Minggu, 22 September 2019
StudentKampus

Wih, Dua Anak Kuliah Ini jadi Jutawan Dalam Waktu Kurang dari Dua Tahun Loh, Gaes!

©Genmuda.com/2017 TIMLenny (ki) dan Ihsan (ka), dua pedagang muda Shopee foto bareng Marketing Manager Shopee Indonesia Monica Vionna di Jakarta, Jumat (27/10). ©Genmuda.com/2017 TIM

Genmuda – Pemerintah Indonesia kayaknya harus bikin ucapan terimakasih khusus buat anak muda. Soalnya, ekonomi digital tumbuh cepat berkat anak-anak muda yang pada buka toko online di berbagai platform.

Di Shopee, misalnya. Sebanyak 70 persen dari sekitar 750 ribu penggunanya masih belum berusia 30 tahun. “Persebaran penjual penjual muda terbanyak ada di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Semarang,” kata CEO Shopee Chris Feng dalam siaran pers.

Dalam acara peringatan Sumpah Pemuda di Jakarta, Jumat (27/10), Shopee ngundang dua anggota yang terbilang sukses dalam waktu kurang dari dua tahun, bahkan ada yang belum setahun, untuk berbagi cerita. Ini kisah mereka.

RM Ihsan

©Genmuda.com/2017 TIM
Ihsan menerima karikatur dirinya dari pihak Shopee. ©Genmuda.com/2017 TIM

Cowok berusia 21 tahun yang lagi menempuh semester 7 Teknik Sipil Universitas Sriwijaya Palembang ini terjun ke dunia bisnis hijab online dengan alasan gak mau nyusahin kedua orangtuanya.

“Saya ini kan anak yatim sementara ibu saya hidup mengandalkan uang pensiun. Saya gak mau jadi beban. Makanya, mutusin mau cari uang sendiri,” tutur Raden Muhammad Ihsan.

Keputusan untuk memulai usaha dan ide bisnisnya dateng dari pengamatan sekilas terhadap gaya hidup cewek-cewek sekitar kampusnya. “Saat nunggu bus di halte, saya perhatikan kalau perempuan itu lebih sering ganti hijab daripada ganti pakaian. Dari situ ide jualan hijab datang,” tuturnya.

Dia mulai usaha dengan membeli 30 potong jilbab dari salah satu agen supaya dapat harga murah. Modal awalnya didapat dengan menyisihkan sebagian beasiswa dan ngambil dari tabungannya.

©Genmuda.com/2017 TIM
©Genmuda.com/2017 TIM

“Pemilihan model hijabnya saya percayakan ke ‘teman dekat.’ Hingga kini juga dia terus membantu dan keuntungan usaha saya kami bagi rata,” cerita pedagang muda yang bisa ngejual lebih dari 120 potong hijab dalam seminggu.

Ketika ditanya soal omzet, Ihsan dengan rendah hati bilang, “Omsetnya cukup untuk jadi modal jualan lagi.” Tapi, doi ngasih petunjuk kalo keuntungan bulanannya bisa buat bayar kuliah.

Selain punya akun di Shopee sejak sekitar satu tahun, toko hijab Ihsan juga punya akun Instagram yang dibuat beberapa bulan sebelumnya. “Lewat media sosial saya mempromosikan toko saya,” ujar cowok yang bercita-cita duduk diam aja uang mengalir masuk.

Menurutnya, Sumpah Pemuda bisa dimaknai dengan berdagang. “Ketika pembeli makin banyak dan usaha makin luas, pada akhirnya akan terbuka lapangan kerja baru. Itu kan sama dengan membangun Indonesia,” kata cowok yang juga punya cita-cita jualan komponen komputer.

Lenny Yapananda Samudra

©Genmuda.com/2017 TIM
Lenny menerima karikatur dirinya dari pihak Shopee. ©Genmuda.com/2017 TIM

Cewek 21 tahun asal Bogor yang kuliah semester 7 Manajemen Universitas Bina Nusantara Jakarta ini baru buka toko di Shopee sekitar 8 bulan. Tapi, penghasilan udah belasan juta.

“Aku senang sekali rasanya sudah bisa mandiri, tak nyusahin orangtua lagi. Bahkan berlibur ke Pulau Pahawang Lampung pun sudah dengan uang sendiri,” tuturnya.

Bokapnya udah pensiun dan menghidupi keluarga dari pesangon. Sama kayak Ihsan, Lenny juga pengen jualan karena gak mau nyusahin orangtua. Percobaan jualan sebenernya udah dilakuin sejak doi libur kelulusan SMA.

©Genmuda.com/2017 TIM
©Genmuda.com/2017 TIM

“Saat itu aku jualan kemeja cowok. Tapi, bisnisnya sempat vakum karena terlalu sibuk kuliah. Sekarang, ada waktu luang di sela bikin skripsi. Jadi, aku bisa jualan lagi,” ujar cewek yang kini dagang tas dan dompet cantik.

Ide bisnis baru itu didapet dari kakak yang tinggal satu kosan dengannya. “Kakak bilang, temen-temennya suka banget beli tas dan dompet-dompet lucu,” tutur cewek yang katalog dagangannya terdiri dari 60 item.

Kepada Genmuda.com, Lenny ngasih bocoran omzetnya. “Kalau dihitung-hitung, sebulan bisa dapat belasan juta rupiah. Kalau usaha aku makin besar, niatnya mau merekrut karyawan untuk bantu packing dan admin,” harapnya.

Terkait Sumpah Pemuda, Lenny bilang peristiwa bersejarah itu bisa dimaknai dengan kemandirian dan hidup bermanfaat. “Pemuda jaman sekarang sedang gak butuh perang, kan? Karenanya, jadilah anak muda yang bermanfaat, atau minimal gak nyusahin orang lain.”

Kesimpulannya

©Genmuda.com/2017 TIM
Monica sedang menjawab pertanyaan wartawan. ©Genmuda.com/2017 TIM

Monica Vionna, Marketing Manager Shopee Indonesia yang menghadiri acara menegaskan, Sumpah Pemuda bisa dimaknai dengan berbagai sudut pandang. Gak mesti dengan jadi pedagang online.

“Mau jadi musisi, pengusaha, atau profesi lainnya itu tergantung passion masing-masing. Hanya saja, investasi dan perkembangan teknologi e-dagang sedang berkembang pesat. Sehingga, kesempatannya terbuka lebar,” tutur Monica. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.