Rabu, 22 Mei 2019

Genmuda – Demam ‘Star Wars‘ belakangan emang masih ngewabah di Indonesia. Meski begitu, bukan berarti film-film asli Tanah Air engga berani buat bersaing dengan film sejuta umat itu.

Di penghujung bulan Desember ini, salah satu film karya anak bangsa yang lagi tayang di bioskop adalah ‘Negeri Van Oranje’. Diadaptasi dari novel berjudul sama yang diterbitin di tahun 2009, film besutan sutradara Endri Pelita ini nyeritain tentang perjalanan lima mahasiswa/i Indonesia yang sama-sama nempuh pendidikan S2 di Belanda.

Kisah Geri (Chicco Jerikho), Wicak (Abimana Aryasatya), Banjar (Arifin Putra), Daus (Ge Pamungkas) dan Lintang (Tatjana Saphira) di ‘Negeri Van Oranje’ dimulai saat mereka engga sengaja ketemu di sebuah stasiun kereta api. Pertemuan itulah yang jadi awal persahabatan ‘Aagaban’, yang tetap erat walau terpisah kota: Leiden, Utrecht, Rotterdam, Wageningen, dan Den Haag.

(Sumber: Falcon Picture)

Hingga suatu saat, cinta muncul di tengah kebersamaan kelima sahabat itu. Setelah sempat ngerasain cinta yang bertepuk sebelah tangan, Lintang pun akhirnya berhasil nemuin cinta sejatinya di antara para sahabatnya. Siapakah yang mampu naklukin hati Lintang? Silakan langsung ditonton dan temuin jawabannya sendiri deh, Kawan Muda.

Dikemas dengan alur maju-mundur, cerita ‘Negeri Van Oranje’ masih terbilang agak klise: sahabat yang ujung-ujungnya ketemu di pelaminan. Kalau dibandingin sama kisah cintanya, unsur pendidikan dalam film ini jadi engga begitu kerasa. Perjalanan ngegapai mimpi dan susah senang kehidupan mahasiswa rantau ketutup sama kisah cintanya.

Meski begitu, ‘Negeri Van Oranje’ udah berhasil nampilin visual yang keren. Berbagai pemandangan Belanda dan Praha yang dimuat di film ini dijamin bisa bikin kamu ngiri dan pengen langsung ke TKP. Naskah yang ditulis oleh Titien Wattimena juga nyempurnain keindahan pemandangan tersebut, walau ceritanya relatif masih gampang ditebak.

(Sumber: Falcon Picture)

Di samping itu, pemilihan pemeran Geri, Wicak, Banjar, dan Daus bisa dibilang udah sesuai banget. Karisma Chicco, kematangan Abimana, peningkatan kemampuan akting Arifin, dan kekonyolan Ge jelas engga perlu diraguin lagi. Kalaupun ada yang masih kurang dan perlu diperbaiki, paling cuma logat Banjarmasin pada Arifin dan logat Betawi pada Ge.

Sebaliknya, akting Tatjana di ‘Negeri Van Oranje’ tampaknya masih belum bisa ngimbangin keempat rekannya. Akting doi masih kerasa datar, padahal doi satu-satunya aktris utama sekaligus tokoh sentral di film ini. Tapi, so far akting doi masih bisa diterima dan engga sampai ngerusak atau ngacauin jalan cerita secara keseluruhan kok.

Finally, ‘Negeri Van Oranje’ masih belum bisa dibilang sebagai film yang sempurna. Terlepas dari itu, film ini udah berhasil nyajiin cerita yang ringan dengan pemandangan yang rupawan. Film ini cocok buat kamu yang pengen cari hiburan menarik tanpa perlu terlalu banyak dibuat mikir. Happy watching, Kawan Muda!

Comments

comments

Gabrielle Claresta
Eccentric daydreamer