Sabtu, 25 Mei 2024

Genmuda – Berikut review Genmuda.com untuk film Insidious: The Red Door. Film kelima Insidious ini kembali menghadirkan teror yang dialami oleh Josh Lambert dan keluarganya.

Patrick Wilson yang merangkap sebagai aktor utama kali ini mencoba kemampuannya menjadi seorang sutradara. Ceritanya sendiri masih digarap sama Leigh Whannell dan dibantu oleh Scott Teems.

10 Tahun Pasca Kejadian di Film Kedua

Insidious: The Red Door ©Sony Pictures

Buat Kawan Muda yang belum tahu, film ini punya benang merah dari film pertama Insidious (2011) dan Insidious: Chapter 2 (2013). Meski ada dua film lainnya setelahnya, namun dua film pertama lah yang memiliki keterkaitan cerita dari film kelimanya ini.

Cerita berlanjut 10 tahun pasca kejadian di film kedua. Dikisahkan bahwa Lambert (Patrick Wilson) melanjutkan hidupnya. Namun kini dia tengah bercerai dengan Renai (Rose Byrne).

Ironisnya kehidupan Lambert kian nestapa karena doi sering lupa ingatan dan tidak memiliki hubungan baik dengan putranya, Dalton (Ty Simpkins) yang kini sudah jadi anak kuliahan.

Alih-alih move on dari masa lalu, Lambert dan Dalton kembali masuk ke dunia mimpi dan diteror oleh sejumlah iblis. Tanpa sadar, hubungan bapak-anak ini akhirnya dipertemukan di dunia roh dan menemukan pintu warna merah.

Sesuai judulnya, pintu merah inilah yang bakal jadi teka-teki yang menarik untuk diikuti dan siap memberikan penonton jump scare khas Insidious. Penasaran?

Bumbu drama

Insidious: The Red Door ©Sony Pictures

Hampir satu dekade setelah film kedua, Insidious: The Red Door rasanya seperti proyek pilot buat Patrick Wilson bagi penulis. Secara cerita sejatinya film ini gak bisa dibilang fresh atau baru banget. Kalian yang belum pernah menonton film-film sebelumnya juga masih nyaman ngikutin plot yang ditawarkan.

Kalau pun ada sedikit pembeda, hal itu ada pada bumbu cerita antara Lambert dengan Dalton. Jika dalam film sebelumnya dua tokoh ini saling membantu, maka di sini Wilson seolah memberikan unsur drama yang membuat ayah dana anak itu saling melengkapi satu sama lain.

Untuk urusan jump scare penulis merasa kalau film ini terlalu boros di awal. Alhasil tensi cerita di akhir lebih terasa drama banget, ketimbang horornya.

Tapi seperti yang penulis singgung di awal, catatan itu bisa dimaklumi karena film ini sejatinya hanya melanjutkan kesuksesan yang sudah ada, dan hanya menambah sedikit bumbu drama.

Kesimpulan

Keseluruhan Insidious: The Red Door mungkin tidak begitu wah. Tapi yang jelas, film ini sudah dipastikan masih menyimpan cerita lainnya. Soalnya, masih ada bagian cerita yang tersisa di post credit scene yang mengindikasikan adanya lanjutan kisah Lambert dan Dalton.

Di Indonesia film ini tayang mulai Kamis (12/6/2023). Tonton dulu aja trailernya di bawah ini, gengs!

Our Score

(sds)

Comments

comments

Velesya Dea
A charmwoman