Sabtu, 19 Januari 2019

Genmuda – Sejatinya, sebuah lagu diciptakan buat menyampaikan pesan yang dipikirkan penciptanya. Tema cinta engga melulu jadi tema yang patut diabadikan dalam sebuah musik atau jadi tenar.

Nyatanya, lagu-lagu yang terinspirasi dari kisah nyata dan punya tema mengeritik justru fenomenal. Penciptanya pun diperhitungkan sebagai legenda dunia musik. Berikut ini adalah 10 dengan lirik ‘dalem’ dan mengusik batin menurut Genmuda.com

1. Blowin’ In The Wind (Bob Dylan)

Lagu yang hits era 60-an ini mempertanyakan keadilan, perdamaian, perang, dan kemanusiaan. Bob Dylan coba mengeritik pemerintah di seluruh dunia yang masih belum juga menemukan perdamaian di tengah kemajuan teknologi. Berbagai media ketika itu menghubungkannya dengan pemerintah Amerika Serikat yang lagi terlibat Perang Vietnam 1955-1975. Karena manusia di dunia belum bisa berhenti bertikai satu sama lain, lagu ini pun masih relevan sampai sekarang.

2. Fortunate Son (Creedence Clearwater Revival / CCR)

Banyak film Hollywood mengasosiasikan lagu ini dengan nasionalisme dan menjadikannya semacam ‘theme song’ Perang Vietnam. Padahal, CCR bikin lagu ini buat mengeritik habis-habisan perang yang sama sekali engga didukung warga AS itu. Lagu ini mengisahkan ketidakadilan. Anak-anak pejabat dan orang kaya yang masuk militer diberikan pangkat tinggi dan kerja di balik meja meski kemampuan mereka pas-pasan. Sementara itu, ratusan warga biasa yang berprestasi dan cerdas sekalipun terpaksa turun di garis depan cuma buat tewas di perang sia-sia itu.

3. Paint It Black (The Rolling Stones)

Meski lagu ini juga jadi lagu ‘theme song’ Perang Vietnam, Mick Jagger yang bikin dan nyanyiin lagu ini sama sekali engga punya maksud mengeritik perang itu. “Lagu ini dibuat buat mengisahkan perasaan orang yang terkena depresi berat,” kata Mick Jagger. Di lagu ini pun tiap anggota The Rolling Stones berekspresi dan bereksperimen.

4. Jeremy (Pearl Jam)

Eddie Vedder, vokalis Pearl Jam menulis lirik lagu ini setelah membaca berita tentang anak sekolah yang bunuh diri di depan kelas, di hadapan guru dan teman-temannya. Dikisahkan, Jeremy merupakan anak pemurung yang jarang bicara. Doi pun salah satu korban bully di sekolahnya. Berniat balas dendam, bocah itu pun berusaha meneror teman-teman sekelasnya dengan cara bunuh diri. Secara terpisah Vedder bilang, “Cara terbaik untuk balas dendam adalah dengan terus hidup dan menunjukkan yang terbaik.” Lagu ‘Jeremy’ pun dibuat membawa pesan itu.

5. Youth of The Nation (P.O.D)

Tahun 2001, band Metal P.O.D terpaksa menunda rekamannya karena kena macet parah di dekat SMA Santana, AS. Ternyata, kemacetan itu terjadi karena ada kasus penembakan. Seorang murid berusia 15 tahun menembak lima belas teman satu sekolahnya. Itu dilakukan karena dia kerap di-bully di sekolahnya. Merasa miris, anak-anak P.O.D pun bikin lagu ‘Youth of The Natio’ buat mengeritik semua menyampaikan rasa simpati dan mengeritik kelakuan remaja AS yang doyan nge-bully dan cenderung ekstrem.

6. One (Metallica)

Metallica berusaha nampilin rasanya jadi orang tanpa daya lewat lagu ‘One.’ Lagu ini mengisahkan korban Perang Dunia I yang lumpuh akibat selongsong peluru altileri. Orang itu pun buta, bisu, serta lumpuh tangan dan kakinya. Tanpa daya, dia pun hanya bisa menunggu Yang Maha Kuasa mencabut nyawanya.

7. Spirit Carries On (Dream Theater)

Salah satu band metal Dream Theater bikin lagu yang relatif selow, tapi liriknya dalem dan bikin mikir. Lagu ‘Spirit Carries on’ pun dibuat untuk mempertanyakan soal hidup setelah kematian. James LaBrie coba menyampaikan kalo orang cuma bisa menghadapi hari akhirnya dengan tenang ketika udah berdamai dengan diri sendiri dan yakin akan hidup setelah mati. Liriknya serem tapi dibawain dengan lagu bernada mellow.

8. Bohemian Rhapsody (Queen)

Sekitar 2005, New York Times pernah bilang kalo lagu ‘Bohemian Rhapsody’ masih jadi lagu dengan lirik paling sadis hingga saat itu. Hingga kini, Freddy Mercury yang bikin lagunya engga mau mengungkap makna lagu itu. Tapi, Brian May, gitaris Queen bilang lagu itu adalah curhatan Freddy Mercury yang lagi menghadapi banyak kondisi yang menimpanya. Menurut peneliti musik Sheila Whiteley, lagu ini merupakan titik balik Freddy Mercury dari kehidupan glamor penuh sex ke kehidupan lebih stabil bersama pasangannya Mary Austin.

9. Otherside (RHCP)

Gitaris Red Hot Chili Peppers Hillel Slovak wafat karena overdosis heroin pada 1988. Sebelum OD, doi sering curhat ke anggota bandnya, terutama ke vokalis Anthony Kiedis kalo satu-satunya cara buat nyembuhin ketergantungan heroinnya dengan cara bunuh diri. Soalnya, Slovak ngerasa selalu terjebak lingkaran setan narkoba meski dia udah mati-matian ngelawan nafsunya itu. Kiedis pun bikin lagu ‘Otherside’ buat mengisahkan perjuangan berat Slovak dan pengguna narkoba lain buat berhenti.

10. We Will Not Go Down (Michael Heart)

Sekitar tahun 2000an, sebelum ada ISIS atau berita perang Syiria, Palestina jadi medan pertempuran Timur Tengah yang paling disorot media. Singkat cerita, pasukan Palestina hanyalah berupa tentara sukarela sementara militer Israel beranggotakan tentara regular dan terlatih. Ribuan warga Palestina pun berupaya sekuat jiwa mempertahankan daerah yang bernama Jalur Gaza. Lagu ‘We Will Not Go Down’ pun dibuat Michael Heart sebagai lagu anti perang yang bakal bikin siapapun bersimpati dengan warga Gaza. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.