Kamis, 15 November 2018

Genmuda – Penggabungan trik tipu muslihat klasik dibumbui banyak persekongkolan pada film “Ocean’s 8” kasih jalan cerita yang keren mampus, gaes. Namun demikian, sisterhood yang seharusnya muncul antara para perempuan penipu itu masih terasa greget.

Sutradara Gary Ross mengemas film produksi Warner Bros itu tanpa ninggalin ciri khas “Ocean’s Trilogy” era 2000-an. Beberapa teknik pengambilan gambarnya hadirkan nostalgia. Sementara itu, musiknya munculin nuansa baru.

Film yang rilis secara resmi 8 Juni itu lumayan cocok untuk ditonton mengisi liburan. Hanya, siap-siap aja hadapi narasi dari berbagai sudut pandang karena karakter penting di film itu BANYAK BANGET!

Dimulai di penjara

via Istimewa
(Sumber: Istimewa)

Seperti “Ocean’s 11” (2001), film dimulai dengan adegan sidang bebas bersyarat. Pemeran utama kali ini, Debbie Ocean (Sandra Bullock) berhasil mengelabui juri untuk memeroleh hak tersebut. Dia bebas lebih cepat.

Gak mau ninggalin kehidupan glamor, Debby kembali menempuh karier tipu-menipu dari nol. Mulai dari mencuri barang mewah di mal dengan teknik out of the box, hingga menggunakan bahasa lisannya demi memeroleh kamar hotel gratis.

Doi akhirnya ketemu Lou (Cate Blanchett), cewek funky yang nyari uang dengan berbagai aksi kriminal. Doi dibujuk terlibat dalam project pencurian yang dirancang Debbie selama di penjara, pencurian kalung berlian Toussant.

Kayak pelatih sepakbola nyari pemain, mereka menghubungi teman lama dan orang baru buat melengkapi tim. Akhirnya, terpilih Tammy (Sarah Paulson) sebagai penadah, Nine Ball (Rihanna) sebagai hacker, Constance (Awkwafina) sebagai pencopet.

Ada juga Amita (Mindy Kaling) sebagai pakar berlian dan Rose Weil (Helena Bonham Carter), desainer nyentrik yang direkrut jadi penyusup dalam upaya mencuri berlian Toussant dari leher Daphne Kluger (Anne Hathaway) dalam acara Met Gala New York.

Dalam perjalanannya, upaya Ocean’s 8 diuji banyak hal, seperti kesialan seorang kru, penjagaan terlalu ketat, upaya balas dendam, dan hadirnya rencana terselubung di dalam rencana terselubung.

Merangkum “Ocean’s Trilogy”

Setelah para kru berkumpul, dimulailah proses persiapan, eksekusi, dan penyelesaian pencurian. Nuansa penggabungan semua unsur pada “Ocean’s Trilogy” benar-benar terasa.

Misalnya, unsur pengumpulan kru mewakili inti cerita “Ocean’s 11.” Unsur persekongkolan mewakili “Ocean’s 12” (2004). Sementara itu, unsur balas dendam mewakili “Ocean’s 13” (2007).

Hubungan dua pemeran utama, Debbie dengan Lou pun mewakili hubungan karib Danny dengan Rusty di “Ocean’s 11.” Namun, ekspresi datar pemeran Debbie sepanjang film kayak menghambat munculnya chemistry dengan Lou.

Bedanya dengan “Ocean’s Trilogy”

via Istimewa
(Sumber: Istimewa)

Bedanya lagi, para kru “Ocean’s 8” punya pembagian tugas yang lebih jelas ketimbang para kru “Ocean’s 11.” Maklum, lah. Debbie ngumpulin kru untuk menjalankan rencana pencurian berdasarkan keahlian masing-masing, bukan berdasarkan kedekatan personal.

Alhasil, filmnya berjalan lebih jelas dan ringan meski tipu muslihat yang dijalankan rumit se-rumit-rumitnya-rumit (asli). Ending filmnya juga berbeda loh dengan ending film perdana “Ocean’s Trilogy.”

Satu perbedaan lagi. Aksi pencurian pada “Ocean’s 11” terlihat jelas dimodali oleh Reuben, pemilik casino di Las Vegas. Sedangkan “Ocean’s 8,” gak terlihat jelas siapa yang mendanai project pencurian yang melibatkan elektronik canggih itu.

Sisterhoodnya kurang terlihat

Ekspresi Sandra Bullock sepanjang film kaku dan datar banget! Padahal, doi punya bagian dialog dan plot yang sengaja dibikin mindblowing oleh Gary Ross dan Olivia Milch selaku penulis naskah.

Peran yang dimainin Awkwafina pun keliatan kaku banget. Susah ngebedain mana ekspresi kikuk atau ekspresi tengil sang rapper. Malah, akting doi di YouTube mungkin jauh lebih meyakinkan ketimbang di “Ocean’s 8.” CMIIW, ya.

Karakter utama yang seharusnya merekatkan sisterhood di antara kru pencuriannya keliatan gagal melakukan itu. Malah, Cate Blanchett, Rihanna, dan Amita yang paling berakting lepas dan melakukan tugas merekatkan hubungan satu sama lain.

Kesimpulannya…

Yah, semua kekurangan di “Ocean’s 8” untungnya tertutupi dengan naskah dan plot yang keren. Kemunculan karakter-karakter lama “Ocean’s Trilogy” sebagai cameo pun menambah keseruan.

Sekedar saran aja: Kamu harus nonton minimal “Ocean’s 11” untuk memperoleh kenikmatan tertinggi dalam menonton “Ocean’s 8.”

(sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.