Kamis, 29 Oktober 2020
Kekinian

Kembangkan Perpustakaan Berbasis Online, Kemenperin Dukung Generasi Muda Sambut MEA

Acara pembukaan Kemenperin Book Fair 2016, Selasa (12/4) (Foto: Genmuda.com/2016 Gabby)

Genmuda – Terhitung mulai tahun ini, siap engga siap kita memang udah masuk dalam era Masyarakat Ekonomi ASEAN. Oleh karena itu, dalam rangka menyambut MEA, Kementerian Perindustrian lewat perpustakaannya berupaya buat ngelakuin serangkaian inovasi dengan pelayanan berbasis online.

Perpustakaan Kementerian Perindustrian merupakan suatu perpustakaan khusus dengan mayoritas koleksi di bidang industri demi ngedukung visi dan misi kementerian tersebut. Dengan hadirnya pelayanan berbasis online, Menteri Perindustrian Saleh Husin pun yakin hal itu engga cuma bisa ningkatin layanan, tapi juga ngemudahin pengelolaan.

FYI, salah satu inovasi pelayanan berbasis online Perpustakaan Kementerian Perindustrian yang terintegrasi dari hulu sampai hilir hadir melalui integrasi situs web dan libranet. Di samping itu, Kementerian Perindustrian juga engga lupa buat terus ngejalin kerjasama dengan Perpustakaan Nasional dalam pengembangan pustakawan dan pengelolaan perpustakaan.

Menteri Perindustrian Saleh Husin meninjau miniatur Perpustakaan Kementerian Perindustrian di acara pembukaan Kemenperin Book Fair 2016, Selasa (12/4) (Foto: Genmuda.com/2016 Gabby)
Menteri Perindustrian Saleh Husin meninjau miniatur Perpustakaan Kementerian Perindustrian di acara pembukaan Kemenperin Book Fair 2016, Selasa (12/4) (Foto: Genmuda.com/2016 Gabby)

Nah, sebagai promosi layanan sekaligus upaya buat ngenalin koleksi perpustakaannya, Kementerian Perindustrian akhirnya kembali nyelenggarain kegiatan Kemenperin Book Fair pada 12 sampai 15 April 2016 di Plaza Pameran Industri Kementerian Perindustrian. Ini merupakan kedua kalinya Kementerian Perindustrian ngegelar kegiatan tersebut loh, Kawan Muda.

Meski begitu, ada banyak hal yang berbeda dari Kemenperin Book Fair 2016. Engga kayak tahun sebelumnya yang cuma terdiri dari bazaar dan donasi buku serta talk show, tahun ini ada bazaar buku, talkshow, community talk, fashion show, beauty class, music performance, dan door prize. Kemenperin Book Fair 2016 pun ngegandeng 51 peserta, yang terdiri dari penerbit, distributor buku, dan komunitas.

Tahun ini sebenarnya lebih mengangkat seni, budaya, dan kreativitas yang digabungkan dalam kegiatan Book Fair. Kalau tahun lalu kan Book Fair-nya aja yang ditonjolkan, sekarang ada kampung kreativitasnya,” jelas Sandika Dewi Rosalini dari Speak Project saat ditemui Genmuda.com usai acara pembukaan Kemenperin Book Fair 2016, Selasa (12/4).

Menteri Perindustrian Saleh Husin bersama Gen Halilintar di acara pembukaan Kemenperin Book Fair 2016, Selasa (12/4) (Foto: Genmuda.com/2016 Gabby)
Menteri Perindustrian Saleh Husin bersama Gen Halilintar di acara pembukaan Kemenperin Book Fair 2016, Selasa (12/4) (Foto: Genmuda.com/2016 Gabby)

Yang lebih menariknya lagi, di hari terakhir penyelenggaraan Kemenperin Book Fair 2016, bakal ada Community Awards, di mana tiga komunitas UKM terbaik yang udah ikutan pameran bakal dipilih sebagai pemenang. Selain itu, akan hadir pula Miss Green Tourism Indonesia 2015, Gen Halilintar, dan Forum Indonesia Muda buat ngeramein kegiatan.

Sementara itu, Abang dan None Buku Jakarta Barat, Farid dan Dwitya, yang baru pertama kalinya bekerjasama dengan Kementerian Perindustrian di kegiatan Kemenperin Book Fair, berpendapat bahwa kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang edukatif dan inovatif. “Ini juga akan mendukung betapa besarnya penopang industri kreatif di Indonesia,” tambah Farid.

Ketika ditanya Genmuda.com soal perpustakaan yang ideal menurut mereka, Farid dan Dwitya pun berpendapat kalau kuncinya bukan cuma ada pada kenyamanan dan koleksinya yang banyak, tapi juga pada keunikannya. “Gimana caranya perpustakaan itu menjadi suatu tempat yang unik, sehingga anak muda bisa datang untuk berfoto dan kemudian mengiklankan perpustakaan itu di media sosial,” ujar Farid.

Abang dan None Buku Jakarta Barat di acara pembukaan Kemenperin Book Fair 2016, Selasa (12/4) (Foto: Genmuda.com/2016 Gabby)
Abang dan None Buku Jakarta Barat di acara pembukaan Kemenperin Book Fair 2016, Selasa (12/4) (Foto: Genmuda.com/2016 Gabby)

Engga ketinggalan, Farid dan Dwitya berharap semoga Generasi Muda bisa lebih cinta terhadap buku –khususnya buku konvensional — dan lebih berminat lagi buat berkunjung ke perpustakaan. “Buku bukan cuma soal akademis, tapi buku punya manfaat luas. Jadi, semoga [Generasi Muda] bisa lebih terbuka,” tutup Dwitya.

So, tunggu apa lagi, Kawan Muda? Jangan lewatin Kemenperin Book Fair 2016. Mumpung masih ada tiga hari lagi, mending kamu sempet-sempetin deh. Kapan dan di mana lagi kamu bisa belanja buku murah, dengerin pembicara-pembicara kece, dan ngelihat karya anak bangsa kalau engga sekarang dan di Kemenperin Book Fair 2016?

Saya mengharapkan penyelenggaraan Kemenperin Book Fair dapat memberi kesempatan seluas-luasnya kepada pengunjung untuk menambah wawasan dan khasanah pustaka yang berkualitas. Kita jadikan kegiatan ini sebagai bekal untuk menyiapkan generasi bangsa yang andal dan tangguh demi tercapainya kehidupan industrialisasi yang lebih baik,” tandas Saleh.

(sds)

Comments

comments

Gabrielle Claresta
Eccentric daydreamer