Senin, 25 Juni 2018

Genmuda – Rangkaian kegiatan penerimaan mahasiswa baru 2018 mulai bergulir. Jadwal penerimaan mahasiswa baru 2018 Universitas Airlangga rilis sejak Februari. Sementara itu, Universitas Indonesia mulai “road show” bedah kampus keliling Indonesia.

Tanggalan pun mulai mepet. Tulisan ini dirilis Maret. Masa ujian anak kelas XII berlangsung mulai Juni. Malah, ada ujian yang udah berlangsung dari April. Jadi, tinggal ada waktu 1-2 bulan lagi. Sebuah momen genting.

Namun demikian, waktu yang tinggal tersisa sedikit itu masih cukup untuk pertimbangkan pilihan matakuliah. Jangan sembarangan milih karena jurusah berpengaruh sama masa depan. Coba pikirin baik-baik pilihannya berdasarkan 7 hal di bawah ini.

1. Minat

via reactiongifs.com

Yakin, lah. Segala hal yang dilakuin sesuai minat gak bakal menimbulkan penyesalan kemudian. Udah gitu, semangat untuk melalui aneka rintangan pada masa kuliah juga gak bakalan padam karena pada dasarnya ada minat yang besar pada jurusan itu.

2. Bakat

Namun demikian, Kawan Muda juga harus pertimbangkan bakat. Jangan paksain diri ambil Hubungan Internasional kalo lebih berbakat pada bidang Arkeologi. Gak usah maksa sampai nyogok segala supaya masuk Kedokteran kalau lebih berbakat bidang Ilmu Kehutanan.

3. Peluang kerja

via tenor.com

Suka atau kagak, jurusan masih dipandang sebagai indikator kelayakan calon pegawai oleh berbagai perusahaan. Ada baiknya milih jurusan yang paling banyak dibutuhin lulusannya atau paling gede gajinya kayak di link ini.

Kecuali, kamu pede dengan keberuntungan dan kemampuan menghadapi wawancara kerja nanti.

4. Akreditasi

Secara teori, makin tinggi akreditasi suatu jurusan di sebuah kampus, makin tinggi kualitas pendidikannya. Kepercayaan itu yang dipegang sama Pemerintah Indonesia dan kebanyakan perusahaan. Makanya, lulusan dari jurusan berakreditasi A relatif lebih gampang cari kerja ketimbang lulusan berakreditasi C.

5. Izin orangtua

via gfycat.com

Penting untuk minta izin orangtua sebelum memilih jurusan. Pilihan mereka juga perlu dipertimbangkan karena bagaimanapun juga, mereka yang biayai masa kuliah kamu.

Bahkan kamu yang kuliahnya dibiayai penuh oleh beasiswa pun harus minta izin ke orangtua supaya direstui, gak bikin sakit hati, dan pastinya memperoleh pilihan terbaik.

6. Peluang beasiswa

Karena itu, penting juga untuk pertimbangkan kemungkinan beasiswa. Lebih baik cari kampus yang bersedia ngasih keringanan biaya pendidikan kamu, bukan cuma untuk melalui S1 tapi sampai menempuh pendidikan lebih tinggi di S2 gitu misalnya.

7. Rekomendasi dari sekolah

via Istimewa
(Sumber: Istimewa)

Hayo. Rekomendasi yang diberikan guru matapelajaran, walikelas, dan guru BK jangan cuma masuk kuping kiri-keluar kuping kanan. Rekomendasi jurusan dari sekolah biasanya udah disesuaikan sama minat, bakat, dan gelagat kamu selama belajar di SMA.

8. Kemungkinan diterima

Realistis aja, sih. Kalo jurusan favorit kamu terlalu diminati golongan juara kelas sementara kamu termasuk gak pernah dapat ranking 5 besar, ada baiknya mulai lirik jurusan lain.

9. Fasilitas kampus

via giphy.com

Meski ilmu bisa didapat dengan kondisi seadanya, fasilitas pendidikan yang melimpah pasti sangat mempermudah berbagai urusan mahasiswa. Itu gak bisa dipungkiri. Contohnya, perpus kampus dengan koleksi lengkap pasti lebih diminati daripada perpus kampus yang koleksinya kadang ada kadang enggak.

10. Pergaulan

Pergaulan di kampus juga harus jadi pertimbangan, loh! Kamu kuliah S1 selama 3 tahun atau lebih, loh!! Gak mungkin selama itu kamu diam doang tanpa bersosialisasi sama siapapun, loh!!!

Setelah mengetahui tipe ketidaksesuaian pergaulan di jurusan suatu kampus dengan selera kamu, pilihannya cuma tiga. Yaitu, menyesuaikan diri, ganti pilihan jurusan, atau merasa kamu gak punya sense of belonging di jurusan itu. Jalan mana yang mau kamu lalui? (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.