Selasa, 4 Agustus 2020
Kekinian

‘Pesta Sains 2016’ Ajang Interaktif Generasi Muda Buat Cari Tau Seputar Makanan yang Biasa Kamu Konsumsi

©Genmuda.com/2016 LikiPameran fotografi 'Eat It!' karya Enora Lalet di lantai dua PP-IPTEK TMII dalam rangkaian Pesta Sains 2016 ©Genmuda.com/2016 Liki

Genmuda – Coba tanya sama diri Kawan Muda sendiri, “Berapa banyak makanan yang masuk di dalam tubuh kamu?” atau “Berapa banyak kandungan protein atau gula yang kamu konsumsi tiap hari?” Jawabannya pasti beragam dong. Meski pertanyaan tadi keliatan receh atau kayak ‘remahan’ roti tawar, tapi Kawan Muda baiknya jangan keburu apatis duluan.

Emangnya kenapa sih? Yup, masalah yang keliatan ‘sepele tapi besar’ inilah yang jadi topik utama dari acara ‘Pesta Sains 2016’ yang diselenggarakan oleh Institut Français d’Indonésie (IFI) yang baru aja resmi dibuka di Jakarta hari Rabu (19/10) di Pusat Peragaan (PP) IPTEK, Taman Mini Indonesia Indah. FYI, selain Jakarta, acara ini juga digelar di 8 kota lainnya, yaitu: Surabaya, Medan, Bandung, Makassar, Yogyakarta, Malang, Jombang, dan Denpasar.

Memasuki tahun ke-3 pelaksaannya, IFI sebagai penyenggara mengambil tema ‘Makanan dan Kita’ dengan harapan dapat meningkatkan pemahaman dan pengetahuan generasi muda Indonesia akan pentingnya nutrisi dan keseimbangan makanan yang dikonsumsi setiap harinya. ‘Pesta Sains 2016’ juga berkerjasama dengan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Komik Sains KUARK, dan Universitas Pancasila.

Nicolas Garcoin sebagai Atase Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kedutaan Prancis di Indonesia mengatakan, “Pesta Sains 2016 diharapkan dapat mendorong masyarakat di kedua negara [Indonesia-Prancis] supaya bisa lebih sadar akan pentingan makanan yang kita konsumsi, mulai pola makannya, bagaimana proses pangan berkelanjutan, keanekaragaman hayati hingga kesehatan masyarakat.”

Perlunya kesadaran dari anak muda

©Genmuda.com/2016 Liki
Kiri-kanan: Prof. Dr. Wahono Sumaryono, Apt, Nicolas Garcoin, Dr. Ir. Ophirtus Sumule DEA, dan Ibu Sanny meresmikan pembukaan Pesta Sains 2016 pada hari Rabu (19/10) di Gedung PP-IPTEK TMII ©Genmuda.com/2016 Liki

Di tempat yang sama, Direktur Sistem Informasi Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Indonesia, Dr. Ir. Ophirtus Sumule DEA bilang jika tema makanan (pangan) merupakan masalah utama yang bersumber pada kemajuan teknologi di Indonesia. “Pemilihan ‘Makanan dan Kita’ sesuai dengan kebutuhan kita sebagai ‘objek’, yang membutuhkan makanan [pangan]. Di kesempatan lain [selain pangan] ada pula hal yang harus sama-sama kita pikirkan terkait masalah energi dan air bersih.” ujar beliau.

Kepada Genmuda.com, Pak Ophirtus juga optimis mengajak semua generasi muda, terutama yang berada di universitas untuk bisa aktif mengatasi permasalahan pangan yang sama-sama dihadapi di hampir seluruh penjuru dunia.

“Jujur saja saya katakan, orang-orang terbaik di Indonesia itu berada di perguruan tinggi. Oleh sebab itu kami [Kemenristek Dikti] bekerjasama dengan 4.700 perguruan tinggi, dan dari jumlah tersebut kita punya 200 ribu lebih sarjana yang bisa menggerakan kemajuan IPTEK.”

Serius tapi tetap santai

©Genmuda.com/2016 Liki
Ini dia Pameran Selamat Makan yang mengulas fakta-fakta unik dan menarik soal makanan ©Genmuda.com/2016 Liki

Bahasannya serius banget nih? Santai. Buang jauh-jauh pikiran kayak gitu. Melalu tema ‘Makanan dan Kita’ kamu bisa ikutan berbagai rangkaian acara yang menarik dan seru buat diikutin.

Mulai pameran ‘Bon Appétit’ (Selamat Makan) dari Pusat Budaya Sains Prancis Cité Nature, yang kasih kamu fakta-fakta ilmiah dari semua tanaman yang kita konsumsi secara lebih interaktif dan asik. Hingga pameran Tanaman dan Manusia yang digagas oleh lembaga riset Prancis, CIRAD dan IRD.

Dari semua itu Genmuda.com bisa ngejamin kalo kamu semua bakalan kagum atau mungkin melonggo setelah tau fakta unik seputar makanan yang sehari-hari kamu temuin. JSYK, dalam pameran interaktif Pesta Sains 2016 dikemas dalam dua bahasa ya, Prancis dan Indonesia. Jadi kamu engga perlu takut gagal paham duluan.

©Genmuda.com/2016 Liki
Dalam karya fotografinya, Enora Lalet bereksperimen dengan berbagai makanan ©Genmuda.com/2016 Liki

Selanjutnya buat Kawan Muda yang ngaku artsy dan suka foto-foto, ada pula pameran foto ‘Eat It!’ karya seniman Prancis, Enora Lalet. Doi adalah seorang seniman yang engga cuma berkarya lewat media lukisan, cat air atau pastel, tapi dengan menggunakan berbagai makanan. Gokil kan?

Perupa kuliner satu ini emang udah berkarya di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Doi pun pernah ngelakuin resindesi seni di kota Batu, Jawa Timur, tahun 2014. Dan secara istimewa kayak martabak telor seniman satu ini bakalan datang lagi ke Indonesia. Semua hasil karya Enora bisa kamu nikmati di lantai dua PP-IPTEK TMII mulai dari tanggal 18-27 Oktober 2016, setiap hari Senin-Sabtu: 08.30-16.00 WIB dan hari Minggu: 09.00-16.00 WIB.

Masih ada pemutaran film dan seminar dengan topik yang engga kalah kece

Jika bahas soal makanan pastinya engga melulu urusan perut, ada juga proses mengolah makanan tersebut dari mulai pra hingga pasca konsumsi. Faktanya semua proses tersebut masih meninggalkan masalah buat kelangsungan hidup dan pencemaran ekosistem Bumi.

Oleh sebab itu, semua permasalahan tersebut dirangkum dalam seminar dan pemutaran film yang diselenggarakan di IFI Jakarta mulai tanggal 14-27 Oktober 2016. Salah satu judul film yang bakalan diputar adalah film dokumenter, ‘Tomorrow’ yang berhasil memenangkan Penghargaan César buat katergori Film Dokumenter Terbaik 2016. Buat jadwal lengkap film dan topik seminar yang bakalan digelar selama ‘Pesta Sains 2016’ kamu pantengin aja situs resmi IFI Jakarta.

 

Comments

comments

Saliki Dwi Saputra
Penulis dan tukang gambar.