Sabtu, 31 Oktober 2020

Genmuda – Belakangan ini banyak upaya penipuan ditebar lewat modus lowongan pekerjaan. Korbannya udah banyak dan mereka merugi ratusan bahkan jutaan rupiah. Ironisnya, tindakan ini terasa lebih kejam dan engga berperikemanusiaan karena targetnya adalah orang-orang yang butuh banget kerja, dengan kata lain lagi butuh duit.

Kebanyakan lowongan tipu-tipu itu mengatasnamakan diri sebagai perusahaan BUMN yang banyak peminatnya. Nama perusahaan swasta multinasional pun engga lupa dicatut oleh si penipu. Iming-iming gaji di atas standar dan menerima lulusan baru pun jadi strategi para penipu ini.

Padahal, kamu justru bakal dimintai duit dengan alasan administrasi, akomodasi wawancara, atau uang pegangan. Begitu duitnya kamu kasih, kamu pun bakal ditelantarkan begitu aja. Logikanya engga masuk. Beberapa kasus yang terbahas media pernah ditemukan di Yogyakarta (Mei 2016), Riau (September 2013), dan Jawa Tengah (Pertengahan 2011). Berikut inilah 5 modus yang digunakan para penipu. Kawan Muda perhatiin ya.

1. Pesan broadcast

Info lowongan kerja hoax di Yogyakarta dan Riau itu tersebar lewat pesan broadcast. Anak muda usia 20-an pun jadi korban penipuan tersebut. Jadi kamu perlu waspada kalo nemuin info broadcast lowongan kerja apalagi dari perusahaan-perusahaan gede yang nawarin posisi rendah dengan gaji tinggi. Wajib curiga!

2. Info di forum

Bebasnya akses internet ternyata bisa bawa masalah negatif,  soalnya info hoax itu bisa masuk ke forum-forum yang ada dan membaur dengan info lowongan kerja sesungguhnya. Bukan cuma forum cuap-cuap, bahkan forum jual-beli pun jadi target operasi para penipu loker. Tetep siaga, gaes.

3. Info di situs palsu

Makin majunya teknologi juga bikin tiap orang makin gampang bikin website, —bukan sekadar blog ya. Pihak-pihak engga bertanggung jawab pun rajin memalsukan situs perusahaan gede yang udah pasti ngasih iklan hoax. Nama situs abal ini juga dibuat mirip situs resmi perusahaannya biar mengecoh para pencari kerja.

4. Iklan palsu di situs asli

Selanjutnya situs resmi juga rentan terjangkit lowongan kerja abal. Hoaxnya bisa berbentuk iklan singkat dalam bagian comment, atau kolom iklan random yang disediakan pihak ketiga. Untungnya, kamu selalu bisa ajukan kecurigaanmu ke pemilik situs resmi biar hoax itu diblokir selama-lamanya.

5. Iklan palsu di koran nasional

Di media cetak pun bisa jadi ladang operasi penyebar hoax lowongan kerja. Mungkin loker ini engga mencatut nama perusahaan gede, namun tetep nawarin iming-iming gaji tinggi buat karyawan berpengelamanan rendah. Really? Logikanya mana ada perusahaan mau ngegaji karyawan pemula dengan gaji manager berpengalaman 4 tahun.

Terus gimana cara mengindarinya nih? ada baiknya kamu perhatikan sejumlah tips dari Genmuda.com di bawah ini:

1. Cari kerja di perusahaan besar lewat situs aslinya aja

Serius, gaes. Paling aman mendaftar kerja lewat cara yang disediakan di situs resmi perusahaan. Karena itu kamu perlu tau alamat resminya. Kamu pun bisa langsung kirim proposal lamaranmu ke alamat kantor atau email resminya. Pastinya ini benar-benar jelas dan engga bakal kasih kamu PHP.

2. Perhatikan alamat email perusahaan

Perusahaan-perusahaan gede yang udah punya situs sendiri engga mungkin ngirim email pakai provider bebas macam gmail, yahoo, atau hotmail. Pastinya mereka kirim dengan @perusahaanmereka.com/net/co.id. Jadi, periksa kembali email undangan wawancara kerja yang kamu terima.

3. Periksa identitas perusahaan

Bukan hanya namanya, kamu pun bisa periksa alamat persuratan kantor, nomor telepon, atau bahkan cap yang digunakan. Biasanya sih para penipu engga bakal bisa menirukan lambang cap perusahaan gede, secara itu kan sifatnya pribadi dan rahasia.

4. Gaya bahasa bisa mengungkap jati diri

Kamu yang pandai berbahasa bisa periksa surat undangan wawancara kerja atau iklan lowongan. Kalo bahasanya belepotan, muter-muter, atau gobbledygook, ada baiknya kamu curiga. Soalnya, info lowongan kerja resmi pasti dibuat dengan seksama oleh karyawan berpengalaman supaya infonya tersampaikan dengan baik.

5. Manfaatkan koneksimu

Inilah salah satu alesan kamu perlu banyak cari koneksi ketika kuliah. Kamu bisa tanyakan koneksimu mengenai keaslian lowongan kerja. Kalo perlu, minta aja sekalian lowongan kerjanya dari temen atau kolega yang udah duluan kerja. Lebih aman kan? He-he.

Intinya di jaman yang serba canggih sekarang ada baiknya kamu jangan langsung gampang percaya sama informasi seputar lowongan pekerjaan ya. Salah-salah nanti kamu malah ketiban sial. *amit-amit (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.