Jum'at, 10 Juli 2020

Genmuda – Selain Salat Ied, silaturahmi, ketupat, opor, dan pertanyaan “kapan kawin,” Idul Fitri di Indonesia identik juga dengan api-apian. Pada malam jelang Hari Raya, warga pada umumnya ngerayain kedatangan hari besar Umat Islam dengan main petasan, kembang api, juga selepetan sarung.

Ada juga sebagian warga yang ngerayainnya dengan pawai obor, seperti yang dilakuin di Solo, Jakarta, dan daerah lain. Kemeriahan itu berisi banyak banget momen menarik yang bagus diabadikan lewat kamera. Misalnya, mulai dari ekspresi girang anak-anak hingga nyala kembang api di langit gelap.

Foto paling bagusnya jelas dihasilkan kamera paling mahal. Meskipun demikian, kamu yang cuma punya kamera ala-ala atau malah modal kamera ponsel doang masih punya kesempatan besar menghasilkan foto bagus. Caranya, perhatiin banget teknik-teknik dasar di bawah ini.

1. SUPER PENTING JANGAN DILEWATIN

via merahputih.com
Difoto dengan apik. Momennya dapet, pencahayaannya dapet. (Sumber: merahputih.com).

Kenapa judul poin ini harus huruf kapital semua? Supaya menghasilkan efek teriak di kuping kamu. Jadi, apa yang penting untuk mengatur gelap-terang (exposure) pada sebuah foto?

Shutter speed dan ISO.

Apaan tuh?

Penjelasan gampangnya gini. Shutter itu mengontrol seberapa lama sensor kamera kamu menangkap sebuah cahaya. Makin lama shutternya, makin terang hasilnya. Tapi, hati-hati karena gambar kamu bisa nge-blur kalo shutternya kelamaan.

Sementara itu, ISO tuh mengontrol seberapa sensitif sensor kamera dalam menangkap cahaya. Makin besar ISO, makin terang hasilnya tanpa perlu mengubah shutter speed. Cuma, gambar kamu bakalan noise (bintik-bintik) kalo ISO-nya kegedean.

2. Jangan males fokus ke objek utama

Untunglah, sebagian ponsel jaman sekarang udah pinter banget dalam mengatur gelap-terang cahaya dan fokusnya secara otomatis. Pastiin aja kamu menge-tap objek utama yang mau difoto supaya kamera mengatur fokusnya secara otomatis. Kalo mau foto kembang api, ya jangan tap muka cowok atau cewek cakep yang ada di bawahnya.

3. Jangan takut manual

via thenextweb.com
Tampilan aplikasi kamera manual di ponsel. (Sumber: thenextweb.com)

Misalnya ponsel kamu gak sepintar yang dikira, jangan takut untuk mengatur setingannya secara manual. Gak perlu takut dengan banyaknya panel dan tombol pengaturan. Kalo mau sukses memotret bagus di tempat minim cahaya, langsung aja set shutter dan ISO-nya seperti yang udah dijelasin di poin pertama.

Misalnya setingan manual kamera bawaan ponsel kamu ribet setengah mati, langsung aja pakai kamera manual dari VSCO (Android / iPhone), Manual (Android / iPhone), Camera FV-5 (Android), atau Obscura (iPhone). Belajar nyeting shutter dan ISO sih gampang, kok. Santai, aja.

4. Set shutter selama mungkin

via: Google
Hasil foto stabil dengan shutter lama. (Sumber: Istimewa)

Daripada foto kamu gelap-gulita doang, yekan. Mendingan shutternya lama sekalian. Lagipula, shutter lama kan memang dibutuhin saat foto malam. Ketika setingan shutter 1/50 detik kurang memuaskan, gak usah ragu untuk menaikkan angkanya jadi 3 hingga 5 detik.

Hasilnya jelas akan blur, kecuali kamu melakukan tips kelima, nih.

