Kamis, 2 April 2020

Genmuda – We The Fest yang digelar 11-13 Agustus 2017 cuma salah satu dari deretan konser keren yang berlangsung sepanjang bulan Kemerdekaan ini. Selain pesta rakyat yang digelar pemerintah, ada juga konser jazz hingga klasik.

Meski keliatan sangat bebas dan ekspresif, tetep ada sebuah etika yang perlu diikuti penonton konser. Tujuannya sih supaya gak malu ganggu penonton lain atau bahkan musisi di atas panggung. Beda aliran musik beda etikanya. Detilnya bisa kamu liat di bawah ini.

1. Etika di festival EDM

©Genmuda.com/2017 TIM
Konser Epik High di We The Fest 2017, Sabtu (12/8). ©Genmuda.com/2017 TIM

Festival musik yang identik banget sama kebebasan masa muda ini tetep punya beberapa peraturan gak tertulis loh buat para penontonnya. Etika pertama dan utama sih jelas berlaku ramah pada sesama penonton.

Kalo ada yang butuh bantuan saat pengen turun dari bahu temen, butuh korek buat sebats, atau mungkin cuma pengen ngobrol, ya bantu doi. Lagian, makin banyak kenalan baru kan makin seru.

2. Etika di konser rock/metal/hardcore

©Genmuda.com/2017 TIM
Rekti The SIGIT manggung di We The Fest 2017, Jumat (11/8). ©Genmuda.com/2017 TIM

Mosh pit, pogo, crowdsurf, atau kejadian lain yang biasa dilakuin penonton musik keras itu udah lumrah. Tapi, di antara semua kejadian yang dianggap rusuh itu, tiap penonton konser harus bantuin penonton lain yang lagi jatoh. Kalo bisa, berhentiin dulu rusuhnya. Setelah semua siap, rusuhnya lanjutin lagi!

Kalo mau duduk, lakuin lah di pinggir area penonton atau di tempat lain yang jauh dari jangkauan mata artis di atas panggung. Soalnya, penonton yang duduk saat konser musik rock tuh dianggap ngerendahin artisnya. Kecuali, penonton itu emang butuh duduk di kursi roda.

3. Etika di konser jazz

©Genmuda.com/2016 TIM
Penampilan Amelia Ong di Britamax Tangsel Jazz Festival (TJF) 2016, Sabtu (12/11). ©Genmuda.com/2016 TIM

Musik jazz itu dikenal dengan musik yang penuh improvisasi dan sulit dimainin. Karena itu, beri apresiasi setelah musisi nampilin satu lagu atau tiap mereka pamer skill lewat solo panjang, pamer cengkok suara, atau nampilin aransemen baru.

Kalo konser jazznya diadakan dalam format konser yang ditonton sambil duduk, usahain untuk terus duduk hingga lagu selesai dimainin. Jangan berisik juga karena orang pada dateng untuk ngjazz, bukannya dengerin kamu ngomong.

4. Etika di orkestra klasik

via rimanews.com
(Sumber: rimanews.com)

Konser ini paling banyak aturan engga tertulisnya. Penonton konser klasik biasanya dateng pakai baju formal, atau minimal dress code “smart casual.” Sepanjang nonton pun gak boleh bersuara sama sekali supaya musik bisa didengar seutuhnya.

Kalo konduktor ngasih aba-aba ke penonton (misalnya aba-aba diem meski satu lagu telah berakhir), itu pun harus diikuti buat mendukung jalannya konser. Intinya sih, tiap penonton gak boleh ganggu jalannya acara dan penonton lain.

5. Etika di pesta rakyat

Bebas tapi sopan. Itu satu-satunya etika yang harus dipatuhi di pentas rakyat. Jangan sampai acara yang harusnya bikin orang bersenang-senang ini malah berubah jadi rusuh karena kesalahpahaman sepele kayak kena senggol. Kalo udah gitu kan kamu pasti bisa nikmatin tiap konser sepenuhnya. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.