Rabu, 22 Mei 2024

Genmuda – Kepolisian RI masih mengusut kasus Dimas Kanjeng Taat Pribadi sesuai tuduhan pembunuhan dua santrinya. Setelah polisi menelusuri, ternyata Dimas Kanjeng Taat pribadi diduga mengedarkan uang palsu.

Doi bilang punya ilmu paranormal yang bisa menggandakan uang, perhiasan, dan emas kepada hampir semua orang. Warga yang pengen kecipratan untung pada berdatangan ke Padepokannya di Probolinggo, Jawa Timur dan rela bawa mahar berjuta-juta rupiah buat dilipatgandakan kemudian.

Bahkan pejabat, oknum TNI, dan sejumlah oknum polisi juga jadi pengikut. Tapi, ada 3 pengikut yang eling. Mereka mencium ada tipu-tipu di ajarannya Dimas Kanjeng. Begitu mau rahasianya mau dibocorin, Dimas Kanjeng ngebunuh dua pengikut dan mengancam satu orang lagi supaya tutup mulut.

Uniknya, kasus pembunuhan yang merupakan pelanggaran berat HAM itu malah redup akibat orang terlalu fokus sama kemampuan Dimas Kanjeng menggandakan bayangan kayak Naruto harta.

Percaya engga percaya sebenernya kasus ini pun mirip sama berbagai macam peribahasa yang (mungkin) sering Kawan Muda dengar. Mau tau apa aja? Coba simak langsung di bawah:

1. ‘Angin tak dapat ditangkap, asap tak dapat digenggam’

via gifsoup

Yang mana arti dari peribahasa itu adalah ‘Cepat atau lambat berita yang buruk akan tersiar juga karena sulit untuk disembuyikan.’ Ya, kan? Buktinya gebetan kamu lama-lama tau tuh kalo kamu menyimpan perasaan ke doi. Nah, pribahasa kayak ini pun mirip sama kasus ‘Si Pengganda Uang’ yang akhirnya ketauan ‘belangnya’.

2. ‘Sepandai-pandainya tupai melompat, pasti jatuh juga’

Kalo ini kayaknya peribahasa yang artinya ‘Seahli apapun seseorang, pasti punya kelemahan’ ini cocok buat pengikut Dimas Kanjeng yang rata-rata pendidikannya tinggi-tinggi. Tapi, masih bisa dikibulin orang kayak gini.

3. ‘Pintar tidak mengajar, bodoh tidak menurut’

Peribahasa ini biasa dipakai buat nyebut orang yang keras kepala, punya logika sendiri, dan kalo ngomong suka seenak jidat. Mirip banget kayak Dimas Kanjeng dan pengikutnya yang ngalor-ngidul waktu diminta ngejelasin cara Si Kanjeng menggandakan uang. Kawan Muda jangan kayak gitu ya.

4. ‘Diberi sehasta, hendak sedepa’

via tumblr.com

“Dikasih hati minta jantung, ngelunjak banget sih jadi orang!” Pasti kamu KZL banget kan kalo ketemu orang kayak gitu. Nah, pribahasa itu cocok dikasih bagi Pengikut Dimas Kanjeng. Kenapa begitu? Karena pengikutnya paranormal ini punya duit banyak, men. Buktinya mereka mampu ngasih mahar jutaan hingga miliaran rupiah. Hidup kok kayaknya kurang banget ya? “Life itu hidup…”

5. ‘Orang mandi bersiselam, awak mandi bertimba’

Pengikut Dimas Kanjeng juga pada gak sadar tuh kalo mereka lagi ‘mandi bertimba’ sementara Kanjengnya ‘Mandi bersiselam.’ Mereka rugi karena ngasihin mahar, sementara hartanya Dimas Kanjeng makin melimpah. Soalnya engga tiap minggu Si Kanjeng mengembalikan harta yang digandainnya.

6. ‘Ikut hati mati, ikut rasa binasa’

via giphy.com

Kayaknya peribahasa ini juga cocok buat ngejelasin situasi yang dialami pengikut Dimas Kanjeng. Ikut hati mati, ikut rasa binasa tuh artinya orang bakal gagal binasa kalo hanya mengikuti kata hati tanpa menggunakan akal pikiran.

Pengikut Kanjeng kan ngerasa punya keyakinan tinggi sama mukjizat guru spiritual mereka, sampai-sampai lupa kalo menggandakan benda begitu saja tuh masih engga masuk logika. Kecuali, doi punya cermin penggandanya Doraemon.

7. Akhirnya, para pengikut Dimas ‘Makan buah simalakama’

Mereka sekarang udah skak mat. Kalo mereka bersikukuh Dimas Kanjeng bisa menggandakan uang, berarti mereka menyatakan kanjengnya melanggar peraturan. Soalnya, cuma Bank Indonesia yang berhak mencetak uang dan menyebarkannya. Totet!

Sementara kalo mereka mengaku kekuatan Dimas Kanjeng itu hoax belaka, mereka secara engga langsung mengaku kalo jadi orang yang bisa dibodoh-bodohi sama harta. Yah, makan buah simalakama alias jadi serba salah kalo kata Raisa.

8. “Tell one big enough lies repeatedly, and eventually it will become truth”

via framepool.com
That moment when you and your BFF cheering Nazi Germany to invade another country. (Sumber: framepool.com)

Itu adalah intisari pemikirannya Joseph Goebbels, sahabatnya Hitler sekaligus Menteri Propaganda Jerman Nazi. Intinya sih, kebohongan yang diucapin terus-menerus lama-lama bakalan dipercaya orang. Kalo kebohongan aja bisa dipercaya, mana mungkin kejujuran bakal ditolak.

Itu 8 hikmah seputar kasus Dimas Kanjeng yang bisa dijelasin dengan gamblang sama 8 peribahasa. Sebenernya masih ada banyak sih hikmahnya, tapi Genmuda.com kasih kesempatan Kawan Muda buat mencarinya. (ngeles) Langsung aja tulis di comment kalo udah nemu hikmah lainnya, gaes. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.