5. Stabilkan kamera

via photojojo.com
Ada tripod untuk kamera ada untuk ponsel. Ada yang ukurannya gede ada yang kecil. (Sumber: photojojo.com)

Gunakan tripod. Itu satu-satunya jalan. Kalo gak mampu nyari tripod, usahain foto sambil nyari tumpuan. Misalnya, dengan memotret sambil bersandar di bahu pacar tembok rumah orang atau di bahu temen kamu yang lebih pendek.

6. Atur white balance

Apalagi tuh white balance. Sesuai artinya, itu adalah setingan kamera manual untuk mengatur kadar putihnya suatu foto. Contoh kasusnya gini. Kamu memotret sebuah kertas putih dengan penerangan lampu berwarna oranye.

Genmuda.com yakin banget kalo warna kertas itu bakal jadi oranye ketika difoto dengan setingan white balance AUTO. Coba deh ganti setingannya jadi TUNGSTEN atau INCANDESCENT biar kertasnya terlihat lebih putih.

Apabila setingan white balance kamera kamu dalam bentuk angka, ikuti rumus di bawah ini:

  • 1000 – 2000 K : Sumber cahaya nyala lilin
  • 2500 – 3500 K : Sumber cahaya lampu 5 watt (warna oranye kekuningan)
  • 3000 – 4000 K : Sumber cahaya matahari terbit (langit cerah)
  • 4000 – 5000 K : Lampu neon/TL/flourescent (warna kebiruan)
  • 5000 – 5500 K : Lampu flash
  • 5000 – 6000 K : Langit terik
  • 6500 – 8000 K : Agak mendung-mendung dikit
  • 9000 – 10000 K : Langit mendung

7. Sebisa mungkin, manfaatin cahaya natural

via ©Genmuda.com/2016 TIM
Bulat-bulat biru di sebelah kiri itu efek natural berkat lighting panggung yang pas arah datangnya dan lensa yang jamuran. ©Genmuda.com/2016 TIM.

Sekecil apapun sumber cahaya di sekitar kamu, manfaatkan itu sebaik mungkin. Mau dari nyala obor atau lampu jalan, upayakan ambil gambar dari sumber-sumber tersebut, bukan dari flash kamera. Kecuali, kamu punya lampu flash yang profesional.

Saat memotret orang, jangan ragu untuk memerintahkannya menghadap cahaya biar wajahnya terlihat.

8. Jangan zoom

Yup. Jangan sekalipun mengezoom dengan kamera digital. Bahkan fotografer profesional yang lensanya udah kayak teropong antariksa masih memegang satu prinsip penting: “Zoom lah dengan kakimu.”

Intinya, mendekatlah ke objek bila diperlukan. Misalnya gak bisa mendekat lagi karena terhalang got, kerumunan, atau hal lain, foto aja apa adanya. Lalu, crop bagian-bagian di sekitar objeknya. Jadi deh foto zoom.

9. Simpan file dengan format RAW/NEF

Standarnya, hasil jepretan kamera bakal tersimpan dengan format JPG atau JPEG. Lebih ringan dan cepat dibuka, hanya kualitasnya gak sebagus format RAW atau NEF. Jadi, simpanlah file dengan format RAW/NEF. Utak-atik aja tuh aplikasi kamera manual kamu. Pasti ada, kok.

10. Pasang filter

Jaman sekarang sih gak perlu repot lagi ngedit berjam-jam di photoshop. Pakai aja filter yang berhamburan di berbagai aplikasi.

BONUS: Foto hitam-putih paling asik

Ketika kamu sudah sangat kerepotan dengan setingan manual atau milih filter, ingatlah hal ini. Filter hitam-putih selalu bikin foto terlihat lebih melodramatis dan edgy.

Pahami tips di atas, maka kamu bisa ngejepret foto kayak yang biasa dilakukan Abang TIM si fotografer Genmuda.com, atau malah lebih kece lagi. Selamat hunting foto malam, gaes.

PS: Tips di atas juga super berguna ketika malam tahun baru. Tapi, jangan dipakai saat “malam pertama” kamu (if you know what I mean). (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.