Jum'at, 21 Januari 2022
HiburanMusik

5 Momen Terbaik SHVR Invasion Jakarta 2017 yang Sulit Banget Dilupain

©Genmuda.com/2017 TIMParty Favor ngajakin penonton berpesta sampe besok, lusa, dan besok lusanya. Ajakan itu disambut super antusias. Penonton mengangkat tangan sambil teriak girang. ©Genmuda.com/2017 TIM

Genmuda – Konser musik elektronik SHVR Invasion di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Jumat malam (22/9) padat berkat Martin Garrix di panggung area Euphoric Ground. Namun demikian, line up lain tetep sajiin penampilan yang pecah.

Kebanyakan penonton yang dateng emang cuma pengen liat DJ asal Amsterdam itu nampil. Area pinggiran dan belakang dance floor dipenuhi orang nyender ke railing pembatas sambil duduk-duduk saat bukan Garrix yang nampil.

Bahkan, beberapa penonton gak ragu duduk di tengah dance floor saat sejumlah DJ lagi nampil. Untung aja penampil sekaliber Droeloe, Alan Walker, Party Favor, dan San Holo yang mendahului Garrix gak ngambek.

Mereka tetep nampil sepenuh hati sambil bilang pujian macam “What a wonderful crowd” dan “We love you, Jakarta” yang pada akhirnya bangkitin gairah joget satu per satu. Lantai dansa pun diramein lagi para penggila pesta yang tenaganya kembali penuh setelah ngaso.

Droeloe keren

©Genmuda.com/2017 TIM
©Genmuda.com/2017 TIM

Penampilan Droeloe dimulai sekitar pukul 19.00 WIB di Euphoric Ground. Penonton yang belum begitu rame tersebar antara area selfie, food court, dan games. Karena itulah dance floor Droeloe baru penuh seperempat area tengah. Jelang akhir penampilannya, area tengah penonton mulai penuh sampe belakang.

Ada yang kurang dari Alan Walker

©Genmuda.com/2017 TIM
©Genmuda.com/2017 TIM

Alan Walker menyusul penampilan Droeloe sekitar 20.30 WIB. Penonton mulai penuhi lantai dansa. DJ yang numpang lahir di Inggris tapi besar di Norwegia itu memulai penampilan dengan cuplikan lirik reff lagu “Faded” yang kemudian di mashup lagu lain. Namun, lagu tersebut dibawain sepenuhnya di akhir penampilan.

Penampilannya ditutup dengan nyajiin salah satu lagu anyar yang digarap untuk rilis 2018. Nia (22), Mario (22), dan Diva (17) yang joget sambil nyanyi bareng saat lagu “Alone” ngerasa walker tampil kece badai. Lagu barunya pun terasa bagus. “Tapi, walker gak bawain ‘Sing Me to Sleep.’ Jadi terasa ada yang kurang,” tutur Nia.

Party Favor ngajak orang bernostalgia

©Genmuda.com/2017 TIM
Party Favor nikmatin tiap momen penampilannya. ©Genmuda.com/2017 TIM

DJ Amerika Serikat bernama asli Dylan Ragland ini naik habis Alan Walker, sekitar pukul 22.00. Lagu-lagu easy dancing doi sama sekali gak bikin penonton kepikiran untuk istirahat. Doi pun ngeremix dan mashup beberapa lagu populer.

Misalnya, melodi gitar intro “Sweet Child of Mine” karya band Guns N’ Roses digabung dengan vokal “Mr Brightside” karya band The Killers dalam iringan elektronik. Lagu itu lalu dimedley dengan “I Love Rock n Roll,” “Turn Down for What,” dan “Macarena.”

Jose Nathanael (18), salah satu penonton, baru duduk kelelahan joget setelah Party Favor turun panggung. “Ini pertama kali nonton langsung Party Favor. Remix lagu populer Party Favor keren banget. Dia pandai membawa suasana naik-turun sehingga penonton gak bosen,” kata cowok yang dateng demi Martin Garrix itu.

San Holo nge-Hip-Hop dengan musik trap

©Genmuda.com/2017 TIM
©Genmuda.com/2017 TIM

Penampilan San Holo paling beda. DJ trap music asal Belanda yang naik sekitar pukul 23.00 WIB itu nampil gak cuma bermodal Digital Audio Workstation yang biasa jadi pegangan para DJ. Melainkan, dengan gitar listrik stratocaster yang dipake untuk mengisi riff musik elektroniknya.

Doi juga ngeremix, bukan lagu pop, melainkan lagu hip-hop. Misalnya aja, “Drop It Like It’s Hot” karya Snoop Dogg, “Song 2” karya Blur, atau “In Da Club” karya Fifty Cent. Pilihan lagu remixnya bikin penonton nyanyi bareng.

Tomy (31) dan Vina (25) yang joget bareng di dance floor sangat menikmati penampilannya San Holo. Kebetulan, mereka juga kenal lagu-lagu remixnya, makanya lebih menikmati penampilan tersebut.

Yang ditunggu dateng juga

©Genmuda.com/2017 TIM
©Genmuda.com/2017 TIM

Begitu San Holo turun panggung, sekitar jam 00.30 WIB, penonton mulai kompakan teriak manggilin Martin Garrix. Pada saat inilah dance floor berangsur-angsur penuh dari kiri ke kanan, depan ke belakang, termasuk area depan VIP.

DJ yang dijadwalin nampil di World Club Dome Korea Selatan pada 24 September itu ngeluarin semua lagu-lagu hitsnya, macam “In the Name of Love,” “Scared to Be Lonely,” “There for You,” dan yah basically semua lagu ngetop yang sering kamu denger di radio, deh.

Setelah doi turun panggung sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, area dansa mulai sepi. Saat Andrew Raye nampil, lantai dansa penuh setengahnya. Penonton yang wasted dan kelelahan pun duduk-duduk di pinggiran sambil nyender.

Bagi pemburu pesta, acaranya masih berlangsung hingga jelang fajar lantaran masih ada Seb Zito di akhir. Bagi penyuka musik populer, konser sudah usai saat Garrix turun panggung.

Pengumuman keamanan lewat kertas

©Genmuda.com/2017 TIM
Karena suara sound bising, obrolan cuma bisa didenger dengan cara teriak atau ngomong deket telinga macam ini. ©Genmuda.com/2017 TIM

Jeda antar pergantian penampil berlangsung cukup cepat dan relatif gak terasa karena diisi stock music, sementara para kru nyiapin alat. Saking cepetnya, pengumuman prosedur keselamatan untuk keadaan darurat pun gak ada.

Kata panitia yang berjaga di tenda pengumuman, informasi keselamatan darurat sudah tersedia di denah mini yang pengunjung dapat dan bisa didapetin lagi di box informasi.

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.