. Secara tegas, hongkiat.com, bilang kalo freelancer gak bakal bertahan lama kalo masih “mau memisahkan kerja dan kehidupan pribadi.”

7. Siap gak punya teman

via giphy.com

Karena jadi pekerja lepas tuh independen, ya kerja sendirian adalah hal yang pasti terjadi. Siap-siap iri sama para karyawan kantoran yang selalu punya temen ngobrol, bisa nyari makan bareng, dan selalu punya kenalan baru saat ada karyawan baru masuk.

8. Siap ngurus banyak tugas administrasi

Meski ada program administrasi otomatis yang sekarang ini bisa didownload di mana-mana, urusan perpajakan pribadi kan masih harus dikerjain sendiri. Itu adalah sebuah pekerjaan yang bikin stres dan menyita banyak waktu.

9. Bisa konsentrasi di saat apapun

via pinterest.com

Pekerja kantoran dengan mudahnya bisa berkonsentrasi karena atmosfer kantor dibangun supaya para karyawan kerja dengan benar. Sementara itu, para pekerja lepas harus jago mengatur konsentrasi sendiri dan kalo perlu punya ruang kerja khusus di rumahnya, seperti yang diceritain webdesignerdepot.comApril 2010,

10. Harus jaga image

via wattpad.com

Suka atau engga, para pekerja-lepas harus jaga imagenya. Bayangin gimana perasaan klien kalo langsung ngeliat foto-foto alay ketika ngegoogling nama salah seorang freelancer. Doi pasti kabur karena lebih percaya sama freelancer yang foto-fotonya lebih jaga image, bosque.

Coba cek diri sendiri. Misalnya mampu memikul tuntutan di atas, berarti udah siap jadi pekerja lepas yang sesungguhnya. Kalo ada tuntutan yang kurang, kamu bisa langsung tulis pendapat kamu di bawah ini, ya. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.