Jum'at, 23 Oktober 2020

Genmuda – Lucasfilm dan Disney akhirnya merilis film “Solo: A Star Wars Story” pada tanggal 23 Mei 2018. Sesuai judulnya film ini bakal menceritakan kehidupan si sosok tentara bayaran dan penyelundup bajingan, Han Solo, sebelum dirinya bertemu dengan Luke dan Leia di “Episode IV: A New Hope”.

Mengikuti jejak “Rogue One”, ide film “Solo” sejatinya memberikan angin segar buat para fans setelah karakter ikonik tersebut tewas di “Star Wars Episode VII: Force Awakens”. Nah, sejauh apa film ini menjawab ekspektasi penonton? Langsung aja Kawan Muda pantengin review Genmuda.com berikut ini.

Han Solo muda yang naif dan ambisius

©Lucasfilm/Disney
Han Solo (Alden Ehrenreich) dan (Chewbacca) Joonas Suotamo di film Solo: A Star Wars Story. ©Lucasfilm/Disney

Jauh sebelum Star Destroyer, —“Rogue One” dan “Episode IV”, dibangun oleh Empire kehidupan luar angkasa penuh kekacauan. Han (Alden Ehrenreich) tinggal di planet miskin bernama Corellia yang dipimpin oleh alien bernama Lady Proxima. Setiap penduduk planet tersebut diharuskan memberikan upeti berupa barang-barang bekas atau barang selundupan sebagai biaya makan dan tempat tinggal mereka.

Namanya anak muda sob, wajar kalo punya ada rasa keinginan yang terkesan naif. Sama halnya Han. Saat diutus mencuri barang berharga oleh Lady Proxima, doi malah membelot dan mengajak Qi’ra (Emilia Clarke) untuk menjual barang curiannya sehingga mereka bisa kabur dari Corellia dengan pesawat sendiri dan kemudian menjelajahi galaksi. Sweet dreams banget, deh.

Alih-alih kabur berdua, Qi’ra malah ditangkap oleh anak buah Lady Proxima sedangkan Han berhasil lolos dan galau menentukan nasibnya. Tanpa waktu lama, Han kemudian mutusin gabung ke pasukan Galactic Empire untuk menjadi pilot dengan menggunakan nama Han Solo dan berambisi kembali ke Corellia menjemput Qi’ra.

Bukannya berhasil, tiga tahun berlalu Han Solo malah masuk dalam pasukan angkatan darat bukan jadi pilot. Ngerasa mandat dari atasannya bertolak belakang dengan hatinya, doi kembali membelot hingga bertemu dengan Tobias Beckett (Woody Harrelson), Val (Thandie Newton) dan Rio (Jon Favreau) sekelompok tentara bayaran yang berkerja untuk bos sindikat kriminal antar galaksi bernama Dryden Vos (Paul Bettany).

Setelah pertemuan dengan Tobias, penonton seolah diajak lebih dalam buat mengetahui awal mula lahirnya hubungan bromance Han Solo dengan Chewbacca (Joonas Suotamo) sampe persaingannya dengan pemilik pertama pesawat Milenium Falcon, Lando Calrissian (Donald Glover). Dari situ deh, gaya tengil dan akal bulus Han Solo yang kadang konyol saat bernegosiasi dengan musuh mulai terasah.

Perpaduan film koboi dan Perang Dunia II

©Lucasfilm/Disney
©Lucasfilm/Disney

Solo: A Star Wars Story” emang kasih kamu warna baru dalam cerita Star Wars karena gak ada sama sekali perseteruan Sith dengan Jedi atau rentetan pertemputan Light Saber dengan embel-embel Force. Semuanya murni film action sci-fi dengan tema kesetian, percintaan, pengkhiatanan, dan persahabatan.

Satu hal yang membuat film ini terasa mirip film bertemakan western dan Perang Dunia II ada pada sejumlah adegan pembajakan di atas gerbong kereta api dan pertempuran di medan perang. Tetap menghibur dan cocok dengan sosok Han Solo sebagai penyelundup ulung yang jarang terlibat pertarungan langsung dengan musuh.

Fokus di tokoh lama, lemah di tokoh baru

©Lucasfilm/Disney
©Lucasfilm/Disney

Kehadiran Han Solo, Chewbacca, dan Lando Calrissian dalam film ini emang jadi daya tarik buat fans Star Wars sebagai ajang flashback. Sayang, hal itu malah berbanding terbalik sama tokoh baru yang terasa datar dan enggak punya kesan kuat buat nempel di kepala penonton. Dibilang keren ya lumayan, dibilang jago juga enggak terlalu jago banget. (Paham kan?)

Beda sama film “Rogue One” yang nampilin tokoh baru dan juga gampang dicerna oleh penonton baru tanpa perlu ngikutin film Star Wars terdahulu, jalan cerita “Solo: A Star Wars Story” justru sebaliknya. Kalo kamu gak pernah ngikutin film-film “Star Wars” kemungkinan bakalan susah mengerti jalan ceritanya. Sedangkan buat ’Star Wars Fanboy’ film ini mungkin masih belum bisa memenuhi ekspektasi mereka atas sosok Han Solo asli yang diperanin oleh Harrison Ford.

Walau terkesan cari aman, untungnya film garapan Ron Howard ini masih cukup menghibur buat kamu yang suka genre action sci-fi dengan balutan luar angkasa. Keberhasilan Ehrenreich meranin Han Solo muda dengan naskah garapan Jonathan Kasdan dan Lawrence Kasdan yang penuh plot twist juga layak diacungin jempol.

Comments

comments

Saliki Dwi Saputra
Penulis dan tukang gambar.